Feature

Pena Santri eLKISI Ditempa di Kelas Jurnalistik bersama Ustaz Nuim Hidayat

18
×

Pena Santri eLKISI Ditempa di Kelas Jurnalistik bersama Ustaz Nuim Hidayat

Sebarkan artikel ini
Nuim Hidayat saat menyampaikan materi Bimbingan Jurnalistik Intensif (Tagar.co/Noval Sukma)

Puluhan santri SMP, SMA, dan kelas intensif PPIC eLKISI Mojosari mengikuti sesi bimbingan jurnalistik intensif bersama Ustaz Nuim Hidayat. Mereka belajar menulis berita beretika dan menyampaikan dakwah melalui tulisan.

Tagar.co – Suasana ruang pertemuan Pondok Pesantren Islamic Center (PPIC) eLKISI , Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, Selasa 9 September 2025 pagi terasa berbeda. Puluhan santri dari SMP, SMA, serta kelas XI dan XII Program Pendidikan Intensif Khusus (PPIC) tampak antusias mengikuti kegiatan Bimbingan Jurnalistik Intensif.

Kegiatan ini menghadirkan Nuim Hidayat, Wakil Ketua Majelis Syura Dewan Dakwah Depok sekaligus pembimbing jurnalistik di Institut eLKISI.

Baca juga: Wabup dr. Rizal Lepas 30 Santri eLKISI ke World Muslim Scouts Jamboree 2025

Dengan latar belakang panjang di dunia media dakwah, ia berbagi pengalaman sekaligus membekali para santri dengan keterampilan menulis berita yang tajam dan beretika.

“Santri harus berani menulis, sebab tulisan adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. Jurnalistik adalah jalan dakwah yang mampu menembus ruang dan zaman,” ujar Ustaz Nuim di hadapan peserta.

Baca Juga:  Geprek Anti Galau: Dari Masjid eLKISI, Santri Belajar Menjadi Tangguh

Ustaz Nuim yang mengenakan kemeja putih dengan sulaman motif di bagian dada serta peci hitam menekankan bahwa peran santri tidak hanya berhenti pada membaca informasi, tetapi juga harus mampu memproduksi konten yang bermanfaat bagi masyarakat.

Para santri mengikuti Bimbingan Jurnalistik Intensif (Tagar.co/Noval Sukma)

Deretan santri putra dengan peci putih duduk rapi di sisi kanan ruangan, sementara di sisi kiri, santri putri berhijab navy menempati barisan kursi. Tangan mereka tak lepas dari buku catatan, menuliskan setiap poin penting yang disampaikan.

Wajah-wajah penuh konsentrasi menunjukkan betapa besar keinginan mereka untuk menyerap ilmu dunia jurnalistik.

Selama sesi pembinaan, para santri mempelajari materi mulai dari jurnalistik modern, etika media, hingga strategi menyampaikan pesan dakwah melalui tulisan.

Para santriwati mengikuti Bimbingan Jurnalistik Intensif (Tagar.co/Noval Sukma)

Bagi santri multimedia dan PPIC, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mempraktikkan langsung dunia literasi yang mereka pelajari.

Diskusi berjalan interaktif, dengan santri aktif bertanya mengenai teknik penulisan, pengelolaan media, hingga tantangan dakwah di era digital.

Pembinaan jurnalistik ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya jurnalis muda dari kalangan santri eLKISI. Dengan bekal keterampilan menulis dan semangat dakwah, mereka diproyeksikan mampu menyampaikan pesan Islam secara cerdas, kreatif, dan inspiratif di tengah arus informasi global. (#)

Baca Juga:  Menanti Magrib dari Rooftop Al-Azhar Kairo

Jurnalis Noval Sukma Penyunting Mohammad Nurfatoni