Utama

Malam Bersejarah: Masjidilharam Dipadati 4,1 Juta Jemaah di Akhir Ramadan

48
×

Malam Bersejarah: Masjidilharam Dipadati 4,1 Juta Jemaah di Akhir Ramadan

Sebarkan artikel ini
Foto The Islamic Information

Lebih dari 4,1 juta jemaah memadati Masjidilharam pada malam ke-29 Ramadan, berharap menyentuh berkah Lailatulqadar dalam suasana ibadah yang khusyuk dan pelayanan yang tertib.

Tagar.co – Malam ke-29 Ramadan menyelimuti Makkah, Arab Saudi, dengan keheningan yang sarat makna. Sejak pagi hari, gelombang manusia mulai berdatangan menuju jantung kota suci, menyusuri lorong-lorong yang bermuara di Masjidilharam. Dengan langkah tenang dan hati yang berdebar, mereka datang membawa harap—untuk menjadi bagian dari malam agung yang diyakini sebagai Lailatulqadar.

Menurut laporan Saudi Gazette, Masjidilharam Jumat (29/3/25) malam itu menyambut lebih dari 4,1 juta jamaah dan peziarah umrah. Dalam suasana penuh khidmat, jutaan orang berkumpul dalam satu cita rohani yang sama—mengharap ampunan dan keberkahan di malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menyampaikan bahwa malam tersebut mencatat lebih dari 3,4 juta jamaah mengikuti salat Isya dan Tarawih secara berjemaah, sementara lebih dari 646.600 jamaah melaksanakan ibadah umrah.

Baca Juga:  Mengapa Lailatulqadar Dirahasiakan?

“Malam itu mencatat lebih dari 3,4 juta jamaah mengikuti salat Isya dan Tarawih, sementara lebih dari 646.600 orang melaksanakan umrah,” ujarnya, dikutip dalam laporan Saudi Gazette (29/3/25). Menurut The Islamic Information jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, bahkan melampaui kepadatan saat musim haji.

Tak hanya semangat ibadah yang luar biasa, pelayanan kepada jamaah pun berjalan nyaris tanpa cela. Sekitar 28.200 orang memanfaatkan layanan kursi roda, 135.600 terbantu dengan layanan penunjuk arah, dan lebih dari 42.000 botol air Zamzam serta 702.000 paket iftar (makana berbuka) dibagikan secara cuma-cuma kepada mereka yang berpuasa.

Saudi Gazette

Semua ini berlangsung dalam koordinasi ketat di bawah Otoritas Umum Urusan Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Mereka mengerahkan seluruh sumber daya dan personel, bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait demi memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah.

Langkah-langkah strategis seperti pengaturan pintu masuk-keluar, penyediaan akses khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas, penempatan rambu petunjuk, serta kesiagaan tim tanggap darurat menjadi bagian dari upaya serius untuk memberikan pelayanan terbaik.

Baca Juga:  Strategi Menghadapi 10 Hari Terakhir Ramadan

Lebih dari 33.000 sajadah dibentangkan di berbagai area, sementara air Zamzam tersedia dalam kondisi dingin maupun tidak, sepanjang waktu. Kebersihan dan sterilisasi pun terus dijaga agar suasana tetap suci dan nyaman.

Di tengah lautan manusia itu, setiap kepala menunduk dalam doa, setiap tangan terangkat dengan harap. Mereka tahu, malam ini bukan malam biasa. Ini malam ketika langit terasa lebih dekat, ketika doa-doa naik tanpa hambatan, dan rahmat turun tanpa henti. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni