Feature

Juri LLSMS Tinjau Taman Karakter Hewan di SD Mutu Dukun

44
×

Juri LLSMS Tinjau Taman Karakter Hewan di SD Mutu Dukun

Sebarkan artikel ini
LLSMS 2025 tak sekadar penilaian kebersihan, tapi mendorong konsistensi pembiasaan hidup bersih. Tampak inovasi ramah lingkungan berupa taman karakter hewan karya siswa.
Juri LLSMS meninjau Taman Karakter Hewan di SD Mutu Dukun, 9 Agustus 2025. (Tagar.co/Mohammad Hasbi Amirudin)

LLSMS 2025 tak sekadar penilaian kebersihan, tapi mendorong konsistensi pembiasaan hidup bersih. Tampak inovasi ramah lingkungan berupa taman karakter hewan karya siswa.

Tagar.co — Suasana hangat menyambut juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) 2025 di halaman depan SD Muhammadiyah 1 (SD Mutu) Dukun, Gresik , Jawa Timur. Nurul Wafiyah, M.Pd. dan Wardikin, S.Pd., M.Pd. tiba untuk melakukan penilaian, Sabtu pagi, 9 Agustus 2025.

Kepala SD Mutu Dukun, Zakiyatul Faikhah, S.Pd., berdiri di gerbang bersama Kepala SD Muhammadiyah 2 (SD Muda) Dukun, Muhammad Musholi, S.Pd., dan Kepala MTs Muhammadiyah 1 Dukun, Ilham, S.Pd. Para guru dan siswa pun turut menyambut.

Sebelum penilaian, para juri bergabung dalam Senam Anak Indonesia Hebat bersama siswa-siswi Perguruan Muhammadiyah Dukun unit 1. Kompak mengenakan kaos olahraga, mereka memenuhi halaman sekolah. Senam kebugaran ini juga diikuti oleh H. Mudlofar, S.Pd.I., Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Dukun, sekaligus guru SD Muda Dukun.

Dalam sambutannya, Nurul Wafiyah menjelaskan tujuan kedatangan mereka. “Kami datang tidak lain untuk melihat secara nyata bagaimana kondisi sekolah, kenyamanan anak-anak, toilet, kantin, dan ruangan-ruangan,” ujar Nurul.

Baca Juga:  Blak-blakan demi Masa Depan Remaja: Dokter Edukasi Reproduksi di Sekolah Rakyat

Ia menekankan, hal terpenting bukan kebersihan saat ini, melainkan pembiasaan anak dalam hidup bersih. “Karena bersih harus selalu dibiasakan,” tambahnya.

Wardikin pun melengkapi dengan menambahkan pentingnya kolaborasi. “Kolaborasi bagus antara siswa dan warga sekolah harus selalu dijaga. Kita harus bahu-membahu dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahan sekolah,” kata Wardikin.

Baca Juga: Go Green SD Mutu Dukun Tanamkan Peduli Lingkungan

LLSMS 2025 tak sekadar penilaian kebersihan, tapi mendorong konsistensi pembiasaan hidup bersih. Tampak inovasi ramah lingkungan berupa taman karakter hewan karya siswa.
Juri LLSMS meninjau Taman Karakter Hewan di SD Mutu Dukun, 9 Agustus 2025. (Tagar.co/Mohammad Hasbi Amirudin)

Kreativitas Berpadu Lingkungan Sehat

Saat memasuki kelas, para juri sangat terkesan. Anak-anak sedang menyantap bekal masing-masing dengan menu empat sehat. Mereka juga membawa botol minuman (tumbler), menunjukkan kesadaran lingkungan yang sudah tertanam.

Zakiyatul Faikhah kemudian menjelaskan salah satu inovasi sekolah berjargon ‘Terampil, Optimis, Peduli, dan Semangat’ (TOPS) itu. “Kami menginstruksikan anak-anak membuat pot berbentuk karakter binatang,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuannya memanfaatkan daur ulang plastik agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan. “Siswa belajar langsung tentang konsep reduce, reuse, recycle melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga melatih kreativitas dan keterampilan seni siswa. Alhasil, pot karakter hewan yang unik dan berwarna-warni membuat taman sekolah menjadi lebih menarik. Pot-pot ini untuk menanam bunga dan tanaman hias. Hal ini juga meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab siswa karena mereka merawat tanaman di pot buatan mereka sendiri.

Baca Juga:  Spemdalas Raih 5 Emas Olympicad VIII Makassar
LLSMS 2025 tak sekadar penilaian kebersihan, tapi mendorong konsistensi pembiasaan hidup bersih. Tampak inovasi ramah lingkungan berupa taman karakter hewan karya siswa.
Juri LLSMS meninjau Taman Baca Bermutu pada Sabtu, 9 Agustus 2025. (Tagar.co/Mohammad Hasbi Amirudin)

Inovasi dan Pembiasaan Berkelanjutan

Di akhir acara, Nurul Wafiyah memberikan pesan. “Keadaan yang sudah baik ini harus terus dijaga dan ditingkatkan, tidak hanya saat ada visitasi,” pesannya.

Ia kagum dengan kreativitas di SDM 1 yang membuat berbagai macam bentuk binatang dari daur ulang galon. “Di MTS ada bonsai yang indah, dan di SDM 2 ada bunga berlabel yang meningkatkan literasi siswa,” tambahnya.

“Semoga saat saya kembali, keadaan yang bersih dan indah ini akan tetap terjaga,” imbuh Nurul.

LLSMS 2025 tak sekadar penilaian kebersihan, tapi mendorong konsistensi pembiasaan hidup bersih. Tampak inovasi ramah lingkungan berupa taman karakter hewan karya siswa.
Kader Lingkungan SD Mutu Dukun menjawab pengolahan sampah, Sabtu, 9 Agustus 2025. (Tagar.co/Mohammad Hasbi Amirudin)

Wardikin menambahkan perumpamaan yang menyentuh. “Ibaratnya kita memakai baju, walaupun baju itu baju yang lama, tetapi tetap bersih dan harum,” katanya. Kemudian ia meminta semua warga Perguruan Muhammadiyah Dukun untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan.

Muhammad Musholi pun menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami tidak bisa memungkiri, dengan adanya LLSMS ini, kami ikut berbenah memperindah dan mempercantik sekolah,” ucapnya.

Musholi juga berterima kasih atas catatan-catatan dari para juri. “Kami semua siap berbenah diri agar menjadi lebih baik ke depannya,” tutupnya. (#)

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Kenalkan Ternak Ayam Mandiri untuk Senjata Lawan Stunting

Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin Penyunting Sayyidah Nuriyah