Feature

Hijaukan Bumi, Sejahterakan Umat: Gerakan Green Wakaf Muhammadiyah

42
×

Hijaukan Bumi, Sejahterakan Umat: Gerakan Green Wakaf Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Hijaukan Bumi, Sejahterakan Umat: Amirsyah Tambunan (kelima dari kanan) dalam Green Wakaf di Garut

Green Wakaf lahir dari keprihatinan melihat banyaknya lahan wakaf yang belum tergarap optimal. Melalui skema Wakaf Produktif ini, lahan-lahan tidur tersebut disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Tagar.co – Semilir angin berhembus di  kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arqam Muhammadiyah (STAIDA) Jalan Bratayudha No.39, Regol, Garut Kota, Jawa Barat, Ahad (22/12/24). Saat itu berlangsung seremonial penanaman pohon yang menandai gerakan Green Wakaf.

Dr. Agus Rahmat Nugraha, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, mengungkapkan bahwa Green Wakaf lahir dari keprihatinan melihat banyaknya lahan wakaf yang belum tergarap optimal. Melalui skema Wakaf Produktif ini, lahan-lahan tidur tersebut disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Amirsyah Tambunan, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk menghijaukan Indonesia. “Penanaman pohon ini bukan yang pertama dan terakhir. Kami bertekad menggerakkan penanaman pohon di seluruh Indonesia, khususnya di atas lahan wakaf yang belum produktif,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar.co, Senin (23/12/24) pagi.

Baca Juga:  MUI Berduka atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, Kutuk Serangan Israel–AS

Baca juga: Gerakan Wakaf dengan Pendekatan KISS

Lebih lanjut Amirsyah mengatakan manfaat untuk menghutankan kembali lahan yang gundul dan mencegah tanah longsor.

“Dalam hadis Rasulullah mengingatkan ‘Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apabila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat maka hendaklah dia menanamnya’,” ujarnya mengutip hadis riwayat Imam Ahmad.

Oleh sebab itu, lanjutnya, semangat menanam pohon inilah yang harus selalu kita gerakkan agar bumi semakin hijau dan semakin nyaman untuk wariskan generasi mendatang.

Menurutnya, menanam sejuta pohon dalam perserikatan Muhammadiyah se-Indonesia di atas lahan tanah wakaf sebagai gerakan untuk memberikan manfaat. Ini menjadi legacy dari Muhammadiyah untuk masyarakat agar bumi lebih hijau dan nyaman untuk kita wariskan kepada anak cucu.

Tak hanya menanam, kata Buya Amirsyah Muhammadiyah juga berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan program ini. Melalui skema pembiayaan inovatif seperti cash wakaf linked sukuk (CWLS) dan cash wakaf linked deposito (CWLD), Green Wakaf diharapkan dapat memberdayakan ekonomi umat dan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  MUI Berduka atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, Kutuk Serangan Israel–AS

Program Green Wakaf, Hijaukan Bumi Sejahterakan Umat, ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan. Direktur Perbenihan Tanaman Hutan, Nurul Iftitah, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Muhammadiyah.

“Penanaman pohon, baik di perkotaan maupun pedesaan, sangat penting untuk meningkatkan kualitas udara, mencegah pemanasan global, dan menjaga keseimbangan ekosistem,” paparnya.

STAIDA Garut menjadi pionir dalam implementasi Green Wakaf ini. Dr. Ujang Burhanudin, M.E, SY, Ketua STAIDA, mengungkapkan rencana besar untuk menghijaukan lahan wakaf seluas 23 hektar di wilayah selatan Garut.

“Kami ingin menjadikan lahan ini sebagai hutan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi laboratorium alam bagi sivitas akademika,” jelasnya.

Mengoptimalkan Aset Wakaf, Mewariskan Bumi Hijau

Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, mengapresiasi langkah STAIDA Garut dan menghimbau seluruh warga Muhammadiyah untuk mengoptimalkan aset wakaf.

“Green Wakaf merupakan solusi cerdas untuk menghidupkan lahan wakaf, memberdayakan ekonomi umat, dan melestarikan lingkungan,” tuturnya.

Muhammad Ramdan Widi Irfan, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PWM Jawa Barat, menyoroti pentingnya pendataan aset wakaf.

Baca Juga:  MUI Berduka atas Wafatnya Ayatullah Ali Khamenei, Kutuk Serangan Israel–AS

“Kami terus berupaya mengoptimalkan pendataan aset wakaf melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Muhammadiyah (SIMAM),” ujarnya.

Di penghujung acara, Buta Amirsyah  membacakan pantun yang menggemakan semangat Green Wakaf:

Jual emas tidak merugi

Agar warga Muhammadiyah senang di hati

Tanam pohon hari ini

Bumi indah mari kita nikmati

(#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni