Feature

Gandeng Stieken Blitar, Ujian Seleksi Perangkat Desa Jatinom Ketat dan Transparan

41
×

Gandeng Stieken Blitar, Ujian Seleksi Perangkat Desa Jatinom Ketat dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Ujian Seleksi Calon Perangkat Desa Jatinom di Stieken Blitar, Rabu (10/9/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Ujian seleksi calon perangkat Desa Jatinom terselenggara secara profesional di Stieken Blitar. Proses seleksi berlangsung ketat dan transparan.

Tagar.co — Panitia Seleksi (Pansel) Perangkat Desa Jatinom menggelar ujian seleksi bakal calon perangkat desa, Rabu (10/9/2025). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari. Bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesuma Negara (Stieken) Kota Blitar. Alamatnya di Jalan Mastrip Nomor 59, Kelurahan Kepanjen Kidul, Kecamatan Kepanjenkidul.

Meski hujan mengguyur sejak pagi hari, seluruh peserta hadir lengkap. Sebanyak 26 peserta mengikuti ujian tersebut. Mereka telah lolos seleksi administrasi. Selain peserta, hadir pula panitia seleksi serta pihak ketiga dari Stieken yang bertindak sebagai tim penguji.

Proses seleksi bermula dengan pembukaan di ruang pertemuan Stieken. Ketua Pansel, Imam Muslim, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga netralitas selama proses seleksi.

“Saya tidak mau menjadi Ketua Pansel jika tidak netral. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga agar netral dari awal hingga selesai,” ujarnya.

Setelah pembukaan, peserta menunggu giliran di ruang tunggu. Ujian terlaksana dalam tiga tahap. Tahap pertama, peserta mengerjakan 100 soal Computer Assisted Test (CAT) di laboratorium komputer. CAT ialah metode ujian berbasis komputer yang hasilnya dapat langsung terlihat secara cepat dan akurat. Soal CAT dalam seleksi ini meliputi pengetahuan umum, logika, pengetahuan khusus tentang Desa Jatinom, dan kemampuan dasar komputer.

Baca Juga:  Padukan Musikal dan Animasi, Film Na Willa Tayang Lebaran 2026

Baca Juga: Jaga Netralitas, Ujian Calon Perangkat Desa Jatinom Pakai Pihak Ketiga

Uji Keterampilan dan Komitmen Diri

Tahap kedua, ujian praktik menggunakan aplikasi Word, Excel, dan PowerPoint. Pada tahap ini, panitia menguji keterampilan peserta dalam membuat dokumen, mengolah data, serta menyusun presentasi.

Tahap ketiga berupa wawancara di ruang pertemuan. Peserta masuk satu per satu sesuai nomor urut absen mereka.

Seluruh tahapan ujian ini dengan pendampingan langsung oleh tim Stieken. Tercatat ada dua orang pendamping saat pelaksanaan CAT dan tiga orang penguji dalam wawancara. Panitia Seleksi dan perangkat desa tidak ikut menjadi penguji, melainkan hanya mendampingi, demi menjaga netralitas proses seleksi.

Pimpinan Stieken sekaligus ketua tim penguji, Dr. Siti Sunrowiyati, S.E., M.M., hadir dan memberikan sambutan. Ia mengingatkan agar peserta mengerjakan soal dengan jujur.

“Saat mengerjakan soal bisa saja melirik sebelahnya. Soal-soal memang sama, tetapi posisi nomornya tidak sama atau diacak. Jadi, lebih baik kerjakan sendiri sesuai kemampuan, dan semoga mendapat yang terbaik,” ucapnya.

Baca Juga:  AUM sebagai Ujung Tombak Dakwah Muhammadiyah

Ia juga menyampaikan selamat bagi peserta yang berhasil lolos, dan memberikan semangat bagi yang belum berhasil.

Gedung bagian depan Kampus Stieken Blitar, Rabu (10/9/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Kerja Keras dan Kejujuran

Sore harinya, panitia mengumumkan hasil ujian. Dari 26 peserta, semuanya mendapatkan peringkat berdasarkan gabungan nilai CAT, praktik, dan wawancara. Dari hasil tersebut, panitia memilih enam peserta terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Kepala Desa Jatinom beserta perangkat desa juga menyempatkan diri mengunjungi lokasi seleksi setelah selesai menjalankan tugas di kantor desa. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap jalannya seleksi yang berlangsung tertib, lancar, dan transparan.

Proses seleksi yang ketat dan transparan ini menunjukkan komitmen panitia untuk memilih calon perangkat desa yang memiliki integritas dan kompetensi. Dengan melibatkan pihak independen seperti Stieken, netralitas seleksi dapat terjaga, memastikan yang terpilih adalah mereka yang paling layak berdasarkan kemampuan mereka sendiri. (#)

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah