Feature

Fadly Yulianto Kupas Pola Asuh 3+1 di Parenting MI Muhammadiyah 4 Ngimboh

33
×

Fadly Yulianto Kupas Pola Asuh 3+1 di Parenting MI Muhammadiyah 4 Ngimboh

Sebarkan artikel ini
Pemateri parenting, Fadly Yulianto, M.A., C.Ht., CI, menyampaikan materi tentang pola asuh anak di hadapan wali murid dalam kegiatan Parenting dan Pengukuhan IPM Junior di MI Muhammadiyah 4 Ngimboh, Ujungpangkah, Gresik, Sabtu (5/9/2025).

MI Muhammadiyah 4 Ngimboh gelar parenting bertema peran orang tua membangun generasi pemimpin. Pemateri Fadly Yulianto paparkan pola asuh 3+1, ditutup pengukuhan IPM Junior.

Tagar.co – Suasana Sabtu pagi, 5 September 2025, di MI Muhammadiyah 4 Ngimboh (Muhipat) Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur, terasa berbeda. Deretan kursi tersusun rapi, para wali murid duduk penuh antusias, menyimak kegiatan parenting bertema “Peran Orang Tua dalam Membangun Generasi Pemimpin Meneladani Rasulullah Saw”.

Kepala Madrasah, Khusniyawati, S.Pd., membuka acara dengan penekanan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga. “Mendidik anak tidak bisa hanya mengandalkan sekolah, namun harus ada keterlibatan penuh dari orang tua. Rasulullah Saw. telah memberikan teladan terbaik dalam mendidik generasi berakhlak mulia,” tuturnya.

Konsep 3+1 Pola Asuh

Pemateri, Fadly Yulianto, M.A., C.Ht., CI, tampil percaya diri di hadapan wali murid. Dengan balutan batik merah-hitam bercorak etnik, ia berdiri di tengah ruang auditorium sambil menggenggam mikrofon.

Suaranya tegas, namun sesekali melunak ketika menekankan pentingnya kasih sayang dan kemandirian anak. Di belakangnya terpampang spanduk besar bertuliskan tema acara, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang belajar bersama antara sekolah dan orang tua.

Baca Juga:  Pertanyaan Polos Anak Ini Hidupkan Suasana Talk Show Parenting

Baca juga: MI Muhipat Ngimboh: Madrasah Kecil, Potensi Besar

Para wali murid yang duduk berbaris rapi tampak menyimak dengan serius, sesekali mengangguk dan mencatat poin-poin penting.

Fadly Yulianto kemudian memaparkan materi yang langsung menyentuh keseharian para orang tua. Ia memperkenalkan konsep 3+1 pola asuh anak: kasih sayang, pengendalian emosi, pencegahan sikap overprotektif, serta kewaspadaan terhadap bullying.

Menurut Fadly, kasih sayang adalah investasi sepanjang masa. Anak yang tumbuh dengan cinta akan lebih tenang, percaya diri, dan tidak mudah mengalami tantrum ketika dewasa. Namun, kasih sayang itu harus diimbangi dengan latihan kemandirian.

“Kasih sayang bukan berarti memanjakan. Justru dari kesempatan untuk mandiri, anak belajar percaya diri dan mampu mengambil keputusan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengendalian emosi. “Saat mulai marah, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Ingatlah, marah hanyalah perasaan sementara yang sebaiknya tidak dilampiaskan kepada anak,” ujarnya.

Sementara sikap terlalu protektif dinilai kurang baik karena bisa menghambat anak menghadapi tantangan hidup.

Baca Juga:  Anak Saleh Tidak Lahir dari Kebetulan

Waspada Bullying, Perkuat Kolaborasi

Terkait isu bullying, Fadly menekankan bahwa sekolah dan orang tua perlu bekerja sama. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah self-assessment terhadap anak didik untuk mengetahui pola asuh yang diterima di rumah.

Dengan begitu, guru dan orang tua bisa lebih cepat mendeteksi faktor penyebab sekaligus mencegah terjadinya perilaku bullying.

Kegiatan parenting ini berlangsung interaktif. Para wali murid aktif bertanya, berbagi pengalaman, hingga berdiskusi hangat tentang praktik pola asuh di rumah. Suasana akrab dan penuh semangat membuat materi terasa hidup dan relevan dengan keseharian mereka.

Penutup dengan Pengukuhan IPM Junior

Sebagai penutup, acara dilengkapi dengan pengukuhan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior oleh Pimpinan Cabang IPM Ujungpangkah.

Khusniyawati menjelaskan, pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi siswa Muhipat untuk belajar berorganisasi, melatih kepemimpinan, sekaligus meneladani nilai perjuangan Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: IPM Junior MI Muhipat Ngimboh Dilantik, Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan sejak Dini

Dia berharap melalui kegiatan parenting dan pengukuhan IPM Junior ini, MI Muhipat berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan siap memimpin di masa depan. (#)

Baca Juga:  Pengasuhan Positif sebagai Jalan Ketahanan Bangsa

Jurnalis Elsa Wahyuningtias Penyunting Mohammad Nurfatoni