
Menteri Abdul Mu’ti melantik 109 pejabat Kemendikdasmen, menekankan pentingnya kerja sama dan etika profesional dalam menciptakan lingkungan kerja yang RAMAH dan SANTUN demi pendidikan berkualitas untuk semua.
Tagar.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melantik 109 pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelantikan ini mencakup satu pejabat pimpinan tinggi pratama, 68 administrator, dan 40 pengawas.
Dalam sambutannya, Mu`ti menegaskan pentingnya kerja sama tim dalam menjalankan tugas. Menurutnya, suasana kerja yang kondusif akan mendukung penyelesaian tugas dengan baik.
Baca juga: Lantik 40 Pejabat, Abdul Mu’ti Ingin Kemendikdasmen RAMAH dan SANTUN
“Sebagai profesional dan insan pendidikan, kita harus menjaga dan mengembangkan suasana kerja yang kolektif dan kolegial. Mari kita bekerja sebagai satu tim, layaknya sebuah keluarga, untuk memberikan dedikasi terbaik demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Mu`ti dalam acara pelantikan di Jakarta, Senin (24/2/24).
Mendikdasmen juga menekankan bahwa seluruh jajaran Kemendikdasmen harus menjalankan amanat konstitusi untuk menyediakan layanan pendidikan berkualitas bagi semua. “Apapun posisinya, kita bersama-sama memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Mari kita terus meneguhkan komitmen dalam melaksanakan tugas sesuai amanat konstitusi,” lanjutnya, dikutip dari siaran pers Kemendikdasm yang diterima Tagar.co Senin siang.
Selain itu, Mu’ti menggarisbawahi pentingnya mewujudkan Rumah Pendidikan dan pusat layanan publik yang RAMAH, di mana seluruh pegawai menerapkan dan menginternalisasi nilai-nilai SANTUN.

Konsep RAMAH dan SANTUN dalam Dunia Pendidikan
RAMAH merupakan akronim dari Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis.
- Responsif berarti selalu tanggap terhadap perubahan, perkembangan, dinamika, serta aspirasi masyarakat dengan cepat, tepat, dan solutif.
- Akuntabel mengacu pada tata kelola yang transparan, bersih, serta dapat dipertanggungjawabkan.
- Melayani adalah bekerja dengan niat ibadah, mengabdi kepada bangsa, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
- Adaptif berarti mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan zaman, tetap berpegang pada hukum serta budaya bangsa.
- Harmonis menekankan pentingnya kerja sama, toleransi, dan gotong royong dalam lingkungan kerja.
Sementara itu, SANTUN mencerminkan karakter seorang pemimpin dalam akronim Setia, Amanah, Negarawan, Teladan, Unggul, dan Ngemong.
- Setia kepada Pancasila, UUD 1945, serta pemimpin bangsa dan negara.
- Amanah dalam menjalankan jabatan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
- Negarawan memiliki jiwa kepahlawanan dan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
- Teladan menjadi contoh baik dalam setiap tindakan dan keputusan.
- Unggul selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan kualitas diri.
- Ngemong berarti membimbing, mendidik, dan memberi ruang bagi pengembangan karier pegawai dengan semangat kebersamaan.
Menteri Mu’ti berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang mencerminkan nilai-nilai RAMAH dan SANTUN, sehingga lingkungan kerja yang profesional, harmonis, dan produktif dapat terus terwujud. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












