
Masjid Ar Royyan Buduran menggelar Pasar Gratis. Bagikan sayuran, perkuat ukhuwah, dan hadirkan masjid sebagai solusi bagi umat.
Tagar.co — Udara pagi pada Ahad, 20 Juli 2025 masih menusuk kulit. Kabut menyelimuti jalanan Buduran. Tetapi langkah jemaah terdengar mantap menuju Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran.
Dingin tak menyurutkan semangat mereka. Bahkan, ratusan warga dan jemaah telah berdatangan sebelum azan Subuh berkumandang. Mereka memenuhi pelataran masjid dengan wajah penuh harap dan kehangatan.
Pagi itu, Masjid Ar Royyan menggelar Pasar Gratis, kegiatan sosial bagian dari inisiasi “Pasar Kemadjoean”. Program rutin ini bentuk kepedulian masjid terhadap kebutuhan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini bukan sekadar membagikan sayuran segar secara cuma-cuma. Melainkan juga merawat kebersamaan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan masjid sebagai solusi bagi berbagai keadaan umat.

Kegiatan berawal dari salat Subuh berjemaah, lalu berlanjut kajian kitab Riyadush Shalihin. Ketua Takmir Masjid Ar Royyan, Ridwan Manan, menyampaikan kajian dengan khidmat. Jemaah antusias menyimak mutiara hadis yang terlantun.
Sebelum kajian, beberapa jemaah menikmati teh dan kopi hangat yang marbot masjid sediakan. Minuman sederhana ini menjadi penghangat istimewa di tengah udara pagi yang dingin. Namun, kehangatan sesungguhnya justru terpancar dari wajah berseri jamaah setelah mereka mendapatkan sayuran segar gratis.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya soal sayur gratis, tapi juga ilmu yang menyejukkan hati. Dapat dua-duanya dalam satu pagi, luar biasa,” ucap seorang ibu dengan mata berbinar. Ia menggendong kantong belanjaan berisi sawi, wortel, buncis, terong, dan bumbu Mahmudah.

Masjid Pusat Solusi Umat
Agus Waluyo, pengurus Takmir Masjid Ar Royyan, berharap kegiatan semacam ini dapat terlaksana rutin setiap bulan. “Bulan ini kami mulai dengan sayur-sayuran. Insyaallah bulan depan bisa sembako, dan seterusnya. Intinya, kami ingin kegiatan ini memberi manfaat langsung ke masyarakat,” tuturnya.
Gayung bersambut. Jemaah menyambut usulan tersebut dengan kompak dan semangat. Ruangan masjid penuh tawa kecil, senyum lebar, dan anggukan penuh harap.
Di balik suksesnya kegiatan ini, ada Gurit Rahmadhani dari Arroyyan Youth Squad yang sibuk sejak malam sebelumnya. Bersama timnya, ia memastikan semua logistik tersusun rapi dan siap mereka bagikan setelah kajian.
“Rasanya lega, semua yang datang bisa pulang dengan bahagia. Kami ingin masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga menjadi tempat solusi bagi umat,” ujarnya dengan senyum lelah, tetapi penuh kepuasan.
Pagi itu, Masjid Ar Royyan tidak hanya menjadi tempat sujud. Ia menjelma ruang yang merangkul, memberi secara spiritual dan sosial. Doa dan kebutuhan harian bertemu di sana. Dari sanalah, harapan sederhana tumbuh kuat, terbasuh embun pagi dan senyum penuh syukur.
Jurnalis Bayu Firdaus Penyunting Sayyidah Nuriyah












