Feature

Menulis Skripsi Tak Lagi Menyeramkan: Seminar Kepenulisan Tugas Akhir di UM Bandung

26
×

Menulis Skripsi Tak Lagi Menyeramkan: Seminar Kepenulisan Tugas Akhir di UM Bandung

Sebarkan artikel ini
Pemateri dan peserta Seminar Kepenulisan Tugas Akhir yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Bandung, Senin 14 Juli 2025 (Tagar.co/Feri anugrah)

Seminar kepenulisan tugas akhir yang digelar BEM UM Bandung memadukan strategi menulis, pemanfaatan AI, dan teknik menjaga kesehatan mental agar mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi secara efektif, tepat waktu, dan tanpa stres.

Tagar.co — Suasana Auditorium KH Ahmad Dahlan di lantai tiga gedung Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta No. 752, tampak semarak pada Senin (14/7/2025).

Mahasiswa dari berbagai program studi berkumpul, bukan untuk kuliah rutin, melainkan mengikuti Seminar Kepenulisan Tugas Akhir yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Bandung.

Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Di baliknya, ada semangat kolektif untuk saling bantu menyelesaikan satu momok akademik: skripsi. Ketua BEM UM Bandung, Muhammad Tazakka Ahsan, menyebut seminar ini sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa untuk mahasiswa.

Baca juga: Pameran Seni Visual UM Bandung Menarik Minat Guru Malaysia

“Melalui seminar ini, kami ingin menghadirkan solusi, bukan hanya teori, tetapi juga praktik untuk mendampingi mahasiswa hingga tugas akhir mereka selesai tepat waktu,” ungkap Tazakka lugas.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Apresiasi pun datang dari pihak kampus. Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier UM Bandung, Taufik Maulana, menilai seminar ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa, terutama yang sedang berjibaku dengan penyusunan skripsi. Ia menyoroti pentingnya menjaga semangat agar tak padam di tengah jalan.

“Biasanya di semester akhir ini semangat suka naik turun. Maka dengan seminar seperti ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga motivasi,” tuturnya.

Cerdas Pakai AI

Menghadirkan narasumber praktis dan inspiratif, seminar ini menyajikan banyak strategi menulis skripsi secara efektif. Yurid Audina, Founder Belajar Riset Indonesia, membuka wawasan peserta tentang pentingnya memahami struktur penelitian, menemukan research gap, dan menyusun judul yang kontekstual dengan perkembangan zaman.

Ia mendorong mahasiswa untuk bersikap adaptif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Sekarang mahasiswa harus cerdas memanfaatkan AI, seperti Scholar GPT, DeepSeek, Humata AI, atau SINTA Kemdikbud untuk brainstorming topik dan menyusun proposal,” papar Yurid.

Namun, ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tetap harus dibarengi pemahaman yang utuh. Menurutnya, skripsi tak bisa dikerjakan asal jadi, melainkan perlu struktur dan makna.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

“Skripsi bukan cuma soal selesai, tetapi bagaimana menyelesaikannya dengan cara yang cerdas, terstruktur, dan bermakna. Kita bisa manfaatkan teknik ATM atau amati, tiru, dan modifikasi dalam menemukan ide judul yang siap digarap,” tambahnya.

Menjaga Mental, Menjaga Skripsi

Tak hanya membahas teknis penulisan, seminar ini juga menyentuh sisi emosional mahasiswa. Irianti Usman, Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung, tampil sebagai narasumber kedua dengan topik pentingnya menjaga kesehatan mental selama proses penyusunan tugas akhir.

Ia mengungkapkan banyak mahasiswa mengalami tekanan psikologis—mulai dari overthinking, stres, hingga burnout—akibat beban akademik yang tak ringan.

“Kalau otakmu capek, dia ngambek. Enggak mau mikir, enggak mau revisi. Maka jaga dulu mentalnya, baru skripsi bisa jalan,” ujarnya santai namun menyentuh.

Irianti pun membagikan kiat-kiat menjaga motivasi, mulai dari membuat target kecil, menerapkan teknik Pomodoro, menghindari distraksi, hingga menghadiahi diri sendiri usai menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

“Skripsi itu bukan soal nilai, tetapi latihan disiplin, tanggung jawab, dan manajemen diri,” tandasnya.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

Dengan paduan materi teknis dan psikis, seminar ini bukan hanya menyulut semangat para mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi, tetapi juga mengingatkan bahwa proses akademik adalah bagian dari pembentukan karakter dan kematangan diri. (#)

Jurnalis Feri Anugrah Penyunting Mohammad Nurfatoni