
Pagi hangat di SD Muri Kebomas Gresik menjadi saksi antusiasme anak-anak PAUD Al Walidah dan TK Aisyiyah. Dengan hasduk HW dan permainan bola kekompakan, mereka belajar kerja sama, disiplin, dan kebersamaan dengan cara menyenangkan.
Tagar.co – Pagi ini, Jumat 28 November 2025, sinar matahari hangat mulai menyinari lapangan SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur. Anak-anak PAUD Al-Walidah Giri dan TK Aisyiyah XI Giri berbaris rapi, mengenakan seragam olahraga lengkap dengan hasduk Hizbul Wathan (HW) hijau-kuning.
Mata mereka berbinar, tangan terkepal siap bergerak, menanti arahan dari guru-guru SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Novita Dyah Puspitasari, S.Pd.I., dan Dita Rahmania, S.Pd., yang menjadi guest teacher hari ini.
Baca juga: Judi Online, Menunggu Kabar Bandar Besar Ditangkap
“Kita mulai dengan permainan, Auladi!” seru Ayunda Dita, sapaan salah satu pembina HW. Seketika, anak-anak berlari mencari tempat persembunyian, mengintip di balik tiang dan pohon. Setelah dipanggil kembali, mereka membentuk lingkaran besar dengan langkah cepat dan tawa yang menular.
Semangat mereka makin nyata saat Ayunda Dita mengajak tepuk HW bersama. “Prok… prok… prok… H… W… yes!” Suara kecil dan besar bersahut-sahutan, menciptakan ritme tersendiri yang membuat anak-anak tertawa lepas.

Materi kali ini adalah pengenalan hasduk, simbol kebanggaan HW. Ayunda Dita bertanya, “Siapa yang tahu benda apa ini di leher kalian?”
“Hasduk!” jawab mereka kompak, sambil saling menunjuk dan tersenyum. Anak-anak lalu belajar memasang hasduk dengan benar, saling menolong teman yang belum pas, sambil tetap bercanda ringan.
Keceriaan berlanjut dengan game “Bola Kekompakan”. Anak-anak dibagi kelompok 10–12 orang, lalu melempar bola melalui atas, samping, bawah, bahkan terowongan kaki.
Setiap lemparan diiringi tawa dan sorak yang terdengar spontan, bukan dibuat-buat. Ada yang tersandung sedikit, ada yang gagal menangkap bola, tapi semuanya kembali tertawa dan mencoba lagi.

Guru-guru PAUD Al-Walidah dan TK Aisyiyah XI Giri tak tinggal diam. Sarah Arifah Safitri, S.Pd., salah satu guru TK, ikut berlari memberi semangat.
“Ayo… ayo… ayo!” Sorakannya membuat anak-anak lebih bersemangat, seolah energi mereka menular ke seluruh lapangan.
Kegiatan Hizbul Wathan bukan sekadar permainan. Anak-anak belajar disiplin, kekompakan, dan kerja sama. Sekaligus, momen ini memperkuat hubungan antara SD Muhammadiyah 1 Kebomas, TK ABA XI Giri, dan PAUD Al-Walidah Giri.
Saat bola terakhir dilempar dan tepuk HW diakhiri, tersisa senyum di wajah anak-anak—senyum yang sederhana, namun penuh makna. Hari itu, mereka membuktikan bahwa belajar bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, nyata, dan membekas di hati. (#)
Jurnalis Dita Rahmania Penyunting Mohammad Nurfatoni












