
Drumben berdentum, poster ajak puasa berkibar, siswa Mumtas berseragam putih pimpin pawai tarhib. Jalanan Sidoyoso hingga Granting penuh senyum, sambut Ramadan penuh suka cita.
Tagar.co – Mentari pagi Surabaya, Rabu (26/02/2025), bersinar cerah, secerah senyum ratusan siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) yang berpawai menyambut Ramadan 1446. Jalanan Sidoyoso hingga Granting berubah menjadi lautan putih yang bergerak, diiringi dentuman semangat drumben kebanggaan, Bahana Surya.
Bukan sekadar pawai, ini adalah Tarhib Ramadan, sebuah pawai taaruf yang dirancang untuk menanamkan kecintaan pada bulan suci sejak dini. Siswa-siswi Mumtas, yang dikenal sebagai generasi Qur’ani, tampil anggun dalam balutan busana serba putih. Mereka membawa poster-poster penuh makna, mengajak masyarakat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan: puasa, tarawih, dan tadarus Al-Qur’an.
Baca juga: Gemuruh Kreativitas Warnai Milad Mumtas Competition 2025: Siapa Saja Bintangnya?
Warga sekitar pun tak bisa menyembunyikan antusiasme mereka. Senyum hangat dan lambaian tangan menyambut rombongan anak-anak yang membawa energi positif ini. Suasana Ramadan yang syahdu pun kian terasa.
“Kami ingin anak-anak memiliki semangat yang luar biasa dalam menyambut Ramadan,” ujar Moh. Ali, M.Pd., Kepala Urusan Ismuba. “Mereka tidak hanya menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran, tetapi juga mengajak masyarakat sekitar untuk turut serta dalam kegembiraan ini.”

M. Khoirul Anam, Kepala SD Mumtas, menambahkan pawai ini adalah bentuk siar kepada masyarakat. “Kami ingin mengabarkan bahwa bulan yang agung dan mulia akan segera datang. Dengan ini, kita semua diingatkan untuk bersiap menyambutnya dengan suka cita, karena Ramadan adalah ladang pahala yang berlimpah,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa 1 Ramadan 1446 jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. “Besok lusa malam, Jumat, kita akan melaksanakan tarawih pertama. Mari kita manfaatkan Ramadan kali ini dengan sebaik-baiknya,” ajaknya.
Langkah kaki siswa-siswi Mumtas terus bergerak, membawa harapan dan doa. Pawai ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga sarana edukasi yang efektif. Mereka belajar bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah yang patut disambut dengan hati gembira.
Di tengah kesibukan kota Surabaya, pawai ini menjadi oase yang menyejukkan hati. Sinar putih dari busana siswa Mumtas seolah membawa pesan: Ramadan adalah saatnya membersihkan diri, menata hati, dan memperbanyak amal kebaikan. Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang penuh makna bagi kita semua. (#)
Penyuting Mohammad Nurfatoni












