Feature

Kiai Nurbani Yusuf: Ziarah Kubur Dianjurkan untuk Mengingat Akhirat

987
×

Kiai Nurbani Yusuf: Ziarah Kubur Dianjurkan untuk Mengingat Akhirat

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu Dr. Nurbani Yusuf, mengisi pengajian di SMPM 5 Karanggeneng, Lamongan, pada Jumat Kliwon (7/2/2025).
Dr. Nurbani Yusuf saat berfoto bersama di depan Masjid Karanggeneng, Lamongan. (Tagar.co/Muslihin)

Ziarah kubur, kata Kiai Nurbani Yusuf, sebenarnya diperbolehkan untuk merawat makam keluarga dan bahkan dianjurkan untuk mengingat kematian serta akhirat.

Tagar.co – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu Dr. Nurbani Yusuf, mengisi pengajian di SMPM 5 Karanggeneng, Lamongan, pada Jumat Kliwon (7/2/2025).

Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu berangkat pukul 09.00 WIB dengan mengendarai mobil sendirian. Saat azan Jumat, ia tiba di Masjid KH Ahmad Dahlan Bunder, Gresik. Orang beriman, apabila telah diseru untuk melaksanakan salat Jumat, maka hendaklah segera mengingat Allah dan meninggalkan transaksi atau kesibukan duniawi.

Pukul 13.18 WIB, Dr. Nurbani Yusuf memarkir mobilnya di Masjid Al Muttaqin, Karanggeneng. Ia menyalami para guru. Lalu, para guru mengajaknya berfoto. Founder Komunitas Padhang Makhsyar itu mengenakan kopiah hitam, baju takwa pendek, celana, serta sepatu kets hitam. Tangannya mengepal sebagai tanda semangat.

Setelah itu, Dr. Nurbani memasuki kantor SMPM 5 Karanggeneng. Ia disuguhi roti, air mineral, dan beras kencur. Ada pula buah-buahan, lontong, bakso, soto, nasi kebuli, serta aneka rempah-rempah.

Baca Juga:  Milad Bertabur Hadiah di PRM Takerharjo

Panitia juga menyediakan makanan bagi seluruh hadirin, termasuk orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, maupun wanita yang sedang haid. Panitia tidak ingin seperti kaum Yahudi yang tidak memberikan makanan kepada wanita haid. Rasulullah bersabda, “Lakukanlah apa saja kepada wanita haid, kecuali mencampurinya.”

Salah satu guru SMPM 5 Karanggeneng Cita Hasanah menyampaikan, makanan dan minuman berasal dari para donatur, di antaranya guru, alumni, wali murid SMPM 5 Karanggeneng, serta para dermawan. Selain sumbangan berupa barang, ada juga donasi uang yang mencapai jutaan rupiah. Al-Qur’an memerintahkan untuk berinfak dari apa yang diperlukan. Kebaikan apa pun yang kita lakukan, Allah Maha Mengetahui.

Ziarah Kubur Dianjurkan

Kiai Nurbani, panggilannya, menikmati hidangan sambil duduk di kursi. Ia pun berdiskusi sebelum menuju mimbar. M. Kuntari, S.Ag., memandu pengajian. Muhammad Iniko Glodwin, siswa kelas 8, membacakan ayat suci Al-Qur’an. Sastro Harjo, M.Pd., menyampaikan sambutan mewakili panitia.

Selanjutnya, Kiai Nurbani menyampaikan ceramah bertema “Membangun Sinergi Menuju Kejayaan Muhammadiyah Karanggeneng.” Menurutnya, Muhammadiyah jarang melakukan ziarah kubur karena menghindari perbuatan yang diharamkan, seperti duduk di atas nisan, meminta keberkahan kepada mayat, atau menjadikan mereka sebagai perantara.

Baca Juga:  Dari Sawah Menjadi Amal, Hasyim Wakafkan Tanah untuk Muhammadiyah

“Padahal, ziarah kubur sebenarnya diperbolehkan untuk merawat makam keluarga dan bahkan dianjurkan untuk mengingat kematian serta akhirat,” tuturnya.

Ratusan jamaah mendengarkan ceramahnya dengan saksama. Mereka mengikuti apa yang terbaik dari isi kajian tersebut. Semoga kita semua diberi petunjuk oleh Allah dan termasuk dalam golongan ulul albab atau orang-orang yang berakal sehat. (#)

Jurnalis Mushlihin Penyunting Darul Setiawan