Feature

Ketika Pak Zainul Muslimin Pensiun

53
×

Ketika Pak Zainul Muslimin Pensiun

Sebarkan artikel ini
Saat drh. Zainul Muslimin berkisah bagaimana dia mengubah mindset dari buruh ke pengusaha, pada usianya yang kala itu 30 tahun.
drh. Zainul Muslimin saat menjadi narasumber di Safari Kajian PCM Sidoarjo (Tagar.co/Darul Setiawan)

Saat drh. Zainul Muslimin berkisah bagaimana dia mengubah mindset dari buruh ke pengusaha, pada usianya yang kala itu 36 tahun.

Tagar.co – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo menggelar Safari Kajian di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulusidokare, Ahad (3/8/25).

Bertempat di Masjid At-Taqwa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi), kegiatan kali ini mengundang narasumber drh. Zainul Muslimin, bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.

Ustaz Zainul Muslimin dalam kajiannya membawakan tema “Membangun Mukmin dan Muslim yang Kuat”. Hadir dalam kegiatan tersebut lebih dari 100 jemaah ranting-ranting di bawah naungan cabang Muhammadiyah Sidoarjo.

Kuatnya Keinginan

Menurut Pak Zainul, panggila drh. Zainul Muslimin, sukses tidaknya usaha seseorang berdasarkan kuat tidaknya keinginan. Dia lalu menceritakan kisah usaha bisnis ChickenMu yang dirintis PDM Bojonegoro.

“Dari 30 outlet ChickenMu tidak semuanya lancar. Yang berhasil adalah yang punya keinginan kuat,” ujarnya.

Pak Zainul kemudian juga membagikan kisah, bagaimana dia memutuskan untuk pensiun sebagai karyawan. “Usia 36 tahun saya pensiun dari PT. Japfa Comfeed,” katanya.

Baca Juga:  Antusiasme Tinggi Warnai Halalbihalal Muhammadiyah Sidoarjo, Ribuan Warga Sambut Din Syamsuddin

Keputusan resign itu bisa dibilang mengejutkan. Karena sebagai karyawan perusahaan ternama, berbagai fasilitas menyertainya seperti mobil dinas dan beragam kenyamanan lainnya.

“Tapi saat itu saya dikompori orang Cina yang saya kenal. Dia bilang, selama saya jadi karyawan, saya tidak akan kekurangan makan, tapi dijamin tidak bisa kaya,” ungkapnya.

Dia lalu diberi saran agar segera berbisnis usai berhenti jadi karyawan. Usai mendengar saran tersebut dia segera melihat aset apa yang dipunyai di rumah untuk dijual, lalu dibelikan tanah untuk membuka usaha.

“Ada motor, cincin emas dll. Saya juga diutangi orang Cina saat itu,” jelasnya.

Maka pada saat itulah mindset-nya berubah, dari gaya hidup buruh/karyawan ke pengusaha. “Karena sahabat Rasulullah yang hebat-hebat itu pebisnis,” tuturnya.

Dia juga berpesan agar setiap dari kita memantaskan diri saat berdoa. “Itulah kenapa doa-doa kita belum diijabah, karena kita belum memantaskan diri untuk mencapai doa tersebut,” pesannya. (#)

Jurnalis Darul Setiawan.