Feature

Festival UMKM dan Pentas Seni Ramaikan Pusdakota

33
×

Festival UMKM dan Pentas Seni Ramaikan Pusdakota

Sebarkan artikel ini
Festival UMKM menyatu dengan acara Hari Anak Nasional membuat halaman Ubaya bergetar dengan suara dan pentas anak-anak.
Penampilan anak-anak binaan Pusdakota Ubaya di acara Festival UMKM dan Pentas Seni. (Tagar.co/Ririn Teguh)

Festival UMKM menyatu dengan acara Hari Anak Nasional membuat halaman Ubaya bergetar dengan suara dan pentas anak-anak.

Tagar.co – Suara riuh anak-anak berlarian mengenakan pakaian adat berbagai daerah terdengar di halaman Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan Universitas Surabaya (Pusdakota Ubaya) di kampus Tenggilis.

Di tempat itu ada panggung berdiri kokoh dengan lighting yang meriah dengan hiruk pikuk penonton. Malam itu ada gelaran Pentas Seni dan Festisval UMKM 2025, Jumat (11/7/2025).

Hadir Lurah Kalirungkut, Ahmad Ridho Anshori, S.STP, beserta istri, Ketua RT/RW Mitra Pusdakota dan Kepala Sekolah Mitra Pusdakota.

Acara ini memperingati Hari UMKM dan Hari Anak Nasional. Pusdakota Ubaya mengadakan Festival UMKM dan Pentas Seni.

Anak-anak itu dari Sanggar Komunitas Anak Cinta Lingkungan (Kancil) binaan Pusdakota Ubaya. Mereka mengisi panggung pentas seni. Menunjukkan kreasi menari, menyanyi, dan gerakan jurus  taekwondo.

Di Festisval UMKM, Lurah Kalirungkut dan istrinya menjadi juri bersama 25 juri lainnya dari Ubaya. Mereka berkeliling ke stan UMKM memberikan nilai dan menyerahkan nilai kepada panitia.

Malam itu seluruh pertunjukan dilakukan oleh anak-anak mulai dari pembawa acara, dirigen lagu Indonesia Raya, berdoa.

Pentas Seni dibuka oleh tampilan Tari Pugno Gandrung yang menggambarkan perjuangan, keindahan dan persatuan.

Dilanjutkan dengan tampilan vokal dengan lagu-lagu anak seperti Lagu Senandung Cinta untuk Mama, Andaikan Aku Punya Sayap, dan sound track film Jumbo berjudul Selalu Ada di Nadimu.

Lalu dua tarian daerah Tari Ciblungan dan Dolanan Arek Suroboyo. Pertunjukan ditutup dengan penampilan pesilat taekwondo dengan jurus beladiri dan tendangan pada papan.

Lima pengusaha UMKM menerima penghargaan dari Pusdakota Ubaya. (Tagar.co/Ririn Teguh)

Di akhir acara semakin marak ketika semua anak-anak tampil di atas penggung dan mengajak penonton menyanyi bersama lagu Better When I’m Dancing. Suara serentak menggema dan semua yang hadir tua, muda, anak-anak mengikuti irama dan gerakan dari anak-anak pengisi acara.

Malam itu diumumkan lima kategori pemenang UMKM yaitu pada Kategori UMKM Pelayanan Teramah diraih oleh Luluk dari UMKM Nayla 31.

Kategori UMKM Rasa Terenak diraih oleh Tiga Putra dengan produk unggulannya Nasi Kuning. Kategori Produk Terinovatif diraih oleh UMKM Rumah Sibun dengan beras kencur latte.

Kategori kemasan terbaik diraih oleh UMKM Dapur Delisa dengan produk unggulan juice beat. Kategori UMKM Terfavorit diraih oleh Dan’s Bakery dengan produk unggulannya flash roll.

Pusdakota Ubaya menjadi tempat pemberdayaan dari usia anak hingga lansia, dari lingkungan hingga UMKM. (#)

Jurnalis  Ririn Teguh Setyowati  Penyunting Sugeng Purwanto