
Jiwa wirausaha bertumbuh di “Happy Saturday” SD Mutu Dukun. Program unggulan sekolah ini memungkinkan siswa transaksi jual beli pada program market day. Wajah-wajah antusias siswa menawarkan produk tampak jelas.
Tagar.co – Halaman SD Muhammadiyah 1 Dukun Gresik, Jawa Timur, Sabtu pagi (19/4/2025) mendadak riuh. Bukan karena upacara bendera, melainkan oleh ramainya transaksi jual beli para siswa.
Itulah “Happy Saturday,” program unggulan SD Mutu Dukun dalam format market day. Program ini menjadi ajang para murid untuk belajar langsung menjadi wirausahawan bermutu.
Di balik meja-meja sederhana yang berjejer rapi, tampak wajah-wajah antusias menawarkan aneka produk. Ada yang menjajakan jagung susu keju (jasuke) dengan senyum lebar, yang lain sibuk meracik salad segar, memanggang sosis dengan aroma menggoda, hingga menyuguhkan segelas es dawet yang menghilangkan dahaga. Semua itu hasil kreasi dan inisiatif para siswa.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Dukun, Zakiyatul Faikhah, S.Pd., dengan bangga menuturkan kegiatan ini bukan sekadar berjualan biasa. Lebih dari itu, “Kegiatan market day ini sebagai upaya agar para siswa memberikan pengalaman praktis tentang proses jual beli,” ujarnya penuh semangat.
“Kegiatan ini juga dapat menumbuhkan jiwa wirausaha, melatih kreativitas dan keterampilan berkomunikasi, serta mengajarkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerja sama.”

Strategi Pemasaran
Lebih jauh, Zakiyatul Faikhah berharap agar melalui “Happy Saturday” ini, para siswa tidak hanya sekadar meraih keuntungan sesaat. “Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar tentang konsep bisnis, mengelola keuangan, dan mengembangkan strategi pemasaran,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya interaksi langsung dengan pembeli. “Siswa akan belajar keterampilan berkomunikasi, negosiasi, dan berinteraksi dengan orang lain.”
Tak hanya itu, market day ini juga menjadi wadah untuk mengasah kreativitas. “Siswa dapat mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan produk, desain, dan strategi pemasaran,” jelasnya.
Nilai-nilai luhur pun turut sekolah tanamkan. “Mengajarkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, dan pantang menyerah,” tegasnya.
Pengalaman nyata inilah yang menjadi esensi dari program ini. “Siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses jual beli, mulai dari persiapan, penjualan, hingga evaluasi,” kata Zakiyatul Faikhah.
Konsep Ekonomi
Mereka juga diajak untuk memahami dasar-dasar ekonomi. Siswa belajar tentang konsep uang, nilai, dan bagaimana uang digunakan dalam transaksi. Keberhasilan dalam berjualan, sekecil apapun, diyakini dapat membangun rasa percaya diri siswa.
Proses evaluasi setelah berjualan juga menjadi bagian penting dari pembelajaran. “Siswa belajar untuk menganalisis hasil penjualan, menentukan strategi, dan mengambil pelajaran dari pengalaman,” terang kepala sekolah.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pasar. Siswa belajar tentang dinamika pasar, dan tren konsumen,” imbuhnya.
Tak lupa, Zakiyatul Faikhah memberikan pesan khusus kepada para siswa yang bertugas sebagai penjual. “Selalu bersikap ramah dan murah senyum, agar pembelinya tertarik dan membeli dagangnya dengan suka cita,” pesannya dengan senyum.
Srie Sulyana, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, menambahkan, “Program ini merupakan salah satu di antara program unggulan yang ada di SD Muhammadiyah 1 Dukun.”
Ia pun berharap kegiatan positif ini dapat terus berlanjut. “Semoga kegiatan seperti ini dapat berjalan secara kontinyu dan ada gebrakan baru di setiap menu yang para siswa sajikan,” katanya.
Beragam menu lezat dan menarik tersaji dalam “Happy Saturday” kali ini. Srie Sulyana menyebutkan beberapa di antaranya. Ada salad, sosis bakar, es dawet, pentol kanji, nasi goreng, aneka gorengan, es sinom dan lain-lain.
“Happy Saturday” di SD Mutu Dukun bukan hanya tentang transaksi jual beli, tetapi juga tentang menanamkan benih-benih jiwa wirausaha sejak dini. Lengkap dengan nilai-nilai luhur yang akan menjadi bekal mereka di masa depan. Sebuah Sabtu yang benar-benar “happy” dan bermakna. (#)
Jurnalis Mohammad Hasbi Amirudin Penyunting Sayyidah Nuriyah












