
Tim strategi di sekolah, madrasah, atau pesantren sering mandek gara-gara guru dan ustaz kehabisan semangat. Seri kelima ini membongkar tujuh trik jitu agar tim tetap kompak, strategi berjalan mulus, dan target SDG 4 tercapai!
Manajemen Strategis Pendidikan (Seri 5): Oleh Syaifulloh, Penikmat Pendidikan
Tagar.co – Pada bagain ini kita kebut bahas Jaga Semangat Tim biar Strategi Tidak Cuma Ngebul di sekolah, madrasah, dan pesantren! Strategi sudah dirancang, sudah dieksekusi , tapi kalau tim guru, ustaz, dan komite lemas seperti santri habis menghafal 10 juz, ya ambyar!
Yuk, simak tujuh trik agar tim tetap semangat, strategi berjalan, dan sekolah, madrasah, pesantren kita gacor habis, nyambung dengan SDG 4—pendidikan nerkualitas!
Surah Al-‘Asr: 1–3
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Baca seri-seri sebelumnya: Manajemen Strategi Pendidikan
Tim yang kompak itu seperti santri rebutan takjil: saling dorong tapi tetap senang! Yuk, cek 7 trik supaya tim tidak kehabisan bensin:
1. Analisis SWOT: Cek Apa yang Membuat Tim Semangat!
Tim bakal loyo kalau tidak tahu apa yang membuat mereka semangat. Buka SWOT sekolah, madrasah, pesantren: kekuatan (misal: guru atau ustaz pintar bikin kuis), kelemahan (misal: rapat terus sampai pegal), peluang (misal: ada donatur Wi-Fi), ancaman (misal: santri kabur ke sekolah sebelah). Pakai ini untuk memberi “vitamin” motivasi!
Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah: 197
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
- Penelitian: Hidayat (2022), Jurnal Pendidikan Islam Indonesia: “SWOT membantu menemukan apa yang menyalakan semangat tim untuk menjalankan strategi.”
- Refleksi: SWOT itu seperti mengecek dompet sebelum ke kantin, tahu apa yang bikin tim semangat!
- Praktik: Kirim pesan ke satu guru/ustaz: “Bro, apa yang bikin kamu semangat mengajar?” Catat jawabannya untuk strategi!
2. Visi-Misi: Ingatkan Tujuan, biar Tidak Malas!
Tim bisa lemah kalau lupa mengapa kita repot-repot membuat strategi. Ingatkan visi-misi sekolah, madrasah, dan pesantren, seperti “santri jago coding” atau “madrasah nomor satu di kampung”. Ceritakan ini supaya tim ingat misi mulia, bukan hanya mengejar gaji!
- Penelitian: Day & Sammons (2022), Educational Management Administration & Leadership: “Visi-misi yang terus diulang membuat tim tetap fokus dan semangat.”
- Refleksi: Visi-misi itu seperti alarm subuh, membangunkan tim dari rasa malas.
- Praktik: Saat rapat atau di grup, sebutkan satu visi-misi (misal: “Kita mau santri pintar digital!”) dan hubungkan dengan kerja tim (misal: mengajar pakai Canva).
3. Pemberdayaan SDM: Jadikan Guru/Ustaz Sultan Lapangan!
Guru atau ustaz itu MVP strategi, tapi kalau tidak disemangati, ya redup seperti lampu mati listrik! Beri pelatihan keren (misal: membuat slide pakai AI) atau puji di depan umum. Jangan hanya bilang, “Pak, ngajarnya seperti ustaz di TV!”
Al-Qur’an: Surah Al-Anfal: 60
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”
- Penelitian: Spillane & Sun (2021), Journal of Educational Administration: “Pujian dan pelatihan membuat guru bersemangat menjalankan strategi.”
- Refleksi: Guru/ustaz yang didukung itu seperti santri dapat es teh, semangatnya bertambah!
- Praktik: Bagikan pujian untuk satu guru/ustaz di grup (misal: “Bu Hani, kuis Zoom-nya bikin santri betah!”) atau usulkan ide pelatihan.
4. Kurikulum Karakter: Akhlak Membuat Tim Makin Solid!
Tim yang akhlaknya bagus, sabar, pasti kompak jalankan strategi. Adakan kegiatan penguatan karakter, misalnya ngobrol soal amanah sambil nyanyi nasyid di pondok. Kompak seperti santri antre mandi pagi!
