Feature

Kutip Surat Saba, Kesan Tokoh Katolik Kupang pada Muhammadiyah

23
×

Kutip Surat Saba, Kesan Tokoh Katolik Kupang pada Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Pater Dr. Philipus Tule

Kutip Surat Saba Ayat 15, tokoh Katolik Kupang Pater Dr. Philipus Tule menyampaikan apresiasi pada Muhammadiyah yang akan menggelar Tanwir di Kupang, NTT.

Tagar.co — Mengenakan kemeja batik berwarna dominan hitam, Rektor Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Pater Dr. Philipus Tule, memberikan sambutan penuh kehangatan kepada Muhammadiyah yang akan menggelar Tanwir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, 3-6 Desember 2024.

Dalam sebuah rekaman video ia, mengatasnamakan institusi dan umat yang dilayani, menyampaikan salam serta apresiasi terhadap peran besar Muhammadiyah di Indonesia.

“Mengatasnamai Unwira dan Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus serta umat Katolik yang kami layani menyampaikan salam bagi Muhammadiyah yang menyelenggarakan Tanwir dan Milad Muhammadiyah yang ke-112,” ujarnya.

Sebagai tokoh Katolik yang memiliki hubungan erat dengan banyak sahabat Muslim dan mitra kerja di bidang keilmuan, Pater Tule mengapresiasi kontribusi besar Muhammadiyah yang telah konsisten memperjuangkan keadilan sosial.

Pater Tule menyebutkan, perjuangan Muhammadiyah sangat selaras dengan semangat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33, yang menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya alam demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagai seorang tokoh Katolik, yang memiliki banyak sahabat kenalan muslimin dan muslimat, dan mitra kerja keilmuan, kami menyambut gembira kehadiran Muhammadiyah di negeri tercinta ini, yang telah mengabdi untuk umat dan bangsa sesuai dengan semangat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 yang senantiasa memperjuangkan kehadiran sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang senantiasa beramal agar bumi dan air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tuturnya.

Pater Tule juga mengaitkan semangat perjuangan tersebut dengan ajaran Al-Quran dalam Surat Saba ayat 15, yang menyebutkan bahwa “negerimu adalah negeri yang baik, dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Pengampun.”

“Perjuangan ini pun sesuai dengan amanat Al-Quran dalam Surat Saba ayat 15 yang mengatakan bahwa ‘Negerimu adalah negeri yang baik, dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Pengampun, atau baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.’ Oleh karena itu, kita semua patut syukuri kehadiran Muhammadiyah selama 112 tahun yang membina iman umat agar senantiasa mengelola dan memanfaatkan alam ini demi kesejahteraan semua umat secara adil dan merata baik di tingkat pusat maupun daerah dan lokalitas yang marjinal,” ujarnya.

Adapun bunyi Surat Saba 15 selengkapnya adalah:

لَقَدْ كَا نَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚ جَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَا لٍ ۗ کُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَا شْكُرُوْا لَهٗ ۗ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ‏
laqod kaana lisaba-ing fii maskanihim aayah, jannataani ‘ay yamiiniw wa syimaal, kuluu mir rizqi robbikum wasykuruu lah, baldatung thoyyibatuw wa robbun ghofuur

“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni