Feature

Pameran Seni Visual UM Bandung Menarik Minat Guru Malaysia

37
×

Pameran Seni Visual UM Bandung Menarik Minat Guru Malaysia

Sebarkan artikel ini
Pameran seni visual diadakan oleh mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jumat (2/5/2025).
Pengunjung melihat kreasi seni visual di UM Bandung.

Kreasi seni visual dari 12 perguruan tinggi meramaikan pameran di Selasar Gagas UM Bandung.

Tagar.co – Pameran seni visual diadakan oleh mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jumat (2/5/2025).

Pembukaan acara bernama International Art and Craft Exhibition berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga Gedung UM Bandung Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Pameran seni visual ini bertajuk Jejak Rasa: Collaboration Art and Craft to Empower Global Identity. Acara berlangsung hingga Selasa, 6 Mei 2025 di Selasar Gagas UM Bandung.

Sejumlah karya seni dari mahasiswa Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung dan beberapa kampus lain dipamerkan.

Hadir dalam acara ini Rektor Herry Suhardiyanto, Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Irianti Usman, serta para guru Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Malaysia.

Kepala Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung, Saftiyaningsih Ken Atik, menjelaskan, ide pameran ini berawal dari kunjungan tamu luar negeri yang kemudian berkembang menjadi ajang kolaborasi kreatif.

”Pameran seni visual ini merupakan bentuk kolaborasi lintas negara yang tidak hanya mempertemukan karya, tetapi nilai dan identitas budaya,” katanya.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru Fakultas Farmasi UM Bandung Didorong Perkuat Kolaborasi dan Daya Saing

”Kami ingin menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang mampu berbicara di panggung global,” tambahnya.

Ken Atik berharap, kegiatan ini dapat mendorong aksi nyata dari kampus untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya.

”Sebagai bagian dari Islamic Technopreneur University, kami ingin karya-karya kriya ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi menyampaikan pesan tentang siapa kita, bangsa dengan akar budaya yang kuat di tengah dunia yang semakin tanpa batas,” jelasnya.

Seni Visual di Malaysia

Pameran ini menarik perhatian para guru dari delapan Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Malaysia. Para guru Malaysia berasal dari SAM Bandar Baru Salak Tinggi, SMK Bandar Baru Salak Tinggi, SMK Cyberjaya, SMK Dato Abu Bakar Baginda, SMK Pantai Sepang Putra, SMK Putra Perdana,  SMK Sri Sepang, SMK Sungai Pelek, dan SMK Sungai Rawang.

Mereka ikut belajar seni kriya dan desain. ”Semangat mereka mempelajari hal-hal baru di bidang seni kriya dan desain sangat luar biasa,” tutur Ken.

Ketua Delegasi Guru Pendidikan Seni Visual Daerah Sepang, Malaysia, Salbiah binti Sanusi, mengapresiasi penyambutan dan pelaksanaan pameran di UM Bandung.

Baca Juga:  Menemukan Ketenangan lewat Seni di Kano Art Space

”Alhamdulillah, sambutannya lebih keren daripada lawatan kami sebelumnya. Program Jejak Rasa ini merupakan kejutan luar biasa bagi rombongan kami,” ujar Salbiah.

Salbiah menjelaskan, pengajaran seni visual wajib di sekolah Malaysia pada tingkatan 1 hingga 3. Pada tingkatan 4 dan 5 bersifat elektif (pilihan).

”Banyak siswa yang mengambil seni bukan karena minat sehingga kami harus bekerja keras agar mereka dapat menghargai seni,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Malaysia, seni visual diajarkan secara dasar, baik teori maupun praktik, seperti menggambar dan crowd art. ”Kami hanya mengajarkan hal-hal yang dasar. Harapannya mereka bisa mahir secara dasar,” tambahnya.

Salbiah melihat pameran seni visual ini sebagai peluang kolaborasi antara sekolah-sekolah di Malaysia dengan UM Bandung. ”Mudah-mudahan ini bukan pertemuan terakhir, tetapi titik permulaan. Kami memiliki dua sekolah berbasis agama dan murid-muridnya bagus secara akademik. Mungkin nanti bisa kerja sama lebih lanjut,” tandasnya.

Penampilan fashion show mahasiswa UM Bandung di pembukaan Pameran Seni Visual.

12 Peserta

Berbagai karya seni penuh warna dipamerkan di Selasar Gagas UM Bandung. Karya-karya tersebut berhasil memikat perhatian para pengunjung, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.

Baca Juga:  Menemukan Ketenangan lewat Seni di Kano Art Space

Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen dengan berswafoto di lokasi pameran yang sekaligus menjadi spot foto estetik.

Pada pembukaan pameran juga ditampilkan peragaan busana (fashion show) diiringi musik tradisional Rumpakasahita. Mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion juga turut mempersembahkan tarian sampurasun sebagai tarian selamat datang.

Sejumlah karya seni dosen dan mahasiswa dari kampus lain juga dipamerkan dalam kegiatan ini. Mereka berasal Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Institut Seni Indonesia Denpasar, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Institut Seni Indonesia Surakarta, Institut Teknologi Nasional, Jakarta Institute of Arts, Sekolah Tinggi Desain Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Teknologi Digital, brand Paivi Punamaki dari Skandinavia, dan UM Bandung. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto