
Masjid Al-Jabbar, oase spiritual di tengah Kota Bandung. Salat khusyuk, tadarus Al-Qur’an, dan kajian ilmu di basemen. Arsitektur megah, temukan kedamaian di sini.
Menemukan Kedamaian di Masjid Al-Jabbar: Ikon Spiritual Bandung yang Memukau; Oleh Abdul Rahem, Wakil Ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia Wilayah Jawa Timur
Tagar.co – Pada Juli 2024, saya berkesempatan mengunjungi Bandung. Perjalanan ini dalam rangka menjalankan tugas dari Rektor untuk menghadiri acara rapat kerja nasional (rakernas) sekaligus hari ulang tahun AMKI (Asosiasi Masjid Kampus Indonesia) pada tanggal 20 – 21 Juli 2024 di Masjid Salman ITB. Perjalanan ke Bandung saya tempuh melalui jalur darat dengan kereta api.
Dalam perjalanan, begitu kereta api melintas di tepian Kota Bandung, sekilas ada pemandangan yang berbeda tampak di depan mata, yaitu masjid baru yang berdiri megah. Saya katakan baru karena selama perjalanan ke Bandung sebelumnya, saya tidak melihat adanya masjid itu. Sebuah masjid megah dengan bentuk yang luar biasa, Masjid Al-Jabbar.
Karakteristik yang Unik
Mengutip detiknews.com, masjid ini dibangun di lahan seluas sekitar 25 hektare, memiliki kapasitas sekitar 30.000 orang, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza. Bangunan utama Masjid Al-Jabbar seluas 99 m x 99 m, dengan penutup atap kubah utama yang menggunakan 6.136 lembar kaca yang disusun seperti sisik ikan, dan 88 kanopi pada atap Kubah Utama.
Masjid Al-Jabbar, menurut pengamatan saya selama dua hari berturut-turut salat di masjid tersebut, bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga sebuah karya seni arsitektur yang megah dan penuh makna. Dari jauh, masjid ini sudah memancarkan aura kedamaian dan kebesaran, dengan menara yang menjulang tinggi.
Baca juga: Wisata Taman Langit di Bukit Bengkaung NTB: Keindahan Malam yang Memukau
Ketika memasuki kompleks masjid, atmosfir spiritual langsung terasa. Kolam air yang luas di sekitar area masjid memantulkan cahaya matahari yang menyentuh permukaan air, memberikan efek tenang dan damai. Hembusan angin sejuk dari pegunungan Bandung menambah kesan kesejukan yang tak hanya terasa di tubuh, tetapi juga di jiwa.
Interior masjid Al-Jabbar pun tak kalah memukau. Kubah besar yang menghiasi atap masjid, dengan desain geometris yang rumit dan indah, mengingatkan kita pada keindahan seni Islam yang mengedepankan kesempurnaan. Cahaya yang masuk melalui jendela-jendela besar menyinari ruang utama, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh kedamaian bagi setiap jamaah yang datang untuk beribadah.
Masjid ini juga menyimpan filosofi mendalam dalam namanya. “Al-Jabbar”, yang berarti Maha Perkasa, menggambarkan kekuatan dan keagungan Allah Swt, sekaligus mengingatkan kita untuk selalu berserah diri kepada-Nya dengan penuh ketenangan hati.
Setiap sudut masjid meresonansi makna-makna spiritual yang mendalam, menjadikannya bukan hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai simbol dari kekuatan iman dan ketenangan dalam hidup. Ini merupakan sebuah tempat yang mengundang setiap jiwa untuk merenung, bersyukur, dan kembali menemukan kedamaian sejati.
Masjid Al-Jabbar, dengan segala kemegahan dan keindahannya, bukan hanya menjadi tempat beribadah yang sakral saat waktu shalat fardu tiba. Keistimewaan masjid ini terletak pada kenyataan bahwa ia hampir tidak pernah kosong, bahkan di luar waktu shalat wajib. Umat Muslim yang datang, tak hanya untuk memenuhi kewajiban shalat lima waktu, tetapi juga untuk melaksanakan shalat sunnah yang membawa kedamaian dan kedekatan lebih kepada Sang Pencipta.

Pusat Spiritualitas yang Selalu Hidup
Masjid Al-Jabbar bukan sekadar tempat untuk memenuhi kewajiban, tetapi juga tempat yang menjadi pusat spiritualitas di mana ibadah tidak pernah terhenti. Ini adalah gambaran betapa Masjid Al-Jabbar selalu dipenuhi oleh umat Muslim yang menganggap bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, dengan shalat sunnah sebagai pelengkap dan penguat dari shalat wajib.
Suasana di Masjid Al-Jabbar selalu menghadirkan ketenangan yang mendalam, apalagi ketika kita memasuki area utama masjid. Tidak jarang kita melihat pemandangan yang begitu menyejukkan hati: banyak jamaah yang duduk dengan khusyuk, memegang mushaf Al-Qur’an, dan tenggelam dalam lantunan ayat-ayat suci.
