Feature

Empat Agenda Dakwah Ini Disampaikan PDM Lumajang kepada Bupati

25
×

Empat Agenda Dakwah Ini Disampaikan PDM Lumajang kepada Bupati

Sebarkan artikel ini
Empat agenda dakwah menjadi bidang garap Muhammadiyah yang telah berpengalaman menangani masalah ini selama seratus tahun lebih.
Ketua PDM Lumajang, Halimi Maksum, memberikan catatan kerja Muhammadiyah ke Bupati Indah Amperawati, didampingi Suharyo dan Ketua PDA Aini Nurdiani. (Kuswantoro/Tagar.co)

Empat agenda dakwah menjadi bidang garap Muhammadiyah yang telah berpengalaman menangani masalah ini selama seratus tahun lebih.

Tagar.co – Sejumlah agenda dakwah Muhammadiyah pernah dibahas bersama Pemkab Lumajang di Pendapa Kabupaten.

Empat agenda dakwah bidang pembinaan mental spiritual yang diobrolkan seperti pembinaan generasi milenial, anak jalanan, orang gangguan jiwa, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu diceritakan oleh Penasihat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Suharyo AP, S.H. dalam obrolan ringan di rumahnya, Selasa (5/8/2025).

Suharyo menceritakan pembahasan kerja sama dakwah itu disampaikan dalam pertemuan anggota PDM Lumajang, PDA, PCM, dan PCA dengan Bupati Indah Amperawati.

Pertemuan itu malam sekitar pukul 19.30, Sabtu (19/6/2025) yang lalu. Tempatnya di halaman belakang Pendapa Kabupaten Lumajang.

”Pertemuan itu menegaskan satu hal penting: Pimpinan Muhammadiyah siap membantu dan turun tangan jika dibutuhkan pemerintah daerah,” katanya.

Kesiapan itu, sambung dia, mengingat persyarikatan ini memiliki pengalaman panjang, sumber daya manusia, dan jaringan sampai desa.

”Semua itu bisa menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah,” ujarnya. ”Kami datang menawarkan solusi.”

Baca Juga:  Kultum Pembuka Rapat Lazismu

Khususnya melalui penguatan mental spiritual masyarakat maupun dalam bentuk program-program pemberdayaan sosial dan ekonomi. “Muhammadiyah siap menyumbangkan pikiran, tenaga, dan aksi nyata,” tegas Suharyo.

Beberapa catatan yang disampaikan kepada Bupati Indah, dia menjelaskan, sebagai wujud cinta pada tanah kelahiran dan tanggung jawab terhadap masa depan daerah.

Dia menjelaskan, catatan empat agenda dakwah itu dibagi dalam beberapa fokus meliputi pembangunan mental dan spiritual.

”Di era modern ini, tantangan mental dan spiritual semakin kompleks. Muhammadiyah melihat pentingnya dakwah yang menyentuh banyak kalangan, termasuk mereka yang sering luput dari perhatian,” tuturnya.

Misal, generasi milenial. Muhammadiyah ingin aktif dalam upaya pencegahan narkoba yang menyasar anak-anak muda.

”Edukasi kreatif, pendampingan psikologis, hingga kegiatan positif bisa jadi alternatif agar mereka tidak terjerumus ke jurang yang sama sekali tidak diinginkan,” katanya.

Muhammadiyah, ujar dia, bahkan sudah merintis dakwah bagi komunitas jalanan seperti anak punk dan anak-anak muda yang hidup di jalanan.

”Tidak mudah, tapi dengan pendekatan yang tidak menghakimi, beberapa sudah menunjukkan perubahan. Ini membuktikan bahwa mereka hanya butuh didengar dan diberi ruang untuk berubah,” tandasnya.

Baca Juga:  Pertanyaan Polos Anak Ini Hidupkan Suasana Talk Show Parenting

Dakwah juga dilakukan pada komunitas Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dalam pandangan Muhammadiyah, mereka juga manusia yang punya hak dihormati.

Pendekatan dakwah yang dilakukan adalah dakwah kasih sayang, bukan doktrinasi. Bidang dakwah ODGJ ini ditangani ibu-ibu Aisyiyah.

”Sektor pemberdayaan juga ditawarkan Muhammadiyah,” katanya. Program-program konkret lewat Lazismu. Misal, memberdayakan warga dusun untuk meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi. Pembuatan pentol bakso melihatkan UMKM.

Lantas pemberdayaan anak-anak yatim dan telantar melalui panti asuhan dan program pendidikan gratis.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyambut baik tawaran kerja sama dakwah ini.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu yang telah bersilaturahmi ke pendapa ini. Saya merasa dibantu,” katanya.  (#)

Jurnalis Rizal Mazaki  Penyunting Sugeng Purwanto