Feature

Jendela Kecil Menuju Dunia: Hadiah Literasi dari Mahasiswa PPG di Hari Kebangkitan Nasional

31
×

Jendela Kecil Menuju Dunia: Hadiah Literasi dari Mahasiswa PPG di Hari Kebangkitan Nasional

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa PPG UM Surabaya menutup praktik lapangan di SDN Kapasan 3 dengan hadiah istimewa: buku antologi cerpen. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi titik balik kebangkitan literasi.
Penyerahan buku antologi cerpen oleh Idhoofiyatul Fatin, M.Pd selaku DPL PPG UM Surabaya kepada Kepala SDN Kapasan 3, Trisno Santoso, Selasa (20/5/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Mahasiswa PPG UM Surabaya menutup praktik lapangan di SDN Kapasan 3 dengan hadiah istimewa: buku antologi cerpen. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi titik balik kebangkitan literasi.

Tagar.co – Penarikan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya di SDN Kapasan 3, Selasa (20/5/2025), menjadi momen istimewa. Tak hanya menandai akhir masa tugas lima mahasiswa, tetapi juga memperingati Hari Kebangkitan Nasional dengan semangat baru: kebangkitan literasi.

Bertugas sejak awal tahun, lima mahasiswa PPG UM Surabaya—Tria Putri Pamungkas, Dyah Rahayu Restiana Putri, Islafiyah, Oktaviana Dewi, dan Siska Damayanti—tak hanya mengajar dan membantu administrasi sekolah. Mereka juga mendampingi siswa dalam berbagai kegiatan di luar kelas, seperti belajar calistung, mengaji, bacaan salat, life skill tentang kebersihan dan kemandirian, menggambar, mewarnai, hingga menulis pantun, puisi, dan cerpen.

Kerja keras mereka membuahkan hasil. Di akhir masa pengabdian, mahasiswa PPL menghadiahkan sebuah buku antologi cerpen berjudul Jendela Kecil Menuju Dunia. Buku ini memuat karya bersama siswa, guru, mahasiswa, dan dosen sebagai hasil kegiatan nonmengajar selama praktik lapangan.

Baca Juga:  Bukan Cuma Garis Tangan: Sel, Gen, dan Rahasia Jalan Hidup Manusia
Testimoni salah satu siswa kelas 5 dalam pembuatan buku antologi cerpen, Selasa (20/5/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Acara penarikan mahasiswa dimulai pukul 08.00 WIB di ruang guru SDN Kapasan 3, Jalan Gembong Sekolahan No. 20, Surabaya. Kepala Sekolah Trisno Santoso, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Saya merasa terima kasih, sampai hari ini SD kami masih dipercaya menjadi mitra PPG UM Surabaya. Salut dan berbangga kepada mahasiswa yang sudah tekun dan bersabar dalam bertugas,” ujar Pak Tris, sapaan akrabnya.

Ia pun secara simbolis menyerahkan kembali para mahasiswa kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Idhoofiyatul Fatin, M.Pd.

“Hari ini, detik ini saya serahkan mahasiswa PPL UM Surabaya ke ibu kandungnya,” ucapnya disambut tawa hangat hadirin.

Sebagai DPL, Fatin juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa dengan baik.

“Untuk mahasiswaku, terima kasih atas kesungguhan, kegigihan, serta ketelatenannya dalam melaksanakan tugas PPL untuk menjadi guru profesional,” ujar Fatin.

Kebersamaan terakhir kepala sekolah dan guru SDN Kapasan 3 beserta mahasiswa PPL dan juga dosen pembimbing Selasa (20/5/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Pada akhir acara, Fatin menyerahkan kenang-kenangan berupa buku Jendela Kecil Menuju Dunia. Buku ini menjadi simbol semangat dan keseriusan mahasiswa PPG dalam membimbing siswa menulis hingga berhasil menerbitkan karya mereka sendiri.

Baca Juga:  Penutupan Raker PCM Ngagel: Sinergi Diperkuat, Gerak Perserikatan Dipercepat

Nining Haerunnisa, M.Pd., guru pamong sekaligus salah satu guru SDN Kapasan 3, mengaku sangat terbantu oleh kehadiran para mahasiswa.

“Kehadiran mahasiswa PPL di sekolah kami sangat banyak membantu dalam proses pembelajaran. Apalagi kita dapat kado istimewa berupa buku antologi cerpen,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga merasa terharu atas pencapaian siswanya yang berhasil menyelesaikan cerpen mereka.

“Saya sangat terharu sekali dan sangat bersyukur karena anak-anak kami dapat menyelesaikan cerpennya. Ini semua berkat kegigihan dan arahan dari mahasiswa serta Bu Fatin sebagai dosen pembimbing,” imbuhnya bangga.

Qaireen Shabirah K., siswa kelas 5 SDN Kapasan 3, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa yang telah menemani kami dalam belajar dan juga menulis,” katanya di akhir acara.

Tepat pada Hari Kebangkitan Nasional, SDN Kapasan 3 mendapat hadiah literasi yang istimewa. Mahasiswa PPG UM Surabaya tak hanya menuntaskan tugas profesional mereka, tapi juga menyalakan obor semangat menulis bagi generasi muda. Kebangkitan literasi pun dimulai dari jendela kecil sebuah sekolah dasar di jantung Kota Surabaya.

Baca Juga:  Tapak Suci, Deep Learning, dan Pendidikan Karakter di Sekolah Kreatif Baratajaya

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni