Feature

Baitul Arqam Pesma Al-Manar Umpo, Cetak Kader Dakwah Intelektual

32
×

Baitul Arqam Pesma Al-Manar Umpo, Cetak Kader Dakwah Intelektual

Sebarkan artikel ini
Darul Arqam Gelombang 6 Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Jawa Timur. (Tagar.co/Istimewa)

Pesma Al-Manar Umpo membuka Baitul Arqam gelombang 6, menyiapkan mahasantri menjadi kader dakwah yang kuat dalam akidah, matang berpikir, dan siap membawa perubahan positif.

Tagar.co — Jumat, 25 April 2025 menjadi hari penuh semangat di lingkungan Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Jawa Timur. Puluhan mahasantri baru yang tergabung dalam gelombang 6 berkumpul untuk mengikuti pembukaan Baitul Arqam, sebuah program pembinaan karakter dan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Sejak pagi, suasana di Pesma Al-Manar terasa berbeda. Mahasantri mengenakan pakaian rapi, membawa semangat yang sama: meneguhkan jati diri sebagai intelektual Muslim yang kokoh dalam akidah, matang dalam pemikiran, dan siap mengemban misi dakwah.

Baca juga: Nafas Gemilang Rogo: Sinergi Nasyiatul Aisyiyah-Fatayat NU Ponorogo demi Generasi Bebas Stunting

Baitul Arqam, lebih dari sekadar pelatihan, merupakan bagian integral dari upaya mencetak kader persyarikatan Muhammadiyah. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menanamkan identitas kader yang berkomitmen terhadap perjuangan Islam berkemajuan.

Baca Juga:  143 Calon Mahasantri Ikuti Tahapan Screening Pesma Al-Manar Umpo

Acara pembukaan diawali dengan sambutan penuh makna dari Dr. Nurul Abidin, Lc., M.Ed., Kepala Divisi Pengkaderan dan Pesantren Mahasiswa Al-Manar. Dalam pidatonya, dia membawa para peserta menelusuri kembali sejarah Darul Arqam, rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam, yang menjadi saksi bisu perjuangan Rasulullah Saw. dalam membina umat Islam pertama.

“Di Darul Arqam itulah Rasulullah menyiapkan generasi pertama umat Islam yang kemudian mengubah wajah dunia. Semangat itulah yang ingin kita hidupkan kembali di Pesma Al-Manar,” ujarnya.

Menyusul sambutan tersebut, Mushlih Candrakusuma, M.E., dari Badan Pembinaan Pengembangan Pengkajian Dakwah Islam (BP3DI) Umpo. Dia memberikan motivasi kepada para mahasantri tentang pentingnya peran mereka dalam dakwah kontemporer. Ia menekankan bahwa dakwah tidak harus dilakukan di mimbar besar, tetapi bisa melalui hal-hal sederhana dalam keseharian.

“Misalnya, ketika sedang di kelas, jangan ragu untuk mengingatkan dosen tentang waktu salat. Itu pun bagian dari dakwah, menumbuhkan kesadaran kolektif untuk saling mengingatkan dalam kebaikan,” pesan Mushlih.

Baca Juga:  Mendongeng Kisah Nabi, Inovasi MIC Ke-6 MTs Muhammadiyah 2 Jenangan Ponorogo

Dengan ditandai pembukaan resmi oleh kedua tokoh tersebut, Baitul Arqam gelombang 6 ini pun dimulai. Selama dua hari ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penguatan ideologi Islam Kemuhammadiyahan, outbond kebersamaan, hingga kajian tematik tentang peran tokoh Muhammadiyah dalam sejarah bangsa.

Guna mengukur efektivitas pelatihan, instruktur juga menerapkan pre-test dan post-test, memastikan materi yang diberikan benar-benar terserap. Selain itu, dinamika kelompok dan refleksi malam menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembentukan karakter mahasantri.

Bagi Pesma Al-Manar, Baitul Arqam bukan sekadar rutinitas. Ia adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam prinsip, siap menjadi pelopor dakwah, dan mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.​ nLangkah kecil yang penuh makna, demi membangun peradaban Islam yang rahmatanlilalamin. (#)

Jurnalis Rihan Dwidarmawati Penyunting Mohammad Nurfatoni