Feature

Menko PM Targetkan Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem dalam Dua Tahun

35
×

Menko PM Targetkan Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem dalam Dua Tahun

Sebarkan artikel ini
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar di Wonosobo

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menggelar dialog dengan kepala desa dan Masyarakat di Wonosobo, Bahas strategi penanggulangan kemiskinan.

Tagar.co – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan kemiskinan di Indonesia, khususnya kemiskinan ekstrem.

Penegasan ini disampaikan usai kegiatan dialog interaktif bertajuk “Dialog bersama Kepala Desa, Pendamping Desa, dan Masyarakat dalam Penanggulangan Kemiskinan,” yang diselenggarakan di Balai Desa Gunturmadu, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Senin (16/12/2024).

Dalam dialog tersebut, Muhaimin menekankan bahwa pengentasan kemiskinan, terutama penghapusan kemiskinan ekstrem, menjadi prioritas utama di era pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan Indonesia bebas dari kemiskinan ekstrem dalam waktu maksimal dua tahun.

“Target kita, maksimal 2 tahun tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Maksimal. Moga-moga bisa lebih cepat. Selain itu, kita juga berupaya keras menurunkan angka kemiskinan secara umum hingga maksimal 5 persen,” ungkap Menko Muhaimin dengan optimis.

Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, angka kemiskinan di Wonosobo mencapai 15,28 persen, dengan angka kemiskinan ekstrem sebesar 1,26 persen.

Menyadari hal ini, Muhaimin secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, mulai dari tingkat kepala desa hingga pendamping desa, untuk bekerja secara optimal.

Lebih lanjut, dia menyerukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan berbagai Kementerian dan Lembaga terkait. Sinergi ini diharapkan dapat memaksimalkan dampak dari upaya pengentasan kemiskinan.

“Saya minta perhatian serius kepada seluruh kementerian terkait, baik yang menangani infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, maupun penyaluran bantuan langsung, untuk masuk dalam peta gerakan total dalam memperkuat upaya penanganan kemiskinan,” tegasnya, dalam suara pers yang diterima Tagar.co, Senin (16/12/24) petang.

Kegiatan dialog tersebut menjadi wadah bagi Menko PM Muhaimin untuk mendengarkan langsung aspirasi dan pengalaman dari para Kepala Desa, Pendamping Desa, dan masyarakat terkait upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan di lapangan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam program-program pemberdayaan yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai target pengentasan kemiskinan.

Dialog interaktif ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang bebas dari kemiskinan ekstrem dan mencapai kesejahteraan yang merata. (*)

Penyunting Mohammad Nurfatoni