Feature

PAUD Fondasi Utama Membangun Generasi Emas

26
×

PAUD Fondasi Utama Membangun Generasi Emas

Sebarkan artikel ini
PAUD fondasi utama membangun generasi emas. Jaga dan didik mereka sebaik mungkin. Dan salah satu modal generasi kita besok adalah anak yang mandiri dan percaya diri
Wamen Fajar Riza Ul Haq sangat menghargai kalau anak-anak tampil ke depan dan berani. Itu salah satu modal generasi kita, anak yang mandiri dan percaya diri (Tagar.co/Istimewa)

PAUD fondasi utama membangun generasi emas. Jaga dan didik mereka sebaik mungkin. Dan salah satu modal generasi kita besok adalah anak yang mandiri dan percaya diri

Tagar.co – Pemerintah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menggelar Kampanye Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kemendikdasmen, Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan PT. Bank Mandiri, Kamis (11/9/2025). Hadir pada kegiatan ini Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq.

Wamen Fajar Riza Ul Haq terus mendorong penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya 7 KAIH mampu membentuk karakter anak-anak untuk menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan disiplin.

“Mempunyai kepercayaan diri itu tidak gampang. Saya sangat menghargai kalau anak-anak kita ini tampil ke depan dan berani. Karena salah satu modal generasi kita besok adalah anak yang mandiri dan percaya diri. Maka bapak ibu tolong biasakan di PAUD masing-masing untuk membangun kepercayaan diri anak-anak kita,” ungkapnya.

Mental Lebih Siap

Dia menambahkan, jenjang PAUD sendiri menjadi fondasi yang menentukan kualitas anak-anak ketika berada pada jenjang SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Anak-anak yang pernah masuk PAUD akan lebih cepat beradaptasi, serta tumbuh secara sosial maupun emosional.

“Berdasar hasil penelitian, anak yang pernah masuk PAUD itu lebih besar peluangnya melanjutkan ke SMA. Bahkan bisa masuk ke perguruan tinggi. Karena apa? Sejak dini sudah disiapkan mentalnya,” jelas Wamen Fajar.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah

Rumah Kedua yang Nyaman

Fajar juga berharap, PAUD maupun TK dapat menjadi rumah kedua bagi para anak-anak. Tempat yang nyaman dan menggembirakan untuk belajar. Hal tersebut tentunya juga membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya dari para orang tua murid.

“Jadi ini butuh kerja sama antara Guru PAUD dan orang tua, anak harus diasuh dengan sebaik mungkin. Jadikan sekolah tempat yang aman, nyaman, dan menggembirakan buat anak-anak kita. Karena pesannya Pak Menteri, Pak Abdul Muti bahwa sekolah itu adalah rumah kedua buat anak-anak kita, layaknya rumah, maka anak kita harus nyaman, harus bahagia,” pintanya kepada para guru dan orang tua murid yang hadir pada kegiatan ini.

Dia berpesan kepada semua guru PAUD untuk terus membimbing anak-anak Indonesia. Membimbing untuk menjadi generasi emas penerus masa depan bangsa. Mereka adalah anak-anak kita semua yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan.

“Jagalah mereka sebaik mungkin. Didiklah mereka sebaik mungkin, jangan dibeda-bedakan. Semoga kita semua, bapak ibu, diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk terus mendidik anak-anak kita. Dan apa yang dilakukan oleh bapak ibu, guru, dan bunda PAUD menjadi amal jariah,” tutup Wamen Fajar.

Baca Juga:  Mendikdasmen: Pendidikan Harus Memuliakan Manusia, Guru Jadi Pilar Utama

Kampanye Rutin

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Nia Nurhasanah pada kesempatan yang sama menjelaskan, Kampanye Anak Indonesia Hebat merupakan wujud Partisipasi Semesta untuk mengimplementasikan visi Kemendikdasmen, Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Nia menyebutkan, ada beberapa aktivitas yang melibatkan anak-anak dan orang tua dalam mengimplementasikan 7 KAIH. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi tentang wajib belajar 13 tahun dan kegiatan lain terkait parenting.

“Ini merupakan kegiatan pertama kami yang berkolaborasi dengan mitra. Tentunya ini akan menjadi praktik baik. Karena setiap bulan, inshaallah, Direktorat PAUD akan melaksanakan kegiatan yang sama di beberapa kota. Harapannya praktik baik yang ada di Pangandaran ini bisa kita terapkan di wilayah-wilayah lain,” jelasnya.

Dukungan Kabupaten Pangandaran

Sementara itu, pada Kampanye Anak Indonesia Hebat, Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami menjelaskan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah lama menjadi perhatian Pemkab Pangandaran.

Menurutnya, pola pendidikan PAUD itu adalah pendidikan usia emas. Ini memang sangat penting, di mana pada saat itu anak-anak mudah mengingat dan mudah menghafal. PAUD ini mempunyai peran yang sangat penting. Pondasi dasarnya untuk dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya, SD, SMA ataupun Tinggi. Harapan tentunya lahirnya generasi emas.

“Pendidikan PAUD di daerah kami sudah diperkenalkan kepada pendidikan Agama yang fundamental. Di daerah kami anak-anak kecil sudah belajar cara salat, sudah belajar bacaan surat-surat pendek, belajar sopan-santun. Jadi, saya meyakini betul bahwa pendidikan PAUD di Kabupaten Pangandaran itu harus terus dikembangkan,” jelas Bupati Citra.

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan untuk Mencerdaskan dan Membentuk Karakter Bangsa

Rasakan Manfaat KAIH

Salah satu orang tua murid, Eva Rosdian dari TK Melati yang turut hadir dalam kegiatan Kampanye Anak Indonesia Hebat ini menuturkan bahwa penerapan 7 KAIH sangat bermanfaat karena menjadikan anak-anak lebih disiplin.

“Di rumah kita sudah membiasakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tapi namanya anak TK, jadi masih agak susah sedikit. KAIH bagus, dari ibadahnya, dari disiplinnya juga dan makanannya diperhatikan yang sehat. Ada perubahan pada anak saya, dia tidur lebih cepat, bangun juga lebih pagi,” tuturnya.

Sama halnya dengan Indah, orang tua murid PAUD PGRI Tunas Jelita yang mengungkapkan manfaat yang dirasakan oleh orang tua yang telah menerapkan 7 KAIH. Khususnya dalam hal disiplin waktu.

“Bagus ya. Kalau menurut saya biar anak itu disiplin jadi mandiri, terlatih sejak dini. Ini sudah saya terapkan di rumah. Alhamdullilah anak lebih mandiri, jadi sekarang sudah tidak sudah membangunkannya. Sudah tahu dia waktunya salat, waktunya sarapan,” ungkapnya. (#)

Penyunting Sugiran.