Feature

Menko Muhaimin Tinjau Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Pesantren

39
×

Menko Muhaimin Tinjau Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Pesantren

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Abdul Muhaimin Iskandar dalam uji coba MBG di Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan, Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (16/12/24). 

Menko Pemberdayaan Masyarakat abdul Muhaimin Iskandar Meninjau uji coba makan bergizi gratis di Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, Wonosobo.

Tagar.co – Aroma masakan lezat menyeruak di Pondok Pesantren Al-Mubaarok Manggisan, Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (16/12/24).

Ratusan santri dengan antusias menikmati hidangan makan siang yang tak biasa. Menu yang tersaji merupakan bagian dari Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar.

Kehadiran Menko Muhaimin di tengah-tengah para santri bukan tanpa alasan. Ia ingin memastikan program MBG berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di lingkungan pesantren.

“Menghapuskan kemiskinan hanya akan terjadi jika kualitas sumber daya manusia meningkat. Salah satu cara untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan,” tegas Muhaimin.

Muhaimin menjelaskan asupan gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas. Program MBG hadir sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut.

“Bagaimana syarat agar generasi berikutnya bisa hebat dalam kualitas pendidikannya? Kualitas asupan dan makanan harus bagus. Itulah maksud dari pemerintahan saat ini di bawah Presiden Prabowo membuat program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah nanti,” ujar Muhaimin.

Program MBG yang dijadwalkan resmi berjalan pada 1 Januari 2025 ini, ditujukan untuk peserta didik di seluruh Indonesia. Khusus di pondok pesantren, program ini akan dijalankan dengan sistem dapur umum. Pemerintah akan memberikan bantuan untuk satu kali makan dengan standar gizi yang telah ditentukan.

Menariknya, Muhaimin juga mendorong pelibatan unit usaha masyarakat di sekitar pesantren dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Manfaat program makan bergizi gratis ini diharapkan akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ucapnya.

Uji coba program MBG di Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan ini menjadi gambaran nyata upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan gizi masyarakat. Semoga program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni