Feature

Kontribusi Ikhlas Anggota Jadi Energi Kemajuan Muhammadiyah

105
×

Kontribusi Ikhlas Anggota Jadi Energi Kemajuan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Ketua PDM Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun saat mengisi materi pada hari kedua Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) Kelas X Putri, Selasa (24/2/2026). (Tagar.co/Zada Kanza Makhfiya Mohammad)

Ketua PDM Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun menegaskan kader Muhammadiyah harus berkhidmat tanpa pamrih. Keikhlasan anggota diyakini menjadi tenaga penggerak utama kemajuan persyarikatan berkemajuan di era kini.

Tagar.co – “‘Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah’ mengandung makna bahwa setiap anggota harus berkontribusi dengan ikhlas untuk memajukan organisasi.”

Pesan itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Muhammad Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M.HES., saat mengisi materi pada hari kedua Pesantren Kilat Darul Arqam (PKDA) Kelas X Putri, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Fikih Wanita di PKDA Smamsatu: Taharah dan Tiga Macam Darah Dibahas Tuntas

Dalam paparannya, Thoha Mahsun menegaskan bahwa berdirinya Muhammadiyah dilatarbelakangi oleh kondisi umat Islam yang saat itu masih bercampur dengan praktik tahayul, bid’ah, dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadis.

Karena itu, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid untuk mengembalikan ajaran Islam kepada sumber yang murni.

Ia menekankan bahwa tujuan utama Muhammadiyah adalah memurnikan akidah umat dari praktik syirik, takhayul, dan khurafat. Sebagai ilustrasi, ia menyinggung tradisi sesajen atau ritual yang diyakini sebagian masyarakat untuk meminta perlindungan kepada selain Allah.

Baca Juga:  Mengapa Muhammadiyah Selalu Tampak “Mendahului”?

“Kira-kira di sini apakah masih ada yang di desanya memakai sesajen?” tanyanya kepada peserta.

Mayoritas peserta menjawab praktik tersebut kini sudah jarang ditemui di lingkungan mereka.

Lebih lanjut, Thoha Mahsun menjelaskan bahwa gerakan Muhammadiyah tidak berhenti pada pemurnian akidah, tetapi juga bergerak kuat di bidang pendidikan dan sosial.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sekolah, perguruan tinggi, dan rumah sakit yang didirikan Muhammadiyah sebagai wujud dakwah berkemajuan.

Sesi semakin hidup ketika forum dibuka untuk tanya jawab. Nikita Alfina Syahriani (X4) mengajukan pertanyaan tentang bagaimana Muhammadiyah mampu melahirkan gagasan-gagasan maju, sekaligus menyinggung kembali prinsip yang disampaikan pemateri.

Menanggapi hal itu, Thoha Mahsun menegaskan bahwa prinsip tersebut menuntut setiap kader berkontribusi secara ikhlas dan menjadikan pengabdian sebagai roh gerakan.

Penguatan ideologi melalui materi ini menjadi bekal penting bagi peserta PKDA Putri dalam memahami jati diri Muhammadiyah sekaligus meneguhkan komitmen berorganisasi secara tulus dan berkemajuan. (#)

Jurnalis Kinanthi Tiara Dewi | Penyunting Mohammad Nurfatoni