Feature

Kemendikdasmen Luncurkan Sayembara 7 KAIH: Anak Indonesia Diajak Berbagi Praktik Baik

75
×

Kemendikdasmen Luncurkan Sayembara 7 KAIH: Anak Indonesia Diajak Berbagi Praktik Baik

Sebarkan artikel ini

Kemendikdasmen mengajak anak, guru, dan orang tua menghidupkan budaya baik lewat Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ajang ini jadi ruang praktik baik dan ekspresi cinta anak kepada orang tua.

Tagar.co – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) resmi meluncurkan Sayembara Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

Ajang nasional ini diharapkan menjadi ruang inspiratif bagi anak, guru, hingga pemerintah daerah untuk menghidupkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Peluncuran sayembara dilakukan dalam Webinar Solusi (Sosialisasi dan Diskusi) 7 KAIH pada Selasa (30/10/25), yang diikuti secara daring oleh pendidik, orang tua, Sahabat Karakter, serta para pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Indonesia.

Turut hadir perwakilan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, Unit Pelaksana Teknis Kemendikdasmen, hingga satuan pendidikan mulai dari PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

Sayembara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bahasa Oktober, sekaligus menyambut Hari Ayah (12 November) dan Hari Ibu (22 Desember).

Ketiga momentum ini dimaknai sebagai ajakan menumbuhkan semangat literasi, memperkuat budaya bahasa, serta meneguhkan rasa hormat anak kepada orang tua sebagai teladan keluarga Indonesia.

Baca Juga:  ASEAN–SEAMEO dan Kemendikdasmen Luncurkan Peta Jalan PAUD 2026–2030

Dua Tema Utama: Praktik Baik dan Bakti Anak kepada Orang Tua

Sayembara 7 KAIH mengusung dua tema besar. Pertama, Cerita Praktik Baik di Satuan Pendidikan dan Pemerintah Daerah, yang menampilkan inovasi penerapan 7 KAIH di sekolah maupun pemerintah daerah.

Kedua, Bakti dalam Warna dan Kata: Karya Anak untuk Ibu dan Ayah, yang menjadi wadah ekspresi anak lewat gambar dan tulisan sebagai bentuk cinta serta hormat kepada orang tua.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar lomba.

“Sayembara 7 KAIH adalah ruang berbagi inspirasi, praktik baik, serta ekspresi cinta anak kepada orang tua. Kami mengajak sekolah, pemerintah daerah, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk bersama menumbuhkan kebiasaan baik sebagai budaya sehari-hari, sehingga lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Mekanisme dan Apresiasi untuk Karya Terbaik

Pendaftaran dibuka pada 1 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, dan ditutup pada 26 Oktober 2025. Panduan teknis serta ketentuan lomba dapat diakses melalui laman resmi Puspeka: cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/sayembara7kaih.

Baca Juga:  Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Atasi Kekurangan Guru

Hadiah yang disiapkan cukup menarik.

  • Untuk kategori Cerita Praktik Baik, dipilih satu karya terbaik dari setiap jenjang pendidikan yang berhak memperoleh Rp1.000.000 (belum dipotong pajak) dan piagam penghargaan.

  • Untuk kategori Bakti untuk Ibu dan Ayah, ditetapkan 10 karya terbaik dari setiap kategori, masing-masing berhak atas hadiah Rp1.000.000 (belum dipotong pajak) dan sertifikat penghargaan.

Tak hanya itu, karya terbaik Cerita Praktik Baik akan dikompilasi menjadi Buku Praktik Baik 7 KAIH yang disebarluaskan ke masyarakat. Sementara karya menggambar terbaik dari kategori Bakti untuk Ibu dan Ayah akan dipamerkan di Ruang Murid Rumah Pendidikan.

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menegaskan bahwa ajang ini adalah langkah nyata membangun bangsa.

“Sayembara 7 KAIH merupakan wadah kolaborasi sekaligus dorongan lahirnya generasi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Menggerakkan Budaya Baik untuk Indonesia Emas

Melalui sayembara ini, Kemendikdasmen mengajak seluruh pihak—pendidik, orang tua, hingga masyarakat luas—untuk menjadikan kebiasaan baik sebagai budaya bangsa. Gerakan ini diharapkan meluas, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi lahirnya generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkarakter (#)

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan untuk Mencerdaskan dan Membentuk Karakter Bangsa

Mohammad Nurfatoni