
Kegiatan dua hari satu malam di Hotel Selecta Batu ini bukan sekadar ajang rekreasi. Guru dan keluarga besar TPQ Jenderal A. Yani Surabaya menjadikannya momentum mempererat ikatan hati sekaligus meningkatkan kompetensi mengajar Al-Qur’an.
Tagar.co –Tawa anak-anak bercampur obrolan hangat para orang tua terdengar akrab di sela-sela udara sejuk pegunungan Batu, Jawa Timur. Suasana penuh keakraban itu langsung terasa sejak rombongan tiba, menghadirkan keceriaan khas keluarga besar yang sudah lama merindukan kebersamaan.
Akhir pekan 6–7 September 2025 menjadi momen istimewa bagi TPQ Jendral A. Yani Surabaya. Mereka menggelar Family Gathering sekaligus Diklat Tilawati di Hotel Selecta, Batu.
Baca juga: TPQ Adalah Roh Masjid
Seluruh guru bersama keluarga hadir, meninggalkan sejenak rutinitas mengajar di Jalan Sidoyoso IX No. 29 Surabaya untuk menikmati kebersamaan sekaligus memperkuat misi dakwah Al-Qur’an.
Ketua Panitia, Aksar Wiyono, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, acara ini lebih dari sekadar berlibur. “Bukan hanya Family Gathering, tapi juga ada Diklat Tilawati untuk para guru ngaji. Jadi, kita bisa merasakan kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas mengajar,” ujarnya penuh semangat.
Sinergi Keluarga dalam Dakwah
Direktur TPQ Jenderal A. Yani, M. Khoirul Anam, menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam perjuangan mendidik generasi Qur’ani. Baginya, dakwah Al-Qur’an tidak bisa ditanggung sendirian oleh seorang guru, melainkan merupakan ikhtiar bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
“Mengajar di TPQ bukan hanya tugas seorang individu, melainkan perjuangan keluarga. Ada suami yang mendukung istrinya, istri yang menguatkan suami, hingga anak-anak yang rela berbagi waktu,” ujarnya.
“Dukungan inilah yang menjadi energi terbesar bagi para pendidik untuk terus istiqamah,” tambah alumnus Magister Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.
Anam, yang juga aktif di Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah, menambahkan bahwa Diklat Tilawati adalah langkah penting. Metode ini sudah terbukti efektif dalam pembelajaran Al-Qur’an.
“Melalui diklat ini, para ustaz dan ustazah dilatih agar proses belajar-mengajar lebih menarik, sesuai tajwid, dan mampu membekali anak-anak membaca Al-Qur’an dengan benar. Harapan kita, lahirlah generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Rekreasi, Pembelajaran, dan Inspirasi
Kebersamaan yang terjalin di tengah acara membuat setiap momen terasa istimewa. Guru bisa melepas penat, anak-anak bergembira, dan keluarga semakin erat.
Namun, di balik keceriaan itu, ada pesan yang mendalam: mendidik anak ngaji bukan sekadar rutinitas, melainkan misi mulia yang bernilai amal jariyah.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi. Mari kita jadikan kebersamaan sebagai bekal semangat, dan jadikan Diklat Tilawati sebagai ikhtiar serius dalam meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an di TPQ kita,” pungkas Anam penuh harap.
Dengan semangat yang lahir dari cinta, doa, dan dukungan keluarga, TPQ Jend A Yani membuktikan bahwa pendidikan Al-Qur’an tak hanya soal metode, melainkan juga soal kebersamaan. Dari sinilah akan tumbuh generasi Qur’ani yang kelak membawa cahaya kebaikan bagi umat dan bangsa. (*)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












