
Nama Menteri Bahlil suka dipelesetkan orang menjadi Bahlul. Konon ini nama tokoh dongeng yang sikap dan omongannya menjengkelkan.
Tagar.co – Menteri Bahlil selalu membuat berita heboh. Kehebohan yang menyengsarakan rakyat.
Terbaru Bahlil Lahadalia yang menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuat aturan baru melarang penjualan elpiji 3 kilogram melalui pengecer mulai 1 Februari 2025.
Tak pelak muncul protes rakyat miskin yang semakin jauh membeli elpiji. Harus di pangkalan. Antre lagi. Sampai-sampai ada warga yang mati dalam antrean.
Menteri Bahlil menjadi sasaran protes dan kemarahan warga ketika meninjau pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Cibodas, Kota Tangerang, Selasa (4/2/2025) siang.
Video Bahlil diprotes warga viral beredar di media sosial. Bahlil hanya tertawa saja mendengar keluhan warga itu.
Setelah berjalan tiga hari aturan itu menimbulkan gejolak di masyarakat, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi membatalkan Peraturan Menteri ESDM pada Selasa (4/2/2025).
Pengecer boleh menjual elpiji 3 Kg lagi. Kini distribusi elpiji melon mulai normal lagi.
Alasan Menteri Bahlil melarang pejualan elpiji melon ke pengecer supaya subsidi tepat sasaran. Menurut dia, pengawasan pejualan dari agen ke pangkalan bisa dikontrol, tapi di pengecer ada yang menaikkan harga.
Kalau ini masalahnya, ya tindak saja pengecer nakal itu. Kenapa mesti membuat aturan yang bikin heboh dan menyengsarakan rakyat miskin.
Kalau kita runut ke belakang konversi minyak tanah ke elpiji merupakan program pemerintah zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2007.
Alasan program itu sama seperti dikatakan Bahlil sekarang. Yaitu mengurangi penyalahgunaan minyak tanah bersubsidi, menghemat anggaran pemerintah untuk subsidi, mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, menekan subsidi BBM, dan mengurangi polusi.
Supaya rakyat mau beralih ke elpiji pemerintah memberi kompor gas lengkap dengan regulator dan satu tabung elpiji melon 3 Kg.
Saat sosialisasi juru bicara pemerintah menerangkan, kelebihan penggunaan elpiji dibandingkan minyak tanah. Seperti harga lebih murah, lebih praktis, lebih bersih, lebih panas.
Program ini dilaporkan berhasil menghemat subsidi minyak tanah sebesar Rp197,05 triliun.
Nah, sekarang ketika rakyat sudah terbiasa pakai elpiji, Menteri Bahlil bikin ulah dengan peraturan yang tampaknya belum sepengetahuan presiden.
Heboh Rempang
Di zaman rezim Jokowi, Bahlil juga bikin heboh saat menjadi Menteri Investasi. Dia menggusur perkampungan warga Pulau Rempang kepulauan Riau untuk pembangunan Rempang Eco City.
Sebanyak 1.835 bangunan digusur. Alasannya kawasan ini masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Investor yang menggarap proyek ini adalah PT Makmur Elok Graha (MEG), anak perusahaan Grup Artha Graha milik Tomy Winata.
Ada lagi investor Cina Xinyi Group dengan investasi 11 dolar AS, katanya. Akan membangun pabrik kaca.
Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan Rempang Eco-City dapat menyerap sekitar 306.000 tenaga kerja hingga tahun 2080, katanya.
Rempang Eco-City akan fokus dikembangkan ke dalam tujuh zona utama. Seperti zona industri, zona agro-wisata, zona pemukiman dan komersial, zona pariwisata, zona hutan dan pembangkit listrik tenaga surya, zona margasatwa dan alam, serta zona cagar budaya.
Namun warga Rempang melawan penggusuran itu walaupun dijanjikan pemindahan ke permukiman baru.
Warga berdemonstrasi pada 7 September 2023. Bentrokan terjadi antara tim gabungan TNI-Polri dan warga Rempang di Jembatan IV Barelang, Batam. Polisi menembakkan gas air mata ke demonstran dan sekolah. Kekacauan pun terjadi.
Sampai hari ini kondisi Rempang ibarat bara dalam sekam.
Izin Usaha Tambang
Kemudian dia membuat heboh lagi dengan keputusan membagi izin usaha tambang batu bara untuk NU dan Muhammadiyah.
NU langsung menerima. Mendapatkan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk mengelola tambang batu bara di Kalimantan Timur.
Lokasi tambang yang dikelola NU berada di bekas tambang Kaltim Prima Coal (KPC) dengan luas sekitar 26.000 hektare. KPC anak perusahaan Bakrie Group.
Muhammadiyah yang semula pikir-pikir akhirnya menerima juga. Akibatnya Muhammadiyah menerima kecaman dari kalangan internal dan eksternal. Dituduh membiarkan dirinya terkooptasi oleh penguasa dengan menerima izin tambang yang rawan konflik.
Pemerintah akan memberikan izin usaha pertambangan khusus batu bara untuk Muhammadiyah juga di Kalimantan Timur.
Alasan Menteri Bahlil memberikan izin usaha tambang kepada dua ormas Islam itu karena sudah berjasa kepada bangsa dan negera sejak sebelum Indonesia merdeka.
Gelar Doktor
Bahlil bikin heboh lagi ketika ada berita mendapatkan gelar doktor dari Universitas Indonesia. Dia menjalani ujian doktor pada 16 Oktober 2024.
Disertasinya berjudul Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia.
Dia mengatakan menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan. Predikatnya cumlaude lagi.
Mendengar masa studi yang singkat ini sejumlah alumni UI menyampaikan petisi kepada Rektor UI meragukan gelar doktor Bahlil dan menuntut kaji ulang pemberian doktor itu.
Akhirnya gelar doktor Bahlil Lahadalia ditangguhkan oleh Universitas Indonesia setelah Sidang Promosi Terbuka Gelar Doktor Bahlil pada 16 Oktober 2024.
Pertimbangannya antara lain dugaan plagiarisme disertasi, protes dosen, profesor, mahasiswa, alumnus, dan BEM UI, dugaan joki disertasi.
Raja Jawa
Ketika terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Partai di Jakarta, Bahlil Lahadalia saat pidato menyebut tentang Raja Jawa.
”Kita harus lebih paten lagi. Soalnya, Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita,” kata Bahlil saat Munas Partai Golkar, 21 Agustus 2024.
Dia tidak menyebutkan siapa Raja Jawa yang dimaksud. Namun publik menduga orang yang dimaksud adalah Jokowi, mengingat kedekatan Bahlil dengannya.
Dari ungkapan raja Jawa itu kemudian disusul istilah yang trending topic di Twitter (X) yaitu Raja Mulyono juga dikaitkan dengan Jokowi.
Saat itu muncul berita nama kecil Jokowi yaitu Mulyono. Karena sakit-sakitan orang tuanya lalu mengganti nama dengan Joko Widodo.
Langsung saja netizen menggabung dua momen itu dengan istilah yang menjadi populer Raja Mulyono. (#)
Penulis Sugeng Purwanto












