
Hukuman mati bagi koruptor dan mafia ini diterapkan di Cina. Bukan di negeri ini. Walaupun ada kritik, penegakan hukum menciptakan kepercayaan publik. Termasuk investor. Perkembangan ekonomi Cina pun melesat.
Oleh M. Rohanudin, praktisi penyiaran.
Tagar.co – Bekas Menteri Pertanian Cina, Tang Renjian, divonis hukuman mati dengan penangguhan dua tahun.
Vonis mati itu dijatuhkan karena Tang Renjian terbukti menerima suap sebesar 268 juta yuan atau sekitar Rp627 miliar. Vonis ini dijatuhkan oleh Pengadilan Changchun pada 28 September 2025.
Tang Renjian, dinyatakan bersalah menerima uang tunai dan properti dalam jumlah besar dari tahun 2007-2020 ketika menjadi gubernur Provinsi Gansu dan saat menjabat Menteri Pertanian tahun 2020-2024.
Pada November 2024, Partai Komunis Cina memecat Tang, enam bulan setelah ia diselidiki oleh badan anti korupsi dan dicopot dari jabatannya.
Hukuman mati dengan penangguhan dua tahun diberikan karena Tang mengakui perbuatannya.
Pejabat lainnya yang divonis mati adalah bekas Menteri Pertahanan Li Shangfu dan pendahulunya, Wei Fenghe.
Li Shangfu insinyur dirgantara dan jenderal Tentara Pembebasan Rakyat berusia 67 tahun. Ia diangkat menjadi menteri pertahanan Cina pada 12 Maret 2023 menggantikan Wei Fenghe.
Pada 24 Oktober 2023, dia dicopot dengan tuduhan korupsi. Dia sebagai menteri pertahanan dengan masa jabatan terpendek. Hanya tujuh bulan.
Sedangkan Wei Fenghe (71) menjabat menteri pertahanan selama lima tahun periode 19 Maret 2018 – 12 Maret 2023.
Dia jenderal dalam Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok yang menjadi panglima Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat, yang dulunya dikenal sebagai Korps Artileri Kedua.
Koruptor lainnya yang dihukum mati pada tahun 2024 adalah Bai Tianhui, bekas manajer umum China Huarong International Holdings, sebuah bank. Dia menerima suap lebih dari 1,1 miliar yuan atau Rp2,5 triliun.
Kasus sama untuk Ketua Konglomerat Keuangan China Huarong, Lai Xiaomin. Dia divonis mati dengan penangguhan dua tahun pada 2021 karena korupsi dan suap sebesar lebih dari 1,79 miliar yuan (sekitar Rp3,9 triliun).
Mafia Judi
Vonis mati lainnya juga diberikan kepada 11 anggota keluarga mafia Ming oleh pengadilan Kota Wenzhou. Keluarga Ming sejak 2015 membangun sebuah kota kecil Laukkai di Myanmar, dekat perbatasan Cina, sebagai perjudian, perdagangan narkoba, prostitusi, dan penipuan online.
Mereka menghasilkan lebih dari 10 miliar yuan atau 1,4 miliar dolar AS setara dengan Rp22,4 triliun.
Keluarga ini juga dituduh terlibat dalam kematian sejumlah pekerjanya dan kasus penembakan untuk mencegah pekerja melarikan diri ke Cina.
Ada 39 anggota keluarga Ming yang divonis bersalah dengan pasal berbagai tindak kriminal itu. Dari jumlah itu, 11 orang dihukum mati. Lima di antaranya mendapat hukuman mati dengan penundaan dua tahun, Lalu 11 orang divonis penjara seumur hidup. Lainnya divonis antara 5 hingga 24 tahun.
Kampanye Anti Korupsi
Presiden Cina, Xi Jinping, telah menjadikan anti korupsi sebagai landasan kepemimpinannya sejak berkuasa pada tahun 2012.
Langkah ini mendapat dukungan dari masyarakat yang menginginkan pemerintahan yang bersih. Namun juga dikritik karena berpotensi digunakan sebagai alat politik untuk menyingkirkan lawannya.
Hukuman mati dengan penangguhan dua tahun yang berlaku di Cina artinya tidak langsung eksekusi. Tapi menjalani penjara selama dua tahun dulu.
Jika terpidana berkelakuan baik selama dua tahun, hukumannya bisa berubah menjadi penjara seumur hidup.
Kalau terpidana melakukan pelanggaran lagi selama masa penangguhan, maka hukuman mati dilaksanakan.
Penegakan hukum di Cina ini meningkatkan integritas pemerintah. Negara yang mampu meningkatkan kepercayaan publik dan investor asing.
Stabilitas keamanan dan kepastian hukum ini membuat Uni Emirat Arab (UEA) dan negara Eropa mau berinvestasi dan bekerja sama. Kawasan industri Cina sekarang dipenuhi pabrik-pabrik dengan merk Eropa, Amerika, dan Jepang.
Cina sekarang ini adalah negara komunis yang ekonominya juga menerapkan sistem kapitalis. Investor asing banyak masuk mulai pabrik otomotif, telekomunikasi, garmen, sepatu, elektronik, dan lainnya. Semua barang merk terkenal ada tulisan made in China.
Uni Eropa (UE) merupakan mitra dagang terbesar Cina, dan Cina juga menjadi mitra penting bagi UE. Spanyol, sebagai anggota UE, aktif menjalin kerja sama dengan Cina di bidang perdagangan, investasi, inovasi, teknologi, dan energi hijau.
Selain Spanyol, negara-negara Eropa lainnya seperti Slovakia, Bosnia dan Herzegovina juga menjajaki kerja sama dengan Cina.
Slovakia memperkuat kerja sama ekonomi bilateral mencakup perdagangan, investasi, dan perjanjian bilateral.
Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina memiliki potensi kerja sama yang luas dengan Cina, terutama dalam sektor energi, infrastruktur, dan transformasi ekonomi hijau. (#)
Penyunting Sugeng Purwanto












