
Di sepertiga malam terakhir Ramadan, Masjid At Taqwa Giri dipenuhi jemaah yang menghidupkan qiamulail. Takmir bahkan menyiapkan 200 porsi sahur yang selalu habis setiap malam.
Tagar.co – Suasana dini hari di Masjid At Taqwa Giri, Kebomas, Gresik, terasa hidup pada Ahad (15/3/2026). Meski waktu baru menunjukkan pukul 01.30 WIB, dua anggota takmir masjid, Ali Iskandar dan Fuad Zein, sudah tampak sibuk menata nasi bungkus dan nasi kotak di atas dua meja di depan pintu masuk utara masjid yang berada di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Giri itu.
Satu per satu jemaah berdatangan. Ada yang datang sendiri, bersama teman, maupun bersama keluarga. Kendaraan pun tertata rapi di area parkir: sepeda motor berjajar menghadap masjid, sementara mobil menghadap ke arah barat. Petugas keamanan, Achmad Maulana, sigap menyambut sekaligus mengarahkan kendaraan yang masuk.
Menjelang pukul 02.00 WIB, masjid mulai dipenuhi jemaah. Imam ratib Masjid At Taqwa Giri, Ari Suhanda, bersiap memimpin salat qiamulail Ramadan.
“Allahu akbar,” seruan takbir menandai dimulainya salat malam itu. Jemaah putra dan putri segera merapatkan saf. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca sang imam terdengar merdu dan menggetarkan, menghadirkan suasana khusyuk bagi para jemaah yang menghidupkan malam Ramadan.
Salah seorang jemaah, Aunur Rofiq, mengaku memilih mengikuti qiamulail pada sepertiga malam terakhir karena suasananya lebih menenangkan.
“Alasan utamanya karena hati terasa lebih tenang. Bacaan imam yang mendayu-dayu membuat kita benar-benar menikmati salat malam ini,” ujarnya.

Sekretaris Takmir Masjid At Taqwa Giri, Muhammad Habibul Ihsan, S.T., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan di masjid tersebut sudah dipersiapkan sejak awal bulan Syakban.
“Sejak awal Syakban kami sudah menghubungi para dai dan imam untuk mengisi kegiatan Ramadan 1447 ini,” jelasnya.
Selain imam rawatib Masjid At Taqwa Giri, Ari Suhanda dan Aditya, takmir juga menghadirkan beberapa imam dari masjid lain secara bergantian. Di antaranya Imam Muhajir, imam rawatib Masjid Taqwa Spemdalas GKB, serta Adi Ammar Haikal Husin, S.Ag., imam rawatib Masjid Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik, yang memimpin tarawih pada sepertiga malam terakhir.
Takmir juga menyiapkan konsumsi bagi jemaah yang menghidupkan malam Ramadan di masjid tersebut. Setiap malam sejak malam ke-21 Ramadan, disediakan sekitar 200 porsi makan sahur.
“Alhamdulillah, sejak malam ke-21, 200 porsi makan sahur itu selalu habis,” ujar pria yang akrab disapa Bobbi tersebut.
Selain sahur, takmir juga menyiapkan hidangan berbuka puasa. Pada hari pertama hingga hari ke-20 Ramadan disediakan 50 porsi berbuka. Sementara pada hari Senin dan Kamis, yang diisi dengan kajian menjelang berbuka, takmir menyediakan sekitar 550 hingga 600 porsi menu berbuka.
“Alhamdulillah, antusias jemaah dan para donatur dalam memberikan infak dan sedekah selama Ramadan ini meningkat luar biasa,” ungkapnya.
Menjelang Idulfitri 1447, Masjid At Taqwa Giri juga telah menyiapkan pelaksanaan salat Idulfitri di halaman timur masjid yang mampu menampung lebih dari seribu jemaah. Salat Idulfitri direncanakan dipimpin oleh imam ratib masjid, Ari Suhanda, dengan khatib Rikhal Mutanabbi, S.T., dari Perumahan Permata Suci, Manyar.
Di masjid inilah para jemaah berburu malam penuh kemuliaan—malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan—dalam suasana ibadah yang khusyuk, hangat, dan penuh kebersamaan.
Jurnalis Mahfudz Efendi | Penyunting Mohammad Nurfatoni












