
Dalam semarak Hari Anak Nasional 2025, Menko PMK Pratikno mengajak anak-anak Indonesia untuk hidup sehat dan bijak berteknologi. Dari pemeriksaan kesehatan hingga deklarasi nasional, semangat perlindungan anak digaungkan lintas generasi.
Tagar.co— Suasana ceria memenuhi Gedung Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM), Selasa pagi (15/07/2025), ketika ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan disambut hangat oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2025, Menko PMK hadir langsung dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Sekolah, menyapa anak-anak, meninjau layanan kesehatan, dan membuka forum interaktif yang menyatukan siswa, guru, hingga akademisi.
Baca juga: Santri Bisa Kuliah dari Pesantren, Menko PMK Dorong Akses Pendidikan Tinggi Digital
Menko PMK berkeliling meninjau proses pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti 500 siswa dari berbagai sekolah, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Para siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gigi, mata, telinga, gula darah, hingga kondisi gizi. Di tengah peninjauan, Menko PMK menyapa para siswa dan menanyakan hobi serta olahraga favorit mereka.

Usai peninjauan, Menko PMK membuka Seminar Nasional Peringatan Hari Anak Nasional Ke-41 Tahun 2025 yang menghadirkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA—baik siswa, guru, pejabat daerah, maupun kalangan akademisi.
Dalam suasana penuh interaksi, Menko PMK menyapa anak-anak TK dengan canda tawa, “Siapa yang dari TK? Siapa yang berani maju ke depan?” Anak-anak pun berlari maju dan naik ke atas panggung bersama Menko PMK. “Siapa yang pernah buka hape? Ingat, hanya boleh sebentar ya, jangan lama-lama,” pesannya.
Kepada siswa SMA, Menko PMK mengajak mereka memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris dan menyampaikan cita-cita. Seorang siswa dengan percaya diri mengungkapkan keinginannya menjadi diplomat internasional.
Sementara itu, anak-anak SD menyanyikan lagu “Selalu Ada di Nadimu” di atas panggung, menciptakan suasana ceria dan penuh semangat.
Melalui forum ini, Menko PMK juga menyampaikan pentingnya literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI) di kalangan anak-anak, orang tua, dan pendidik.
“Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam frekuensi kunjungan ke aplikasi AI. Sementara itu, rata-rata screen time orang Indonesia lebih dari tujuh jam per hari. Maka, kita perlu bijak, tidak mudah percaya, kritis, serta menggunakan teknologi untuk tujuan kebaikan, seperti mendorong inovasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, dilakukan pembacaan Deklarasi Hari Anak Nasional dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenko PMK dan Universitas Negeri Malang untuk penguatan perlindungan anak berbasis akademik dan kebijakan publik.
Hal ini menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan agenda nasional lintas sektor dan lintas generasi—bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan seluruh elemen bangsa.
Peringatan Hari Anak Nasional 2025 hari ini juga diwarnai dengan Wall of Hope Anak Indonesia, ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menyampaikan harapan dan cita-cita mereka—mulai dari keinginan menjadi guru, dokter, hingga pesan bijak tentang hidup sehat dan bijak berteknologi.
Dinding ini mencerminkan semangat anak-anak untuk masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi simbol penghormatan atas hak mereka untuk bersuara dan didengar.
Turut hadir dalam kegiatan ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi; Rektor Universitas Negeri Malang, Hariyono; Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin.
Hadir juga: Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, Elvieda Sariwati; Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S.; Kepala Dinas DP3AK Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati; serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Rina Istarowati. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












