Feature

Kenang Jasa Pahlawan, Siswa Nikmati Suguhan Teatrikal Usai Upacara

34
×

Kenang Jasa Pahlawan, Siswa Nikmati Suguhan Teatrikal Usai Upacara

Sebarkan artikel ini
Pada peringatan HUT ke-80 RI di Mugeb Primary School, siswa dan guru menyajikan teatrikal epik. Tampak perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah hingga memproklamasikan kemerdekaan RI.
Rakyat Indonesia berjuang menyelamatkan diri saat tentara Jepang menjajah. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Pada peringatan HUT ke-80 RI di Mugeb Primary School, siswa dan guru menyajikan teatrikal epik. Tampak perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah hingga memproklamasikan kemerdekaan RI.

Tagar.co — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) tahun ini berlangsung berbeda. Usai upacara di lapangan sekolah, siswa kelas IV bersama para guru kompak mementaskan pertunjukan teatrikal kemerdekaan yang epik dan penuh makna, Ahad (17/8/2025).

Pertunjukan itu berawal dengan adegan kehidupan damai sebuah desa di Indonesia. Anak-anak tampak asyik bermain. Ibu-ibu yang diperankan Kaiisnawati, S.Pd. dan Shihatin, S.Pd.I pun khusyuk menampi beras. Sementara itu, para bapak yang diperankan David Al-Ghifari, S.Pd. dan Mohammad Fathoni, S.Pd. pergi bekerja.

Namun, ketenangan itu sirna tatkala tentara Jepang datang. Dua anak berseragam tentara dengan bendera Jepang melekat di pipi mereka datang dengan menodongkan pistol. Seketika, mereka menembaki para penduduk desa.

Suasana yang tadinya tenteram berubah mencekam. Sholahuddin Arkana, salah satu tentara, bahkan mengarahkan pistolnya ke arah penonton dari siswa kelas III-VI yang duduk tertib di sisi timur lapangan.

Baca Juga:  Hindari Jebakan dan Perpecahan, Internalisasi Nilai Jadi Kunci Jaga Keutuhan Muhammadiyah

Proklamasi Kemerdekaan

Beberapa hari kemudian, ketakutan masih menyelimuti warga. Setelah keadaan mulai tenang, mereka kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Beberapa warga mendengarkan siaran pertandingan sepak bola lewat radio.

Tak lama kemudian, mereka mengubah saluran untuk mencari hiburan lain. Tiba-tiba, mereka terdiam. Suara lantang Bung Karno sedang membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta terdengar.

Di saat yang sama, Raden Panji Hartono, M.Pd sebagai Bung Karno bersama Indra Setiawan, S.Pd sebagai Bung Hatta naik podium. Mereka dengan tegap dan percaya diri memerankan karakter pahlawan Bangsa Indonesia itu.

Suara Bung Karno mengguncang hati rakyat Indonesia, membuat mereka bersorak penuh syukur dan haru. Sorak sorai kegembiraan seluruh pemain menggambarkan betapa besarnya rasa lega rakyat Indonesia saat mengetahui negeri ini telah bebas dari penjajah.

Baca Juga: Atlet Sepatu Roda Mugeb Bersinar, Ukir Prestasi di Kota Apel

Pada peringatan HUT ke-80 RI di Mugeb Primary School, siswa dan guru menyajikan teatrikal epik. Tampak perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah hingga memproklamasikan kemerdekaan RI.
Minnah Tsabita, S.Pd bersama Alesyah Akeyla membaca puisi sementara seluruh pemain teater mengibarkan Sang Merah Putih. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Mengenang Jasa Pahlawan

Pertunjukan tersebut berakhir dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh seluruh pemain teatrikal. Suasana semakin khidmat saat Ustadzah Minnah Tsabita, S.Pd, dan Alesyah Akeyla P., siswi kelas IV Bird, membacakan puisi.

Baca Juga:  Pashmina di Sekolah Rakyat: Menyiapkan Bekal Penting Remaja di Masa Rentan

Puisi yang lantang dan mendayu itu berjudul “Kamilah yang Pantas Merdeka” karya Annuquyah. Penampilan epik keduanya menghanyutkan para penonton, mengajak mereka kembali mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa.

Salah satu siswa yang berperan dalam teatrikal, Keano Rendra P. dari kelas IV Camel, mengaku senang. “Aku senang bisa tampil ikut teatrikal,” katanya.

Ia menjelaskan, latihan pertunjukan ini sudah berlangsung selama lima hari di bawah arahan dua guru, Mar’atus Sholichah, S.Pd. dan Qoonita Rizka Syafana, S.Pd. “Alhamdulillah, tadi nggak lupa adegannya,” tutur Keano sambil tersenyum.

Ustazah Qoonita, sapaan akrabnya, turut memberikan refleksi setelah penampilan itu. Ia berharap pertunjukan ini dapat menanamkan semangat perjuangan para pahlawan di hati siswa.

“Semoga anak-anak dapat mengenang kembali sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia yang penuh perjuangan,” terangnya usai pertunjukan teater itu mengundang tepuk tangan seluruh hadirin.

Selain itu, ia juga berharap para siswa akan memiliki rasa bangga terhadap bangsa dan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia. “Juga semoga tumbuh rasa bangga pada para pahlawan yang telah menumpahkan darah demi kemerdekaan Indonesia,” ujarnya. (#)

Baca Juga:  KM3 Smamio Menebar Cahaya Ramadan Perkuat Dakwah Pelajar di Pesisir Ngembo

Jurnalis Lailatul Mabadi Chaira Penyunting Sayyidah Nuriyah