
Ketua PDM Gresik, H. Muhammad Thoha Mahsun, mengajak seluruh peserta MTQ ke-5 untuk menanamkan semangat gembira dalam berkompetisi. “MTQ ini bukan sekadar lomba, tapi cara kita bergembira bersama Al-Qur’an,” ujarnya.
Tagar.co – Suasana semarak dan penuh keakraban menyelimuti halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme, Gresik, Sabtu (11/10/2025). Ratusan peserta, pendamping, dan warga Muhammadiyah dari berbagai cabang berkumpul dalam perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Baca juga: Dari Tilawah hingga Isyarat: MTQ Ke-5 PDM Gresik Rayakan Inklusivitas dan Prestasi tanpa Batas
Di tengah gegap gempita itu, Ketua PDM Gresik, H. Muhammad Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M.HES., hadir memberikan motivasi yang meneduhkan: “MTQ ini didesain untuk bergembira—bergembira dengan Muhammadiyah, dan bergembira dengan Al-Qur’an.”
Gembira dengan Al-Qur’an
Dalam sambutannya, Thoha Mahsun menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi wadah menanamkan cinta dan kebahagiaan terhadap Al-Qur’an.
“Selamat berkompetisi, selamat bertanding. Semua ini untuk Allah. Niatkan untuk mengembangkan keilmuan santri dan anak didik kita,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia juga menekankan bahwa desain acara ini bukan untuk mencari juara semata, melainkan menghadirkan suasana ceria dan kebersamaan di antara seluruh keluarga besar Muhammadiyah. “MTQ ini didesain supaya gembira, agar kita semua bergembira dengan Al-Qur’an,” tambahnya.

Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi
Sebelum menyampaikan pesan utama, Thoha sempat memberi salam hormat kepada Camat Cerme, H. Umar Hasyim, serta jajaran kepolisian setempat yang ikut mendukung kelancaran acara.
“Nyuwun sewu Pak Camat, daerah panjenengan ramai dua hari ini. Mohon ijin juga Pak Kapolsek Cerme,” katanya dengan nada penuh keakraban, memancing senyum hadirin.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PCM Cerme sebagai tuan rumah, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah yang ikut memeriahkan defile peserta. “Saya bangga kepada seluruh cabang yang hadir, karena kebersamaan ini adalah kekuatan kita,” ucapnya.
Tak lupa, ia memberi apresiasi khusus kepada Innik Hikmatin, M.Pd.I., Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik, atas partisipasi anak-anak Aisyiyah, termasuk peserta dari kalangan disabilitas.
“Matur suwun, Ibu Innik. Anak-anak kita besok akan tampil. Kalau saya melihat lombanya nanti, mungkin air mata saya tak akan berhenti menetes,” ungkapnya haru.

Anak Disabilitas dan Makna Kemandirian
Thoha Mahsun tampak terenyuh ketika menyinggung peserta MTQ dari kelompok disabilitas, khususnya anak-anak tuna wicara yang tampil dalam cabang tilawah khusus. Ia berharap kegiatan semacam ini menjadi ruang tumbuh bagi mereka untuk percaya diri dan mandiri.
“Semoga anak-anak kita terus tampil, percaya diri, dan mandiri dalam kegiatan keseharian mereka,” harapnya.
Menuju MTQ Ke-6 di Kota Gresik
Menutup sambutannya, Thoha mengumumkan bahwa PCM Gresik akan menjadi tuan rumah MTQ ke-6 PDM Gresik tahun 2026. Ia berpesan agar persiapannya dimulai sejak dini.
“Mulai sekarang disiapkan, jangan kalah dengan Cerme,” katanya sambil tersenyum lebar.
Dengan semangat yang menular, Thoha Mahsun menegaskan bahwa berkompetisi dalam MTQ bukan semata soal menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana membumikan Al-Qur’an dengan rasa bahagia.
“Karena kebahagiaan sejati itu lahir ketika kita membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan hati yang gembira,” tutupnya. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












