Feature

Gowes Imut: Semangat Bersepeda, Salat Tidak Lupa

52
×

Gowes Imut: Semangat Bersepeda, Salat Tidak Lupa

Sebarkan artikel ini
Gowes Imut PRM Takerharjo, Solokuro Lamongan, (Tagar.co/Mushlihin)
Gowes Imut PRM Takerharjo, Solokuro Lamongan, (Tagar.co/Mushlihin)

Gowes Imut digagas jemaah Muhammadiyah Takerharjo, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur. Akronim gowes diambil dari kata jogo wektu salat. Visinya adalah badan sehat ibadah kuat.

Tagar.co – Belasan jemaah Muhammadiyah Takerharjo, Solokuro, Lamongan, Jawa Timur bersepeda kurang lebih satu jam dari Masjid Ar Rayyan Takerharjo menuju Banyubang, Bluri, Ahad, (5/10/25).

Gowes ini dipimpin oleh Mantan Kepala Desa yang juga Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Takerharjo, H. Kunawi, S.Ag. Sementara Sekretarisnya adalah Yusni Rubiyanto (Perawat Puskesmas Solokuro) dan Bendahara, Abdul Halim (tukang pijat dan petani milenial).

Pengangkatan tersebut berdasar pada hadis hasan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, “Jika tiga orang bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai ketua rombongan”. Pemimpin dalam perjalanan adalah untuk mengatur, menjaga ketertiban, dan memastikan kemaslahatan bersama.

Struktur tersebut dibentuk oleh PRM Takerharjo pada hari Sabtu, (27/9/25) pukul 20.00 WIB. Selain pembentukan pimpinan, kegiatan juga diselingi makan malam dengan menu ikan kakap. Acara bertempat di halaman rumah Saifudin Zuhri. Bertindak membuka acara Mushlihin, sementara Amirul Mu’minin menyampaikan pengarahan, dan Kunawi memimpin rapat.

Baca Juga:  Masjid Al-Jihad Takerharjo Dapat Sumbangan Kitab Tafsir

Musyawirin menyepakati nama jemaah tersebut adalah Gowes Imut. Gowes bermakna jogo wektu salat. Sementara Imut adalah singkatan dari Ikatan Muhammadiyah Takerharjo.

Wetan Kulon Guyub Rukun

Kegiatan tersebut memiliki visi badan sehat ibadah kuat, sedangkan misinya adalah wetan kulon guyub rukun. Hal ini sebagai ikhtiar, karena secara kultur, penduduk Takerharjo bagian wetan (timur) mayoritas Nahdlatul Ulama, sedangkan kulon (barat) kebanyakan anggota Muhammadiyah.

Adapun anggota gowes perdana terdiri dari H. Amirul Mu’minin, H. Mushlihin, M Khozin, M Sholih, H. M Zuhdi, Edi Sucipto, Sholihul Anam, Nurul Amin, Khoirul Isfain, H. Mahmud, dan Khusairi.

Sesuai kesepakatan, setiap anggota membayar iuran 10.000 rupiah, terhitung sejak bulan Oktober 2025. Gayung bersambut, malah ada yang membayar 50 ribu bahkan ratusan ribu rupiah. Iuran ini digunakan untuk memberi makan orang miskin dan menolong korban kecelakaan.

Anggota gowes ini pun beberapa memiliki tugas atau pekerjaan. Lima jamaah merupakan imam dan khotib Masjid Ar Rayyan Takerharjo. Lima jemaah lagi telah menunaikan ibadah haji. Selebihnya berprofesi sebagai petani, perawat, pedagang, tukang pijat dan pengemudi. Usianya sekitar 45-65 tahun.

Baca Juga:  Murid Madrasah Ini Belajar Jadi Mahasiswa

Jemaah gowes benar-benar melaksanakan visi misi organisasi. Yakni wetan kulon guyub rukun. Artinya apapun profesinya senantiasa bersatu. Selain itu, jemaah bertekad jogo wektu salat (gowes). Sebagaimana tertulis dalam kostum yang disumbang oleh H. Bambang Sukorno, pengusaha Takerharjo yang tinggal di Solo.

Gowes Perdana yang Menyenangkan

Sekretaris Muhammadiyah Takerharjo, Mushlihin, mengatakan, gowes perdana menuju Banyubang, Bluri dan Dagan ini sungguh nyaman dan menyenangkan. Para pesepeda membaca takbir bila melewati jalanan naik, dan membaca tasbih apabila melewati turunan.

Mereka pun bahagia. Jumlah kalori yang terbakar saat bersepeda selama 1 jam sangat bervariasi. Mulai dari 300 hingga 1.000 kalori, tergantung pada berat badan, kecepatan, dan intensitas bersepeda.

Pesepeda juga bersyukur. Bersepeda selama 1 jam telah meningkatkan kesehatan jantung dan mental, membantu menurunkan berat badan, memperkuat otot dan sendi. Selain itu juga mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes dan kanker.

Aktivitas ini pun meningkatkan kualitas tidur, menjaga keseimbangan hormon, dan meningkatkan tingkat energi serta kekebalan tubuh. Badan sehat, semoga ibadah tambah kuat. Syukur-syukur anggota Muhammadiyah dan NU Takerharjo guyub rukun. (#)

Baca Juga:  Bupati Lamongan Kunjungi Festival Ramadan SMPM 5 Karanggeneng

Jurnalis Mushlihin Penyunting Nely Izzatul