Feature

Festival Mini Rasa Jatim: Anak-Anak MIAS Berkreasi dan Menginspirasi

60
×

Festival Mini Rasa Jatim: Anak-Anak MIAS Berkreasi dan Menginspirasi

Sebarkan artikel ini
MIAS Bungah
Tampilan Tari Nusantara Unik oleh Siwa kelas 2 Iman MIAS Bungah (Tagar.co/Wahyu Setya)

Miniatur Jatim, siswa MI Assa’adah (MIAS) Bungah Gresik tampilkan kreativitas dan semangat kewirausahaan melalui bazar makanan tradisional khas daerah-daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, dan Madura.

Tagar.co – Suasana halaman MI Assa’adah (MIAS) Bungah Gresik berubah menjadi pasar mini penuh warna dan semangat pada gelaran Festival Mini Rasa Jawa Timur dalam rangka Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5PRA), Rabu (18/6/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema Cita Rasa Jawa Timur Melalui Wirausahawan Cilik sebagai bagian dari implementasi projek kearifan lokal dan kewirausahaan.

Acara yang berlangsung meriah ini menampilkan kreativitas dan semangat kewirausahaan siswa melalui bazar makanan tradisional khas daerah-daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, dan Madura.

Siswa berkolaborasi dengan wali siswa terlibat langsung dalam proses pengolahan, penyajian, hingga pemasaran produk makanan, menumbuhkan semangat enterpreneurship sejak dini.

Siswa MIAS Bungah
Suasana Festival Mini MIAS Bungah Gresik (Tagar.co/Wahyu Setya)

Tak berhenti di stan bazar, panggung hiburan pun menjadi pusat sorotan. Kegiatan ini  juga dimeriahkan dengan presentasi menarik dari siswa mengenai makanan khas daerah Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Mereka memaparkan sejarah, bahan utama, proses pembuatan, serta filosofi di balik kuliner tradisional tersebut, menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang kearifan lokal.

Baca Juga:  Keputrian Spemdalas, Siswa Diajak Menjadi Muslimah Mandiri dan Bertanggung Jawab

Kegiatan kian semarak dengan penampilan seni dari siswa MIAS, meliputi tarian tradisional, nyanyian daerah, dan musikalisasi puisi yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media untuk melestarikan nilai-nilai seni budaya. Setiap tampilan menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, kreativitas, dan kebanggaan terhadap budaya bisa menyatu dalam satu panggung sederhana yang besar maknanya.

Kepala MIAS Bungah, Nurul Khaniyah,S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa, guru, dan orang tua yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini.

Dia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal, kewirausahaan, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda sejak usia dini.

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama mengikuti gerak lagu dimensi Pelajar Pancasila yang sarat nilai gotong royong dan kebinekaan, serta menyanyikan lagu Pelajar Pancasila dengan penuh semangat, meneguhkan komitmen sebagai generasi pelajar yang berkarakter dan cinta tanah air.

“Luar biasa. Anak-anak bukan hanya belajar berjualan, tapi juga belajar percaya diri, tanggung jawab, dan mencintai budaya sendiri,” ungkap Lisdah Nishfiyatur Romadhoniyah, salah satu wali siswa yang hadir.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Kenalkan Ternak Ayam Mandiri untuk Senjata Lawan Stunting

Melalui kegiatan ini, MIAS Bungah membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama dan akademik, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter, kreativitas, dan jiwa wirausaha anak-anak bangsa. (#)

Jurnalis Wahyu Setya. Penyunting Ichwan Arif.