
Masjid sebagai pusat kemakmuran dan kesejahteraan dikupas tuntas dalam Kajian Karimah PCM Ujungpangkah. Simak pencerahan dari Ustaz Tahmid!
Tagar.co – Ahad pagi yang cerah (19/1/2025) di Masjid Sabilillah Ujungpangkah, terasa berbeda. Udara pagi yang segar menyambut kedatangan ratusan jemaah yang berbondong-bondong memenuhi ruang utama masjid. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar sayup-sayup, menciptakan suasana khusyuk sebelum dimulainya Kajian Rutin Triwulan Muslim-Muslimah (Karimah) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur.
Para pimpinan, tokoh masyarakat, guru, siswa, anggota Muhammadiyah, Aisyiyah, serta perwakilan organisasi otonom tingkat cabang dan ranting se-Kecamatan Ujungpangkah tampak hadir, duduk bersila dengan tertib di atas karpet masjid. Beberapa di antara mereka terlihat berbincang-bincang ringan, saling menyapa dan bertukar kabar sebelum acara dimulai.
Baca juga: PCNA Ujungpangkah Gelar Darul Arqam: Perlunya Generasi Penerus Berjiwa Militan
Pagi itu, Tahmid, Lc. M.B.Aa, seorang pengajar dari Ponpes Daarul Ukhuwah Malang yang juga putra daerah Ujungpangkah, tampil sebagai pembicara. Dengan suara yang lantang namun tetap ramah, ia membawakan kajian bertema “Masjid sebagai Fungsi Kemakmuran dan Kesejahteraan”.
Ustaz Tahmid, sapaannya, membuka kajian dengan pertanyaan sederhana namun menohok, “Siapakah orang-orang yang memakmurkan masjid?” Suasana hening sejenak. Beberapa jemaah tampak saling berpandangan, mencoba mencari jawaban.
“Takmir,” jawab Ustaz Tahmid sendiri, memecah keheningan. Ia kemudian merujuk pada Surat At-Taubah ayat 18, menjelaskan keutamaan orang-orang yang memakmurkan masjid, yang dijanjikan Allah Swt tempat di surga dengan fasilitas VIP. Mereka adalah orang-orang yang memiliki lima sifat: beriman kepada Allah, beriman kepada Hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah.

Jangan Hanya Fisik Masjid
Penjelasan Ustaz Tahmid mengalir dengan lugas, diselingi sesekali dengan candaan ringan yang membuat suasana kajian menjadi lebih hidup. Ia menekankan bahwa masjid bukanlah milik individu, pewakaf, atau golongan tertentu, melainkan milik Allah Swt. Siapapun yang memakmurkannya menjadi keluarga Allah. Ia juga menegaskan bahwa takmir masjid harus aktif salat berjemaah lima waktu di masjid. “Kalau tidak aktif, mohon untuk mundur,” tegasnya, disambut anggukan setuju dari sebagian jamaah.
Lebih lanjut, Ustaz Tahmid menjelaskan bahwa pengelolaan masjid tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada pemberdayaan dan kesejahteraan jemaah. Ia menekankan pentingnya data jemaah yang lengkap, pelayanan yang memadai, dan program-program yang menarik, terutama bagi generasi muda.
“Masjid harus menjadi tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi semua kalangan,” ujarnya. Ia mencontohkan beberapa program yang bisa diadakan, seperti penyediaan Wi-Fi, fasilitas olahraga, konsultasi masalah keluarga, dan lain-lain.
Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi dan pembinaan keagamaan bagi jamaah. “Takmir adalah pelayan jamaah, bukan penguasa masjid,” tegasnya, menekankan pentingnya kesadaran berinfaq daripada sekadar menarik dana.

Adakan Baksos
Kajian pagi itu semakin lengkap dengan adanya kegiatan bakti sosial. Tim medis dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sekapuk membuka layanan pengobatan gratis.
Di sisi lain, tumpukan sayuran segar terlihat di area bazar gratis yang diselenggarakan oleh Kantor Layanan Lazismu (KLL) Ujungpangkah, menyediakan 400 paket sayur untuk jamaah. Aroma nasi hangat juga tercium dari area pembagian nasi bergizi gratis sebanyak 400 bungkus yang disiapkan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pangkah Wetan.
Kegiatan Karimah pagi itu tidak hanya memberikan pencerahan rohani, tetapi juga sentuhan nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (#)
Jurnalis Muhammad Khoirum Penyunting Mohammad Nurfatoni