- Penelitian: Santoso (2021), Jurnal Tarbiyah: “Akhlak mulia dalam tim meningkatkan motivasi menjalankan strategi.”
- Refleksi: Akhlak itu seperti Wi-Fi, membuat tim connect tanpa putus-putus.
- Praktik: Adakan sesi ngobrol 5 menit dengan tim tentang satu nilai (misal: kerja sama) yang mendukung strategi.
5. Keterlibatan Pemangku Kepentingan: Semua Ikut Semangat, Bukan Cuma Tim Guru!
Tim guru atau ustaz saja tidak cukup! Ajak orang tua, komite, atau tetangga pesantren untuk ikut menyemangati. Bayangkan, komite bawa gorengan ke rapat strategi—langsung semangat, kan? Musyawarah bersama membuat semua merasa, “Ini tim saya!”
Al-Qur’an: Surah Ali Imran: 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ …
Maka berkat rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh darimu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
- Penelitian: Tan & Low (2023), International Journal of Leadership in Education: “Pemangku kepentingan yang dilibatkan membuat tim merasa memiliki dukungan, semangat pun bertambah.”
- Refleksi: Musyawarah dengan pemangku kepentingan itu seperti menambah sambal di nasi uduk, semangatnya pedas!
- Praktik: Kirim pesan ke satu pemangku kepentingan (misal: orang tua) untuk minta ide mendukung tim (misal: mendukung kelas digital).
6. Sarana-Prasarana: Fasilitas Jangan Membuat Tim Ngambek!
Tim tidak akan semangat kalau ruang guru panas seperti dapur pesantren saat buka puasa! Pastikan fasilitas, seperti proyektor atau Wi-Fi, membuat tim betah menjalankan strategi. Jangan sampai mengajar pakai papan tulis yang tintanya habis!
- Penelitian: Lestari (2023), Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan: “Fasilitas yang memadai membuat tim semangat mengeksekusi strategi.”
- Refleksi: Sarana yang bagus itu seperti sandal baru, membuat tim berjalan tanpa lelet.
- Praktik: Tanya tim, “Fasilitas apa yang membuat kalian senang bekerja?” (misal: AC di ruang guru). Usulkan ke kepala sekolah atau pesantren!
7. Evaluasi Berkala: Rayakan Keberhasilan Tim, Jangan Cuma Mengecek!
Tim akan turun semangat kalau hanya disuruh kerja tanpa melihat hasil. Evaluasi rutin, beri tahu progres (misal: “Santri sudah 70% mahir tahfiz digital!”), dan adakan perayaan kecil, seperti bagi-bagi teh botol saat rapat! Jangan hanya bilang, “Sip, lanjut!”
- Penelitian: Hallinger & Wang (2022), School Effectiveness and School Improvement: “Evaluasi yang memberi apresiasi membuat tim ingin bekerja lebih giat.”
- Refleksi: Evaluasi itu seperti like di unggahan santri, membuat tim merasa dihargai.
- Praktik: Tulis satu pencapaian tim di grup (misal: “Keren, kelas coding sudah berjalan sebulan!”) supaya semua merasa juara.
Keterkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
7 trik ini mendukung SDG 4 di sekolah, madrasah, dan pesantren: SWOT membuat tim tahu apa yang membangkitkan semangat, visi-misi menjaga fokus dan inklusivitas, pemberdayaan SDM membuat guru atau ustaz berkualitas, karakter menguatkan kekompakan, pemangku kepentingan menambah dukungan, sarana membuat kerja nyaman, dan evaluasi memastikan pendidikan tetap berkualitas. Semua bisa belajar sambil tersenyum!
Tantangan Hari Ini
Jangan hanya baca sambil makan keripik! Lakukan satu aksi untuk menjaga semangat tim. Tulis di grup atau catatan pribadi:
“Hari ini, saya menyemangati tim dengan [aksi] agar strategi [tujuan] di sekolah/madrasah/pesantren berjalan.”
Contoh:
“Hari ini, saya menyemangati tim dengan memuji Pak Udin di grup agar strategi tahfiz digital makin lancar di pesantren!”
Alhamdulillahirabbil’alamin, ayo buat tim sekolah, madrasah, pesantren kita semangat seperti santri nyanyi nasyid saat haul! (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni













