
Kajian Saroja Masjid Al-Ghifari Blitar semarak. Kiai Nursalim ajak jamaah memahami Asmaul Husna, menjaga salat, dan memakmurkan masjid demi kehidupan keluarga yang baik.
Tagar.co — Puluhan jemaah memenuhi Masjid Al-Ghifari Kota Blitar, Sabtu pagi (29/11/2025). Mereka hadir dalam agenda rutin Kajian Saroja, akronim dari Sarapan Rohani dan Jasmani. Kegiatan ini hasil kolaborasi apik antara Yayasan Al-Ghifari Blitar dan Takmir Masjid Al-Ghifari. Mulai terlaksana usai Salat Subuh berjemaah dan berlanjut hingga selesai.
Masjid Al-Ghifari beralamat di Jalan Sumba Nomor 38, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Bangunan masjid dua lantai ini menawarkan kenyamanan bagi jemaah. Pengelola melengkapinya dengan beberapa unit pendingin udara (AC), kamera pengawas (CCTV), perangkat tata suara (sound system), serta area dalam masjid yang cukup luas.
Fasilitas pendukung juga memadai. Halaman parkir menampung kendaraan roda empat maupun roda dua. Tersedia beberapa kamar mandi, banyak keran wudu, dan lingkungan sekitar masjid pun terasa teduh dengan adanya pohon serta taman berbunga.
Pada kesempatan berharga tersebut, Kiai Nursalim tampil sebagai pemateri. Ia berdomisili di Jalan Kenari Nomor 3, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Dalam ceramahnya, ia secara khusus menekankan pentingnya umat memahami Asmaul Husna dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Allah Maha Satu, maka Dia mampu memenuhi segala kebutuhan hamba-Nya,” ujar Kyai Nursalim di hadapan jamaah, menegaskan keesaan Allah.
Ia juga mengingatkan agar umat beribadah dengan menyebut nama-nama Allah yang indah dan mulia. Kiai Nursalim kemudian menyampaikan dalil Al-Qur’an untuk memperkuat penjelasannya di tengah penyampaian materi tentang tanda-tanda kebesaran Allah.
Memetik Pelajaran dari Pergantian Siang dan Malam
Kyai Nursalim membacakan firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 44 yang artinya: “Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.”
Ia menjelaskan, pergantian siang dan malam adalah bukti nyata kekuasaan Allah yang dapat umat saksikan setiap hari. Bukti-bukti kebesaran Allah terpampang di alam semesta. Dalam penjelasan berikutnya, Kiai Nursalim menegaskan, manusia mendapat perintah untuk selalu ingat kepada Allah dalam keadaan apa pun. Umat juga harus senantiasa berdoa, termasuk doa sebelum tidur agar mendapat perlindungan dari-Nya.
Selain itu, Kyai Nursalim mengutip hadis Rasulullah SAW sebagai pengingat pentingnya memohon ampun dan menjaga hati dari penyakit.
لَا تَغْضَبْ
Artinya: “Jangan marah.” (HR Bukhari)
Ia menekankan, larangan marah merupakan bentuk pengendalian diri karena segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Oleh sebab itu, menurutnya, istighfar menjadi sarana penting untuk memperbaiki diri ketika seseorang terjebak dalam kondisi yang tidak ideal atau kemarahan.
Dalam ceramahnya, Kiai Nursalim juga mengajak jemaah untuk berpartisipasi aktif dalam memakmurkan masjid. Ia menerangkan tugas pengurus masjid (takmir).
“Takmir memiliki tugas menyalurkan uang infak, dan memberi itu tidak boleh melihat golongan atau organisasi,” tegasnya.
Menurutnya, orang saleh akan gemar berinfak. Kiai Nursalim menambahkan, tingkat keikhlasan seseorang turut menentukan balasan pahala di sisi Allah.
Baca Juga: Kajian Saroja Mengupas Kisah Lukman Al-Hakim
Keluarga Saleh, Kunci Kehidupan Baik
Kiai Nursalim menambahkan, kehidupan yang baik berawal dari keluarga yang selalu menjaga pelaksanaan sholat. Ia juga mengingatkan jamaah bahwa semangat yang tinggi merupakan kunci utama untuk meraih cita-cita besar.
“Kalau ingin anak selalu baik, maka seluruh anggota keluarga harus menjaga sholat,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya ibadah dalam membentuk karakter keluarga.
Kajian Saroja pada pagi itu berakhir dengan melaksanakan Salat Syuruq bersama-sama. Setelah itu, jamaah menikmati sarapan gratis yang telah panitia siapkan. Suasana masjid tampak ramai, tetapi tetap tertib. Para jamaah saling bercengkerama setelah mendapatkan asupan rohani dan jasmani.
Kegiatan Saroja di Masjid Al-Ghifari harapannya akan terus menjadi wadah pembinaan iman dan persaudaraan antarjemaah. Selain itu, kegiatan ini harapannya dapat menghidupkan suasana masjid sejak dini hari. Para peserta tampak antusias dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin. (#)
Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah












