Feature

Meneladani Nabi Yusuf: Ketakwaan dan Kesabaran dalam Nuzululquran MI Mutwo

37
×

Meneladani Nabi Yusuf: Ketakwaan dan Kesabaran dalam Nuzululquran MI Mutwo

Sebarkan artikel ini
Ketakwaan dan kesabaran adalah ‘senjata rahasia’ menuju keberkahan. Peringatan Nuzululquran di MI Mutwo Campurejo menghadirkan inspirasi lewat kisah Nabi Yusuf.
Ketua PCM Panceng Abdul Faliq, S.Pd., M.Pd. (Tagar.co/Nurkhan)

Ketakwaan dan kesabaran adalah ‘senjata rahasia’ menuju keberkahan. Peringatan Nuzululquran di MI Mutwo Campurejo menghadirkan inspirasi lewat kisah Nabi Yusuf.

Tagar.co – Malam yang tenang menyelimuti Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupten Gresik, Jawa Timur, ketika halaman MI Muhammadiyah 2 (MI Mutwo) dipenuhi oleh ratusan peserta yang datang dengan wajah penuh antusias. Semilir angin Ramadan membawa kesejukan, menambah kekhidmatan acara peringatan Nuzululquran yang digelar Senin (17/3/2025).

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Panceng, Abdul Faliq, S.Pd., M.Pd., serta jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Campurejo, organisasi otonom, pimpinan amal usaha Muhammadiyah (AUM), karyawan, wali murid, serta warga Muhammadiyah.

Baca juga: Menghidupkan Semangat Dakwah K.H. Ahmad Dahlan dan K.H. Hasyim Asy’ari di MI Mutwo

Suasana semakin khidmat saat Ketua PCM Panceng, Abdul Faliq, S.Pd., M.Pd., naik ke podium untuk menyampaikan tausiyahnya. Dengan suara yang tenang namun penuh wibawa, ia membawakan tema Cahaya Berkah Ramadan dan mengajak para hadirin merenungi makna mendalam dari Surah Yusuf 90:

Baca Juga:  Studi Banding dan Keberanian Bermimpi Kepala Madrasah

“Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sungguh, Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

Ia menjelaskan ayat ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pesan kehidupan yang telah teruji oleh sejarah. “Siapa pun yang mampu menyandingkan takwa dan sabar dalam kehidupannya, akan senantiasa berada dalam lindungan dan balasan terbaik dari Allah,” ujarnya.

Dalam perenungannya, Faliq menjelaskan takwa adalah komitmen untuk menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah, sekaligus menjalankan segala perintah-Nya dengan penuh kesungguhan.

“Orang yang bertakwa adalah mereka yang mendekatkan diri kepada Allah dengan menjauhi maksiat dan memperbanyak amal saleh,” tambahnya.

Sementara itu, kesabaran, menurut dia, adalah kunci menghadapi ujian hidup tanpa kehilangan harapan dan keimanan. “Sabar bukan hanya bertahan dalam kesulitan, tetapi juga menjaga konsistensi dalam ketaatan, meski banyak godaan yang datang menghadang,” imbuh Faliq.

Ia kemudian mengisahkan perjalanan hidup Nabi Yusuf Alaihisalam, yang menjadi bukti nyata betapa ketakwaan dan kesabaran dapat membawa seseorang menuju keberhasilan.

Baca Juga:  Menjaga Nyala Iman di Fase Lelah Ramadan

Dari seorang anak yang dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, hingga dipenjara karena fitnah, Yusuf tetap teguh dalam imannya. Kesabaran dan ketakwaannya akhirnya membawanya pada kedudukan yang tinggi di Mesir serta mempertemukannya kembali dengan keluarganya.

“Dari kisah ini, kita belajar bahwa ketakwaan dan kesabaran adalah kunci untuk meraih keberhasilan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat,” tegas Faliq.

Di penghujung tausiahnya, instruktur Pramuka nasional itu menegaskan bahwa ayat ini memberikan motivasi serta harapan bagi setiap muslim untuk tidak pernah ragu dalam berbuat baik. “Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha dan ketulusan yang kita lakukan,” pesannya penuh semangat.

Ketika acara berakhir, suasana terasa lebih hangat dan penuh makna. Cahaya lampu menerangi wajah-wajah para peserta yang pulang dengan hati penuh renungan. Peringatan Nuzululquran ini tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang mengingatkan setiap insan akan pentingnya ketakwaan dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. (#)

Jurnalis: Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni