
Lima dusun di Kabupaten Nganjuk berkumpul menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia. Mereka turut ambil bagian dalam mengikuti lomba-lomba yang diadakan Mahasiswa KKN UM Surabaya.
Tagar.co – Semarak Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia terasa hangat di Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (14/8/2025).
Warga dari lima dusun yang ada di desa tersebut bersatu mengikuti rangkaian lomba. Kegiatan ini digelar Kelompok 27 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam rangka Semarak Kemerdekaan. Mereka bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Nglinggo.
Lomba Tradisional hingga Kreasi Merah Putih
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini menampilkan berbagai perlombaan seru. Ada balap karung, tarik tambang, lomba makan kerupuk, lomba kelereng, hingga estafet air. Tidak hanya itu, ada juga lomba kostum merah putih, pertunjukan seni, dan yel-yel kemerdekaan dari masing-masing dusun.
Peserta berasal dari lima dusun, yakni Dusun Nglinggo, Bringin, Gobang, Besuki, dan Josuman. Anak-anak, remaja, pemuda, hingga orang tua ikut ambil bagian. Mereka ikut menciptakan suasana penuh keceriaan di halaman Balai Desa Nglinggo. Lapangan serbaguna milik Desa juga dihias meriah dengan bendera dan umbul-umbul.
Ketua Kelompok 27 KKN UM Surabaya, Deni Muriawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, menghidupkan kembali semangat gotong royong, dan menjaga tradisi perayaan kemerdekaan.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi momen yang meninggalkan kesan positif dan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus merawat persatuan,” ujarnya.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Ketua Karang Taruna Desa Nglinggo Mas Dian, mengapresiasi dukungan mahasiswa KKN yang ikut terlibat langsung. Menurutnya, sinergi pemuda desa dan mahasiswa mampu menghasilkan kegiatan yang bermanfaat dan menyatukan warga.
“Semoga tahun depan kegiatan ini semakin besar, mungkin melibatkan desa tetangga, sehingga semangat nasionalisme terus berkobar,” ungkapnya.
Kepala Desa Nglinggo, Dian Raga Berbudiyanto, juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi seperti ini terus berlanjut, tidak hanya pada momen kemerdekaan. “Kegiatan ini membuktikan bahwa kekompakan warga dan semangat generasi muda adalah kunci membangun desa,” katanya.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga malam ini ditutup dengan pembagian hadiah. Para pemenang tampak berbahagia. Selanjutnya ada sesi foto bersama dengan iringan lagu kebangsaan “Bagimu Negeri”.
Momen tersebut meninggalkan pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya diperingati dengan upacara, tetapi juga dengan kebersamaan dan kegembiraan yang menguatkan persatuan di tengah masyarakat. (#)
Jurnalis Aditya Fadel Penyunting Nely Izzatul












