
Semangat pagi menyelimuti Baitul Arqam Ceria. Dalam tausiah inspiratif, peserta diajak memahami kehidupan sebagai samudra luas, di mana pelaut ulung lahir dari badai, bukan ombak tenang.
Tagar.co – Pagi yang cerah menyelimuti Masjid K.H. Ahmad Dahlan SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, ketika ratusan siswa berkumpul dalam acara Baitul Arqam Ceria (BAC), Sabtu (08/03/2025). Dengan penuh semangat, mereka menyimak tausiah inspiratif dari Rohim, M.Pd., Sekretaris K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya.
Kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta, 30 pendamping, serta 28 kepala sekolah dari SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Lebih dari sekadar pertemuan keagamaan, BAC menjadi ajang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan ketangguhan mental bagi para siswa.
Menjadi Pelaut Ulung di Samudera Kehidupan
Dalam tausiahnya, Rohim mengajak para peserta untuk memahami bahwa kehidupan layaknya samudra luas yang penuh dengan gelombang dan badai. Ia menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan.
“Mungkin saat ini BAC terasa seperti rutinitas biasa. Namun, percayalah, 15 hingga 20 tahun ke depan, kalian akan menyadari manfaatnya,” ujar Rohim.
Dengan penuh semangat, ia melanjutkan, “Pelaut ulung tidak terbentuk dari ombak yang tenang, tetapi dari badai yang dahsyat, angin kencang, dan gelombang besar. Mereka harus menghadapi kesulitan dan penderitaan sebelum menjadi tangguh.”
Menurutnya, BAC bukan sekadar program biasa, melainkan proses pembentukan mental baja. Para peserta dididik untuk disiplin, berilmu, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Dua Kunci Sukses: Birulwalidain dan Hormat pada Guru
Dalam kesempatan itu, Rohim yang juga menjabat sebagai Kepala MI Muhammadiyah 28 Surabaya, menekankan dua kunci utama menuju kesuksesan.
1. Birulwalidain – Berbakti kepada Orang Tua
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan seseorang tidak terlepas dari doa dan restu orang tua.
“Orang tua kalian telah berkorban segalanya, memberikan kasih sayang, pendidikan, dan dukungan tanpa batas. Maka, berbaktilah kepada mereka, karena ridha Allah ada dalam ridha orang tua.”
2. Menghormati Guru
Selain orang tua, guru juga memiliki peran besar dalam membimbing dan mencurahkan ilmunya demi keberhasilan murid-muridnya.
“Guru adalah pembuka jalan ilmu. Mereka mengorbankan waktu dan tenaga agar kalian menjadi generasi yang sukses. Hormatilah mereka, karena ilmu yang berkah datang dari adab yang baik,” ujarnya
Baitul Arqam Ceria bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Melalui acara ini, para peserta semakin termotivasi untuk menjadi “pelaut ulung” yang tangguh dalam mengarungi samudera kehidupan. (#)
Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfatoni












