
Pantai Takisung bukan sekadar destinasi wisata. Bagi jemaah Masjid As-Syfa RS Ulin Banjarmasin, pantai ini menjadi ruang tadabur alam dan tempat menyulam hangatnya silaturahmi. Sebuah perjalanan penuh makna di antara pasir putih, masjid bersejarah, dan suasana kebersamaan yang menyejukkan hati.
Oleh: dr. Mohamad Isa
Tagar.co – Tadabur alam artinya menikmati dan mensyukuri alam ciptaan Allah. Alam dan seluruh isinya diciptakan Allah untuk umat-Nya. Umatlah yang menentukan, apakah alam ini dinikmati dan dimanfaatkan, atau justru dirusak dan dihancurkan.
Silaturahmi adalah suatu kegiatan yang bertujuan menyambung persaudaraan atau kekerabatan antarsesama manusia. Umatlah yang menentukan, apakah silaturahmi disambung atau diputus. Masing-masing pilihan punya konsekuensi.
Bila silaturahmi tetap tersambung, maka akan membawa rezeki, kesehatan, dan panjang umur. Namun bila terputus, bisa menimbulkan perselisihan, pertengkaran, bahkan peperangan.
Tadabur dan silaturahmi. Kedua kegiatan ini bila digabung akan menjadi sesuatu yang indah: menikmati alam dan menyambung persaudaraan. Dua kata yang dapat membuat kita merasa bahagia.
Bahagia adalah keadaan yang membuat seseorang merasa nyaman menjalani hidup. Setiap orang memerlukan kebahagiaan agar tubuh dan jiwanya tetap sehat.

Tadabur Alam ke Pantai Takisung
Pada hari Ahad, 27 Juli 2025, kami mengadakan acara silaturahmi dan tadabur alam bersama pengurus dan jemaah Masjid As-Syfa RS Ulin Banjarmasin ke Pantai Takisung, Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Dengan mengendarai bus melalui jalan yang mulus, perjalanan dari Banjarmasin ke Kota Pelaihari sejauh 65 km, dan dari Pelaihari ke Pantai Takisung sejauh 25 km, total 90 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Pantai ini merupakan pantai terdekat dari Kota Banjarmasin dibandingkan pantai-pantai lainnya.
Pantai Takisung adalah tempat wisata yang cukup indah, dengan tiket masuk hanya Rp10.000 per orang. Pantainya berpasir putih, landai, dan aman digunakan untuk bermain atau berenang.
Banyak tersedia tenda sewaan yang dapat dipakai untuk berteduh dan berkumpul bersama keluarga atau rombongan. Cukup dengan biaya Rp50.000 per tenda lengkap dengan alasnya.
Kondisi pantai saat ini cukup bersih, meskipun masih kurang pepohonan. Selain bermain dan bersantai, pengunjung juga dapat berbelanja aneka produk lokal seperti ikan asin, telang, ikan teri, terasi, kerupuk ikan, pisang, pepaya, dan sebagainya.
Dalam perjalanan pulang ke Banjarmasin, kami singgah untuk salat di Masjid Agung Syuhada, Kota Pelaihari. Masjid tertua di wilayah ini, dibangun pada tahun 1935. Pada masanya, masjid ini menjadi pusat pergerakan melawan penjajah. Masjid yang megah ini merupakan perpaduan arsitektur Banjar dan modern, dengan kapasitas hingga 5.000 jemaah.
Kami juga bersilaturahmi ke rumah orang tua salah satu kaum Masjid As-Syfa yang berada di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Tempat Wisata yang Baik
Wisata adalah bagian dari kebutuhan jiwa untuk menjadi lebih sehat dan bahagia. Diperlukan suasana yang nyaman, indah, dan bersih. Kondisi ini harus dijaga agar terus menarik minat wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
Bila jumlah wisatawan meningkat, maka ekonomi masyarakat lokal pun ikut terdongkrak.
Pariwisata bisa menjadi sumber peningkatan pendapatan negara dan devisa.
Tadabur alam perlu digalakkan agar kita menjadi pribadi yang tawaduk, dan lebih meningkatkan ketakwaan.
Silaturahmi harus terus dijaga agar hidup terasa lebih bermakna dan membahagiakan.
Tempat wisata yang baik merupakan bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah dan negara. (#)
Banjarmasin, 1 Agustus 2025
Penyunting Mohammad Nurfatoni












