Feature

Kepala Sekolah Muhammadiyah Didorong Menjadi Pemimpin Transformatif

36
×

Kepala Sekolah Muhammadiyah Didorong Menjadi Pemimpin Transformatif

Sebarkan artikel ini
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, M. Fadloli Aziz  menyampaikan penguatan kepala sekolah/madrasah dalam kegiatan Foskam SD/MI Kabupaten Gresik (Tagar.co/Nurkhan)

Dari Sidayu, semangat kepemimpinan transformatif ditiupkan. Para kepala sekolah Muhammadiyah se-Gresik berkumpul bukan hanya untuk belajar, tetapi merefleksikan peran mereka sebagai pemimpin perubahan yang membawa ruh Islam dalam denyut pendidikan.

Tagar.co – Di tengah semilir angin pantai utara Gresik, aula SD Muhammadiyah Sidayu berubah menjadi ruang pembakaran semangat kepemimpinan. Rabu pagi (23/7/2025), para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari seluruh penjuru Kabupaten Gresik berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah” yang diinisiasi Forum Silaturahmi Kepala Sekolah/Madrasah (Foskam) Gresik.

Acara ini ini menjadi momentum penting untuk membangun kembali visi kepemimpinan transformatif di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Baca juga: Menjadikan Sekolah Muhammadiyah Rumah Kedua: LLSMS 2025 Dimulai dari Banyutengah

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, M. Fadloli Aziz, M.Pd., menyampaikan pemaparan mendalam tentang urgensi dan karakter utama seorang kepala sekolah Muhammadiyah yang transformatif.

“Kepala madrasah Muhammadiyah hari ini dituntut tidak hanya menjadi pengelola, tetapi pemimpin perubahan. Ia harus menjadi roh penggerak yang mampu menyatukan visi, membangkitkan semangat, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam setiap denyut kehidupan madrasah,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga:  115 Guru Muhammadiyah Panceng Telusuri Jejak Perserikatan di Yogyakarta

Menurut Aziz, perubahan dalam sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan. Kepala sekolah bukan sekadar administrator, melainkan pionir yang mampu menyambung misi Persyarikatan dan menggerakkan transformasi berbasis nilai Islam.

Ia memaparkan empat ciri utama kepala madrasah yang transformatif:

  • Visioner dan inspiratif, mampu membangun arah masa depan madrasah secara kolektif;

  • Memimpin dengan hati, menunjukkan empati kepada guru, siswa, dan masyarakat;

  • Menciptakan budaya kolaboratif, yang menumbuhkan rasa saling mendukung dan percaya;

  • Memberi keteladanan secara konsisten, terutama dalam akhlak, kerja keras, dan integritas.

Kepala SD/MI Se Kabupaten Gresik dan ketua Majelis dikdasmen PDM Gresik (Tagar.co/Nurkhan)

Dalam pemaparannya, Aziz juga mengangkat sosok K.H. Ahmad Dahlan sebagai teladan utama. Pendiri Muhammadiyah itu disebut bukan hanya sebagai pencetus gagasan pembaruan Islam, tetapi juga pelaku langsung dalam dunia pendidikan dan dakwah.

“K.H. Ahmad Dahlan tidak hanya berbicara perubahan, beliau mewujudkannya. Dan itulah semangat yang harus kita hidupkan dalam jiwa setiap kepala sekolah Muhammadiyah,” lanjutnya.

Aziz menekankan bahwa kepala sekolah atau madrasah Muhammadiyah adalah ujung tombak misi Persyarikatan di tingkat akar rumput. Mereka harus mampu menjalin sinergi dengan seluruh elemen—guru, siswa, orang tua, dan masyarakat luas—untuk menghadirkan perubahan berbasis nilai-nilai Islam.

Baca Juga:  Merajut Harmoni Lintas Generasi: Spirit Idulfitri dalam Manajemen Madrasah

Pada sesi akhir, ia menyampaikan bahwa mutu lembaga pendidikan Muhammadiyah ditentukan oleh tiga hal:

  • Guru yang bermutu, sebagai ujung tombak pembelajaran;

  • Kepala sekolah yang bermutu, sebagai pemimpin dan pengarah;

  • Sistem yang menjamin mutu, melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar forum pembinaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembaruan komitmen. Para kepala madrasah Muhammadiyah diajak untuk tidak sekadar mengelola institusi, tetapi menjadi motor penggerak yang membawa madrasah unggul secara akademik dan kukuh dalam dakwah.

Dengan semangat kekeluargaan dan tajdid yang menyelimuti acara, Foskam Gresik berharap akan lahir lebih banyak pemimpin pendidikan Muhammadiyah yang berani mengambil peran sebagai pelopor perubahan, sekaligus setia menjadi pelayan umat dan penyambung cita-cita besar Muhammadiyah. (#)

Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni