Opini

ICMI Jatim Dukung Aspirasi Mahasiswa, Ingatkan Bahaya Penunggangan Politik

25
×

ICMI Jatim Dukung Aspirasi Mahasiswa, Ingatkan Bahaya Penunggangan Politik

Sebarkan artikel ini
Ulul Albab

Gelombang aksi mahasiswa menandai hidupnya nurani bangsa. ICMI Jatim mendukung perjuangan murni mereka, sekaligus menolak keras anarkisme dan penunggangan politik.

Oleh Ulul AlbabKetua ICMI Orwil Jawa Timur

Tagar.co – Gelombang demonstrasi mahasiswa yang menggema akhir-akhir ini di berbagai daerahmenunjukkan bahwa kesadaran kritis generasi muda bangsa masih hidup. Mahasiswa, dengan idealismenya, kembali hadir sebagai suara nurani yang mengingatkan para penguasa agar tidak keluar dari rel keadilan dan amanah konstitusi.

Baca juga: ICMI: Gejolak Politik Butuh Langkah Cepat dan Bijak Presiden

Namun, di tengah semangat mulia itu, kita juga menyaksikan dengan keprihatinan munculnya tindakan anarkis dari kelompok tertentu yang menunggangi gerakan mahasiswa. Aksi-aksi destruktif itu tidak hanya mencederai semangat demokrasi, tetapi juga berpotensi mengalihkan makna perjuangan mahasiswa yang sejatinya luhur.

Sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Timur, saya menegaskan sikap organisasi sebagai berikut:

  1. ICMI Jatim mendukung penuh perjuangan mahasiswa yang murni dalam menyampaikan aspirasi, karena itu bagian dari hak demokratis yang dijamin konstitusi.

  2. ICMI Jatim menolak keras segala bentuk anarkisme, kekerasan, dan penunggangan politik yang mencederai idealisme mahasiswa.

  3. ICMI Jatim mengajak pemerintah, khususnya Presiden, untuk bersikap tegas menghadapi tindakan destruktif, tetapi tetap membuka ruang dialog yang sehat dan beradab.

  4. ICMI Jatim siap memfasilitasi forum dialog terbuka antara mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah guna menemukan solusi konstruktif.

Baca Juga:  Merawat Kampus agar Tetap Bersuara

Pernyataan sikap ini bukan reaksi sesaat, melainkan bagian dari tanggung jawab moral ICMI sebagai rumah besar cendekiawan Muslim. Kami percaya bahwa bangsa ini tidak boleh jatuh pada jebakan kekerasan. Bangsa ini harus terus mengedepankan akal sehat, nurani, dan musyawarah.

Saya juga ingin menekankan bahwa demokrasi tidak pernah tumbuh dari intimidasi atau anarkisme. Demokrasi tumbuh dari dialektika gagasan, dari keberanian menyampaikan kritik dengan cara beradab, dan dari pemerintah yang bersedia mendengar. Karena itu, kita berharap sikap tegas Presiden dalam menjaga stabilitas negara tetap sejalan dengan komitmen membangun ruang aspirasi yang inklusif.

Di tengah situasi bangsa yang agak genting, kita semua dipanggil untuk memainkan peran sesuai kapasitas masing-masing: mahasiswa dengan idealismenya, pemerintah dengan ketegasannya, masyarakat sipil dengan kebijaksanaannya, dan akademisi dengan refleksi kritisnya. Bila semua peran ini berjalan selaras, maka insyaallah bangsa ini akan menemukan jalannya keluar dari kerumitan.

Mari bersama kita rawat aspirasi mahasiswa sebagai energi positif perubahan, kita lawan anarkisme yang merusak, dan kita teguhkan dialog sebagai jalan mulia menuju Indonesia yang adil, damai, dan bermartabat. (#)

Baca Juga:  Tiga Tanda Al-Qur’an Telah Menerangi Hati Seseorang

Penyunting Mohammad Nurfatoni