Feature

Pengabdian Guru, Tinta Emas dalam Kehidupan

23
×

Pengabdian Guru, Tinta Emas dalam Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Mohammad Nurfatoni/AI

Hampir setiap orang pernah merasakan sentuhan seorang guru. Hari ini, kita rayakan pengabdian mereka yang tiada henti di Hari Guru Nasional 2025.

Oleh dr. Mohamad Isa

Tagar.co – Hampir setiap orang di dunia ini pernah tersentuh pekerjaan guru. Guru adalah profesi yang mulia. Melalui tangan-tangan guru, anak didik dikenalkan dan diajarkan ilmu pengetahuan serta perilaku, baik di bidang formal maupun nonformal.

Hari ini, 25 November 2025, diperingati sebagai Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 Tahun 1994, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah “Guru Hebat, Indonesia Kuat“.

Baca juga: Nak, Maafkan Gurumu Ini!

Setiap negara memiliki cara berbeda dalam memperlakukan profesi guru. Beberapa negara memperlakukan guru sebagai warga negara nomor satu (first citizen), menganggap profesi guru sangat penting (essential) untuk kemajuan bangsa, dan berdampak pada kehormatan negara. Kesejahteraan dan kehormatan guru menjadi perhatian utama di negara-negara tersebut.

Baca Juga:  Silaturahmi 670 Kilometer: Menyusuri Kalimantan dari Banjarmasin ke IKN hingga Tenggarong

Di Indonesia, perlakuan negara dan masyarakat belum sepenuhnya menjadikan guru sebagai warga utama. Guru belum menjadi pilihan utama dalam meniti karier, sehingga kehormatan dan kesejahteraan guru belum optimal.

Masa Depan Guru

Diharapkan profesi guru dapat menjadi pilihan utama dalam menentukan arah kehidupan. Untuk itu, guru perlu meningkatkan integritas dan kompetensinya. Kesejahteraan guru diharapkan meningkat sehingga layak dan sepadan dengan peran mulianya.

Selamat Hari Guru! Pengabdianmu tercatat sebagai tinta emas dalam kehidupan, sebagaimana tercermin dalam syair Hymne Guru:

Terpujilah wahai ibu bapak guru
namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
sebagai prasasti terima kasihku
‘tuk pengabdianmu
engkau bagai pelita dalam kegelapan
engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Banjarmasin, 25 November 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni