
Ratusan anak TK dan PAUD di Kebomas larut dalam keceriaan barisan Hizbul Wathan. Lewat program Guest Teacher, SD Muri berupaya menyemai kader cilik Muhammadiyah sejak dini.
Tagar.co – Suasana Jumat pagi (26/9/25) di Perguruan Muhammadiyah Kebomas, tampak berbeda. Ratusan anak dari TK Aisyiyah 11 dan PAUD Al Walidah berbondong-bondong menuju lapanganyang luas, mengenakan seragam olahraga dan hasduk Hizbul Wathan (HW) berwarna kuning hijau dan kining merah.
Wajah-wajah ceria itu bersorak riang, menandai dimulainya kegiatan Guest Teacher SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur.
Baca juga: Siswa SD Muri Nikmati Belajar Asyik di Rumah Pintar Juanda
Sejak pukul 07.30 hingga 08.30, dua guru SD Muri, Indah Khoirun Nisa, S.Pd., dan Erna Hamidah, memandu anak-anak mengenal dunia HW. Dengan penuh semangat, keduanya memperkenalkan tepuk HW, salam HW, hingga nyanyian: Di Sini Senang, di Sana Senang.
Tidak hanya itu, berbagai permainan sederhana yang menumbuhkan keakraban, kesabaran, dan ketekunan juga turut mengisi kegiatan.
Salah satunya permainan estafet dengan menggunakan gantungan baju (gas tok) dan tali rafia sepanjang 30 cm. Anak-anak berbaris seperti kereta, lalu harus memindahkan gantungan dari depan hingga ke barisan terakhir tanpa terjatuh. Suasana menjadi seru, riuh, namun tetap penuh konsentrasi.
“Mereka begitu antusias, bahkan ada yang ingin mengulang lagi meskipun belum jadi pemenang. Namanya juga anak-anak, semangatnya luar biasa,” tutur Indah sambil tersenyum.

Silaturahim dan Pengkaderan Dini
Kepala SD Muri, Riza Agustina Wahyu Setyawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program Guest Teacher ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, pengenalan HW sejak dini merupakan bagian dari usaha pengkaderan pemula di lingkungan amal usaha Muhammadiyah (AUM).
“Harapan kami tidak hanya sebatas memperkenalkan HW, tetapi juga membangun silaturahim. Guru SD Muri, siswa TK, PAUD, serta seluruh karyawan bisa saling mengenal dan berjuang bersama dalam persyarikatan,” jelas Riza.
Ia menambahkan, Guest Teacher akan digelar rutin setiap bulan, tepatnya Jumat pekan terakhir. Bentuk kegiatan bisa bervariasi agar tidak monoton, dan seluruh guru SD Muri siap berbagi tugas.
“Kami menjalankan amanah ini berlandaskan surat Ali Imran ayat 104, menyeru kepada kebaikan dan mencegah keburukan. Semoga lahir generasi yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Riang Gembira dalam HW
Di tengah barisan melingkar, anak-anak diajak bersembunyi di balik pepohonan sebelum dipanggil dengan yel-yel khas: “Auladi, Auladiii!” Serentak mereka berlari menghampiri, membentuk lingkaran, dan larut dalam suasana penuh keceriaan.
Bagi anak-anak, HW bukan sekadar barisan dan permainan. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, keikhlasan, dan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabikul khairat).
“Tidak ada yang sedih ikut HW, semua senang. Meski kadang ada tantangan, mereka tetap semangat tanpa menyerah,” ungkap Riza dengan penuh keyakinan.
Dengan gerakan mengepalkan tangan ke atas, Riza memberi isyarat semangat kepada para guru SD Muri yang dipercaya sebagai guest teacher. Harapannya, langkah kecil ini menjadi tonggak estafet, melahirkan kader-kader cilik Muhammadiyah yang siap meneruskan perjuangan di masa depan. (#)
Jurnalis Erna Hamidah Penyunting Mohammad Nurfatoni












