
Kebijakan-kebijakan baru pendidikan akan mulai diterapkan secara bertahap pada tahun ini, membawa angin segar bagi dunia pendidikan.
Tagar.co – Rintik hujan mengiringi langkah para pendidik madrasah tsanawiyah (MTs) dari wilayah ‘Wringinrejo’, yang meliputi Kecamatan Wringinanom dan Driyorejo, menuju Gun’s Cafe and Resto di Jalan Krikilan KM 26 Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (8/1/2025).
Namun suasana hangat tercipta di dalam ruangan, kontras dengan hawa dingin di luar, saat mereka berkumpul untuk pertemuan perdana dengan H. Nur Huda, S.Pd., M.PdI., pengawas madrasah yang menaungi kedua kecamatan tersebut. Pertemuan ini menjadi penanda dimulainya era baru dalam dunia pendidikan, khususnya di wilayah Wringinrejo.
Dalam pertemuan yang khidmat tersebut, H. Nur Huda menyampaikan kebijakan-kebijakan baru dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Kebijakan-kebijakan tersebut akan mulai diterapkan secara bertahap pada tahun ini, membawa angin segar bagi dunia pendidikan.
Baca juga: MTs Darut Tauhid Banjaran Driyorejo Ukir Prestasi dengan Video Pendek Madrasah Sehat
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah penerapan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” bagi peserta didik. “Tujuh kebiasaan ini fundamental,” ujar H. Nur Huda dengan penuh keyakinan. Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
“Melalui 7 kebiasaan ini, kita berharap dapat membangun karakter anak Indonesia yang kuat dan berakhlak mulia. Perubahan besar suatu bangsa dimulai dari perubahan individu, dan perubahan individu dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana,” tambahnya, menjelaskan filosofi di balik kebijakan tersebut.
Pertemuan ini tak hanya membahas tentang 7 kebiasaan itu. H. Nur Huda juga menyosialisasikan pedoman program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan, sebuah program yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas asupan gizi bagi para siswa. Selain itu, ia juga menjelaskan berbagai kebijakan serta aturan baru, khususnya terkait penggunaan aplikasi EMIS (Education Management Information System).

Pentingnya Jaminan Perlindungan Guru
Semangat baru ini disambut antusias oleh para pendidik yang hadir. Sebanyak 8 MTs dari Kecamatan Driyorejo dan 7 MTs dari Kecamatan Wringinanom turut serta dalam pertemuan tersebut. Kehadiran tim BPJS Ketenagakerjaan Driyorejo di bawah kepemimpinan Sasongko Adji semakin melengkapi pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Sasongko Adji menekankan pentingnya jaminan perlindungan bagi para guru yang berjuang di dunia pendidikan. “BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa,” ujarnya.
Kabar baiknya, sebagian besar lembaga pendidikan di wilayah ‘Wringinrejo’ telah bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan dan merasakan manfaatnya. Lebih lanjut, dia memaparkan berbagai kemudahan yang ditawarktan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk kerja sama dengan pihak lain di bidang properti, yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta.
Pertemuan di tengah rintik hujan ini menjadi simbol dimulainya babak baru dalam dunia pendidikan di ‘Wringinrejo’. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, para pendidik di wilayah ini siap menyongsong era baru, menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik, dan mengantarkan generasi penerus bangsa menuju masa depan yang gemilang. (#)
Jurnalis Rokhana Oktiasari Penyunting Mohammad Nurfatoni












