
Sebanyak 488 guru PAUD Aisyiyah Surabaya rayakan halalbihalal dengan cara tak biasa: nonton bareng film Qodrat 2. Momentum ini menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus menyegarkan semangat.
Tagar.co – Langkah kaki para guru PAUD Aisyiyah se-Kota Surabaya terdengar riuh memasuki lobi bioskop CGV BG Junction, Rabu pagi (9/4/2025). Mereka bukan sekadar ingin menyaksikan film, tetapi merayakan kebersamaan dalam suasana halalbihalal yang penuh makna.
Sebanyak 488 guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Kota Surabaya duduk berdampingan di dua teater, menyaksikan film Qodrat 2, sebuah film yang dibintangi Vino G. Bastian dan Acha Septriasa. Kegiatan ini menjadi tradisi dua tahunan yang dinantikan, sebagai bagian dari momentum mempererat ukhuwah selepas Ramadan.
Baca juga: “Adolescence”: Cermin Sunyi di Tengah Kebisingan Zaman
“Kegiatan nobar ini sebagai bentuk lain supaya para guru tidak bosan dengan rutinitas yang sama dari tahun ke tahun,” ujar Dra. Nurul Kartika Ayu, Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya.
Mengusung tema “Membangun Kebersamaan, Membangun Persaudaraan”, acara halalbihalal ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga refleksi dan pembaruan semangat. Dalam sambutannya, Nurul Kartika mengingatkan pentingnya menjalin silaturahmi dan saling memaafkan setelah sebulan penuh ditempa Ramadan.
“Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadan diterima oleh Allah Swt,” ucapnya penuh harap. Ia juga mengingatkan agar semangat ibadah tak berhenti setelah Ramadan, tetapi justru semakin ditingkatkan, salah satunya dengan melaksanakan puasa Syawal.

Dia pun menyinggung soal tugas besar yang menanti di depan mata. “Setelah libur panjang, banyak tugas menanti. Terutama suksesnya PPDB tahun ajaran 2025–2026 harus menjadi prioritas. Dan yang tidak kalah penting, peningkatan mutu SDM juga harus selalu diupdate,” tambah istri dari Imam Syaukani ini.
Tepat pukul 10.00 WIB, lampu di ruang teater perlahan padam. Film Qodrat 2 pun diputar serentak di dua layar bioskop, disaksikan ratusan guru dan empat perwakilan PDA Kota Surabaya. Suasana khidmat, tawa, hingga haru mengiringi setiap adegan film yang sarat pesan moral dan spiritual.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari jargon IGABA Kota Surabaya: Satu Kata, Satu Hati. Melalui layar lebar dan kebersamaan, para guru tak hanya terhibur, tapi juga saling menguatkan dalam semangat dakwah dan pendidikan anak usia dini. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