Masjid ini menjadi tempat yang penuh berkah, di mana setiap sudutnya dipenuhi dengan gema dzikir dan suara lembut orang-orang yang membaca Al-Qur’an, mengundang kedamaian yang tak terhingga. Mereka yang membaca Al-Qur’an di sini bukan hanya sekadar melafalkan kata-kata, tetapi juga menyelami makna yang terkandung di dalamnya.
Di bawah cahaya lembut yang menyinari ruang masjid, wajah-wajah penuh ketenangan terlihat begitu serius dan penuh penghayatan. Dalam kesunyian itu, hanya ada suara halus dari halaman mushaf yang dibuka dan sesekali suara desahan nafas dari mereka yang terlarut dalam tafakkur.
Masjid Al-Jabbar bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah wajib, tetapi juga menjadi rumah bagi mereka yang ingin memperdalam hubungan spiritual dengan Allah. Di sini, setiap bacaan Al-Qur’an seolah mengalir tanpa henti, seperti aliran sungai yang menenangkan jiwa. Ketenangan ini seolah menjadi magnet, menarik lebih banyak pengunjung untuk berhenti sejenak, membuka mushaf mereka, dan membenamkan diri dalam keindahan firman Allah.
Ruang Ilmu dan Seni
Basemen Masjid Al-Jabbar tidak hanya berfungsi sebagai ruang bawah tanah biasa, tetapi sebagai ruang yang sarat dengan makna dan nilai-nilai spiritual. Menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kompleks masjid yang megah, basemen Masjid Al-Jabbar memiliki fungsi ganda yang sangat penting: sebagai museum dan tempat taklim.
Basemen Masjid Al-Jabbar menjadi tempat taklim yang subur dengan ilmu. Di ruang ini, berbagai kajian agama dan diskusi ilmiah sering diadakan, baik untuk anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Dengan suasana yang tenang dan penuh kedamaian, basemen menjadi tempat yang ideal bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan agama mereka dalam suasana yang lebih intim.
Kehadiran ruang taklim di basemen masjid ini semakin memperkaya pengalaman spiritual bagi jamaah. Di sini, para ulama dan cendekiawan agama berbagi ilmu dan pengetahuan mereka, mengajak umat untuk lebih memahami ajaran Islam dengan cara yang lebih mendalam. Para peserta taklim bisa belajar, bertanya, dan berdiskusi dalam suasana yang penuh hikmah sambil mendapatkan pencerahan spiritual yang memperkuat iman mereka.

Abadikan Momen, Abadikan Kenangan
Dengan latar belakang arsitektur masjid yang megah dan taman yang asri, hadir juga para fotografer. Mereka seperti menjadi bagian tak terpisahkan dari masjid. Mereka dengan ramah menghampiri para jamaah atau keluarga yang sedang berfoto di sekitar masjid, menawarkan jasa mereka untuk mengambil foto dengan sudut pandang yang lebih profesional dan memastikan bahwa setiap momen terekam dengan sempurna.
Keahlian mereka dalam menangkap keindahan alam sekitar masjid, pencahayaan yang baik, dan ekspresi natural para pengunjung menjadikan hasil foto sangat istimewa. Mereka tahu betul bagaimana cara memanfaatkan sinar matahari yang menembus celah-celah bangunan atau keindahan kolam yang memantulkan cahaya, untuk menghasilkan gambar yang tidak hanya cantik, tetapi juga penuh makna.
Refleksi Kedamaian di Kolam Masjid
Kolam besar yang mengelilingi Masjid Al-Jabbar merupakan salah satu elemen paling memukau yang menambah keindahan dan kesakralan masjid. Sebagai pembatas antara masjid dengan dunia luar, kolam ini menciptakan suasana yang begitu menenangkan dan membawa ketenangan bagi setiap orang yang berada di sekitarnya.
Air yang tenang, dengan permukaannya yang memantulkan cahaya matahari, menciptakan efek yang sangat menyejukkan hati. Siapapun yang melintasi area sekitar kolam seolah-olah diajak untuk merenung, meresapi kedamaian yang ada dan menghubungkan diri dengan Sang Pencipta.
Kolam ini bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki makna mendalam. Air yang mengalir dalam kolam ini melambangkan kesucian, kehidupan, dan ketenangan yang mengalir dalam setiap jiwa yang datang ke masjid. Pengunjung sering kali berhenti di tepian kolam, menikmati keindahan dan ketenangannya, sambil meresapi makna kedamaian yang ada di tempat ini. Alhamdulillah! (#)
Surabaya, 28 Januari 2025
Penyunting Mohammad Nurfatoni












