Feature

Langkah Kecil dari Pantura, Semangat Besar Bocah MI Mutwo di JSMC 2025

41
×

Langkah Kecil dari Pantura, Semangat Besar Bocah MI Mutwo di JSMC 2025

Sebarkan artikel ini
Tujuh bocah MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) bersama guru pembimbing Evi Safiah (berkerudung merah marun) bersiap mengikuti babak penyisihan Jember Science and Math Competition (JSMC) 2025 di SD Irada Gresik, Ahad (2/11/2025). (Tagar.co/Nurul Wakhidatul Ummah)

Dengan semangat “Dari Pantura untuk Indonesia”, bocah-bocah MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, tampil percaya diri di ajang Jember Science and Math Competition (JSMC) 2025. Dari ruang kelas pesisir Gresik, mereka membawa tekad besar menembus panggung sains tingkat Jawa, Madura, dan Bali.

Tagar.co — MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) kembali menorehkan langkah penting dalam perjalanan prestasinya. Setelah berbagai capaian di tingkat kabupaten, kini madrasah kecil di pesisir utara Gresik itu menapaki panggung yang lebih luas: ajang Jember Science and Math Competition (JSMC) 2025.

Babak penyisihan kegiatan bergengsi ini digelar di SD Irada Gresik, Ahad (2/11/2025).

Baca juga: Dua Piala di FFU 2025 Jadi Bukti Transformasi MI Mutwo Campurejo

Suasana kompetisi berlangsung semarak dan penuh energi. Ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa, Madura, Nusa Tenggara, dan Bali datang dengan semangat yang sama—beradu nalar dan ketajaman logika dalam bidang sains dan matematika. Dari Gresik, MI Mutwo mengirimkan tujuh bocah terbaiknya yang masih duduk di bangku kelas dua dan tiga.

Baca Juga:  Ramadan di Hamas School Menjadi Laboratorium Karakter

Mereka adalah Abdullah Azman Najiya (Matematika), Rajendra Hamas Daryan, Syah Aisyah, Assyfa Althafunnisa Ramadhani, Inara Kayla Humairah, Elda Keisha Rafanda, dan Aisyah Farhana (IPA). Ketujuhnya tampil percaya diri setelah menjalani latihan intensif di bawah bimbingan Evi Safiah, S.Pd., guru yang dikenal sabar dan penuh dedikasi.

“Anak-anak berlatih dengan sungguh-sungguh. Mereka punya semangat luar biasa dan berani menghadapi tantangan besar di luar lingkungan madrasah,” ujar Evi dengan nada bangga.

Latihan yang digelar setiap sore itu berfokus pada penguatan nalar, ketepatan logika, dan strategi menjawab cepat. Tak heran, ketika lomba dimulai, wajah-wajah kecil itu tampak siap menaklukkan soal-soal berbobot tinggi.

Belajar dari Tantangan

Pada cabang Matematika, peserta dihadapkan pada 30 soal pilihan ganda dengan sistem penilaian kompetitif: +4 untuk jawaban benar, -1 untuk salah, dan 0 jika dikosongkan. Sementara di cabang IPA, para peserta diuji dalam soal-soal berbasis konsep ilmiah serta penerapan logika sains dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa peserta bahkan baru pertama kali mengikuti lomba di luar madrasah. Namun, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga tentang keberanian, kejujuran ilmiah, serta pentingnya manajemen waktu dan fokus dalam menghadapi persaingan skala besar.

Baca Juga:  Teologi Kepemimpinan: Kepala Sekolah Tak Cukup Menjabat, Harus Meninggalkan Legasi
Para siswa MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) tampak serius mengerjakan soal babak penyisihan Jember Science and Math Competition (JSMC) 2025 di SD Irada Gresik, Ahad (2/11/2025). (Tagar.co/Nurul Wakhidatul Ummah)

Semangat dari Pantura

Kepala MI Mutwo Campurejo, Nurkhan, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan para siswa dan guru pembimbing.

“Bagi kami, keberanian untuk tampil dan bersaing sudah merupakan kemenangan tersendiri. Anak-anak belajar banyak hal: kerja keras, kepercayaan diri, dan semangat pantang menyerah. Inilah bekal berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan, keikutsertaan MI Mutwo dalam ajang JSMC merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk membangun generasi ilmuwan muda yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Perjalanan MI Mutwo menuju ajang ini sekaligus menjadi cermin perubahan nyata—dari madrasah sederhana menuju madrasah yang berdaya saing. Dengan semangat “Dari Pantura untuk Indonesia”, mereka ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi.

“Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan semangat juang luar biasa. Kami akan terus mendampingi mereka agar siap menghadapi babak berikutnya dengan lebih matang,” kata Nurkhan penuh rasa syukur.

Menuju Final di Jember

Seluruh keluarga besar MI Mutwo kini menaruh harapan agar para peserta lolos ke babak final JSMC 2025 yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Jember, Ahad (21/12/2025) mendatang.

Baca Juga:  Multimedia Room Jadi Energi Baru, Hamas School Berprestasi di Magic V

“Semoga langkah-langkah kecil para bocil pantura ini terus dimudahkan dan berbuah manis,” tambah Nurkhan.

Dia menegaskan, dengan tekad dan kerja keras yang menyala, MI Mutwo Campurejo membuktikan bahwa madrasah kecil pun bisa melangkah besar—menembus batas, menginspirasi, dan menulis sejarah baru bagi pendidikan Muhammadiyah di Gresik. (#)

Jurnalis Nurul Wakhidatul Ummah Penyunting Mohammad Nurfatoni