Feature

Menyalakan Terang Kartini: PDNA Ponorogo Bangkitkan Semangat Perempuan Muda di SDMT

34
×

Menyalakan Terang Kartini: PDNA Ponorogo Bangkitkan Semangat Perempuan Muda di SDMT

Sebarkan artikel ini
Suasana upacara bendera memperingati Hari Kartini di SDMT Ponorogo, Senin (21/4/25) (Tagar.co/Rihan Dwidarma)

Dalam peringatan Hari Kartini di SDMT Ponorogo, PDNA menghidupkan semangat emansipasi dengan pesan inspiratif dan langkah konkret membina kader perempuan muda Muhammadiyah secara berkelanjutan.

Tagar.co — Di halaman SD Muhammadiyah Terpadu (SDMT) Ponorogo, Jawa Timur, Senin (21/4/25) langit pagi tampak cerah, seolah menyambut semangat anak-anak bangsa yang berkumpul memperingati Hari Kartini.

Bukan sekadar upacara seremonial, momen ini berubah menjadi ruang refleksi dan inspirasi, ketika Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Ponorogo, Nova Robithotul Khoir, S.Pd.I., berdiri di hadapan para peserta sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Nova mengajak seluruh siswa, guru, dan tamu undangan untuk kembali merenungkan warisan pemikiran dan perjuangan Raden Ajeng Kartini.

“Kartini memang telah tiada, namun semangatnya terus hidup. Dan semangat itulah yang harus kita warisi, kita jaga, dan kita aktualisasikan dalam kehidupan kita hari ini,” ujarnya dengan suara mantap.

Lebih dari sekadar mengenang tokoh emansipasi, Nova menghubungkan perjuangan Kartini dengan ajaran Islam yang menempatkan perempuan secara mulia dan setara. Ia menyebut nama-nama besar seperti Khadijah Ra. dan Aisyah Ra. sebagai simbol kekuatan, kecerdasan, dan kepemimpinan perempuan dalam sejarah Islam.

Baca Juga:  143 Calon Mahasantri Ikuti Tahapan Screening Pesma Al-Manar Umpo

“Jangan pernah takut bermimpi besar. Jangan biarkan siapa pun merendahkan potensimu hanya karena kamu perempuan,” pesannya penuh energi, membakar semangat generasi muda yang mendengarnya.

Ketua PDNA Ponorogo, Nova Robithotul Khoir, S.Pd.I. (kanan) dalam pertemuan dengan pimpinan dan guru SDMT Ponorogo (Tagar.co/Rihan Dwidarma)

Usai upacara, semangat itu tidak berhenti di lapangan. PDNA Ponorogo bersama pihak SDMT melanjutkan langkah nyata dengan menggelar konsolidasi. Kegiatan ini menjadi titik awal sinergi antara organisasi perempuan muda Muhammadiyah dan sekolah dalam membina kader perempuan usia 16–40 tahun—usia yang menjadi basis utama gerakan Nasyiatul ‘Aisyiyah.

Pihak SDMT menyambut baik inisiatif tersebut. Kolaborasi ini akan menjadi wadah pembinaan bagi guru dan karyawan perempuan agar lebih aktif berkontribusi dalam gerakan dakwah dan sosial kemasyarakatan.

Peringatan Hari Kartini tahun ini bukan sekadar mengenang masa lalu. Ia menjadi bukti bahwa terang yang dulu diperjuangkan Kartini kini menyala di tangan-tangan perempuan muda Muhammadiyah—yang berani melangkah, berani berubah, dan berani memberi arti.

“Habis gelap, terbitlah terang.” Kini, terang itu hadir dari langkah kecil yang menyalakan cahaya besar bagi umat dan bangsa. (#)

Baca Juga:  Mendongeng Kisah Nabi, Inovasi MIC Ke-6 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan Ponorogo

Jurnalis Rihan Dwidarma Penyunting Mohammad Nurfatoni